Cuplikan Chapter ini
Bab 14 Anindya PutriGedoran di pintu terdengar bahkan belum genap satu detik setelah nama Cahya muncul di layarnya Itu bukan ketukan ragu-ragu Itu adalah gedoran khas Rangga tajam otoriter dan tidak sabaranAnindya masih tergeletak di lantai napasnya tersangkut di tenggorokan Ponsel tergenggam erat seolah itu satu-satunya pelampung di lautan Rasa tercekik itu perlahan surut digantikan oleh adrenalin dingin yang menusuk Ia harus bergerak sekarang juga Kebenaran yang selama ini t