Cuplikan Chapter ini
Cukup Nindy Jangan bikin masalah lagi Ibu Sari membalas matanya merah dan bengkak tetapi sorotnya tajam menuduh Dia menyalahkan Anindya bukan pria yang baru saja mencoba mencekikannya lagi Ruang keluarga terasa sempit dipenuhi ketegangan dan bau darah samar dari meja kopiMasalah Anindya hampir tertawa getir Ibu tidak sadar siapa yang menciptakan masalah di sini Dia dia menyerangku Lalu Ibu mengatakan aku manicRangga melangkah maju tangannya terangkat mencoba menengahi Ni