Cuplikan Chapter ini
Bab 16 Jalur Terakhir Sebelum GelapPintu gerbong berdesis dan terkatup rapat seperti rahang besi yang menelan Anindya bulat-bulat Hiruk pikuk Stasiun Timur lenyap seketika menyisakan dengung di telinganya dan detak jantung yang memukul-mukul rusuknya Kereta tersentak mulai merayap maju Sebelum Anindya sempat menarik napas sebuah tangan mencengkeram lengannyaCahyaIa menarik Anindya menyusuri lorong sempit langkahnya cepat dan tanpa ragu Terus jalan Jangan lihat ke belakang desisn