Cuplikan Chapter ini
Udara sore di teras rumah sederhana itu terasa lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya Hujan gerimis yang turun sejak tengah hari baru saja reda menyisakan bau tanah basah yang khas dan kesegaran yang mengalir di setiap embusan angin Di sudut halaman pot-pot lidah buaya tampak berkilau diterpa sisa cahaya matahari senja yang keemasanBudi duduk di kursi kayu reyot yang sudah bertahun-tahun menemani hari-harinya Di hadapannya secangkir teh tawar mengepulkan uap tipis Pria itu tampak