Cuplikan Chapter ini
Langit di atas kota Jakarta siang itu tampak kelabu menggantung rendah seolah menahan beban berat yang siap tumpah kapan saja Begitu pula dengan apa yang dirasakan oleh Budi di dalam ruang kerjanya yang ber-AC dingin Di balik layar monitor komputer jinjingnya yang menyala terang jemarinya terdiam kaku di atas papan ketik Matanya memang menatap lembar kerja Excel penuh angka-angka proyek tetapi pikirannya sama sekali tidak ada di sana Bayangan wajah ketakutan Ana dan Adi saat pertengkar