Cuplikan Chapter ini
Pagi hari di kediaman Budi dan Rini dimulai dengan ketukan lembut pada pintu kayu yang sudah mulai mengelupas catnya di bagian sudut Sinar matahari keemasan menerobos masuk memantul di atas lantai keramik yang bersih namun sederhana Tidak ada lagi sisa-sisa ketegangan atau bayang-bayang album foto lama yang sempat menjadi beban emosional beberapa hari lalu Rumah itu kini terasa lebih lapang bukan karena ruangannya yang bertambah luas melainkan karena dada para penghuninya telah dibebask