Cuplikan Chapter ini
Mentari pagi merangsek masuk melalui celah-celah tirai linen putih melukis garis-garis emas di atas lantai kayu ruang tamu yang baru dipelnis Aroma kopi arabika yang baru diseduh menguar lembut dari dapur berpadu sempurna dengan wangi roti panggang dan tawa kecil yang lolos dari bibir seorang wanita mudaMaya berdiri di dekat pulau dapur mengenakan apron katun biru muda sambil membalik lembaran roti dengan spatula kayu Di seberangnya Aryasuaminyatengah menuangkan susu hangat ke dalam