Cuplikan Chapter ini
Bab 10 Sebuah Nama di Pameran SeniSetelah Rangga pergi meninggalkan hawa dingin dan aroma kemarahan yang pekat di udara Anindya kembali duduk Pergelangan tangannya masih terasa nyeri sebuah pengingat fisik yang menusuk akan perebutan kendali yang baru saja terjadi Kata-kata Rangga beban menolak sembuh menggali kuburan sendiri berputar-putar di telinganya masing-masing adalah jarum yang menusuk kepercayaan dirinyaNamun kali ini rasa sakit itu tidak berhasil melumpuhkanny