Cuplikan Chapter ini
Rumah yang tadinya terasa begitu luas kini menyempit oleh sesak yang tak kasat mata Sejak berminggu-minggu lalu dinding-dinding putih itu seakan kehilangan daya serapnya terhadap suara tawa menyisakan gema langkah kaki yang berat dan helaan napas panjang yang dihela di sepertiga malam Budi merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah namun matanya sama sekali tak mau terpejam Langit-langit rumah tampak begitu pekat menangkap bayang-bayang kegagalan kecil yang menumpuk hari demi hari h