Cuplikan Chapter ini
Pagi hari datang tanpa disambut oleh hangatnya sinar mentari yang ramah alih-alih langit ibu kota digayuti oleh mendung tipis yang menyisakan sisa-sisa basah dari badai semalam Di dalam rumah yang dihuni oleh keluarga Budi udara pagi terasa begitu kaku seolah-olah sisa-sisa pertengkaran hebat yang meletus semalam masih membeku di setiap sudut dinding ruang tamu Bau sisa kopi dingin dan puntung rokok di asbak luar masih menguar menjadi saksi bisu atas pertikaian verbal yang melibatkan B