Cuplikan Chapter ini
Pagi hari setelah malam yang panjang dan penuh kelegaan itu menyapa dengan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah dedaunan di halaman belakang rumah Suasana terasa begitu berbeda seolah udara yang dihirup pagi ini telah disaring oleh kejujuran pengampunan dan keterbukaan yang terjadi semalam Tidak ada lagi sisa-sisa ketegangan yang mendindingi ruang tamu atau kamar tidur Budi membuka matanya dan mendapati Rini tertidur pulas dengan kepala bersandar di bahunya sebuah pemandangan