Cuplikan Chapter ini
Matahari Sabtu itu menyusup masuk melalui tirai jendela ruang tengah jatuh tepat di atas karpet bulu tempat Ana dan Adi sedang asyik bermain Suara tawa mereka yang biasanya terdengar seperti melodi ceria bagi telinga Budi dan Rini pagi ini terasa sedikit hambar bahkan menyesakkan Rumah yang dulu mereka anggap sebagai benteng kebahagiaan kini terasa seperti ruang hampa yang menyimpan terlalu banyak retakan tak kasat mataBudi duduk di sofa panjang tangannya memegang cangkir kopi yang su