Cuplikan Chapter ini
Bab 17 Perjalanan KeretaTombol merah itu terasa dingin di ujung jari Anindya namun memantik panas yang membakar di dadanya Jantungnya berdetak tak karuan seolah ingin melompat keluar dari rongga rusuk Berbohong pada Rangga bohong sebesar itu dengan risiko setinggi langit sungguh melelahkan Setiap kata adalah senjata emosional yang dilepaskan tanpa ragu Keheningan dari ujung sambungan Rangga yang terputus bagai jeda napas sementara rasa sakitnya justru semakin merajam Ia berhasil l