Cuplikan Chapter ini
Mentari perlahan condong ke barat meninggalkan semburat jingga keemasan yang menembus celah jendela kaca ruang tamu Hari telah beranjak malam tetapi sisa-sisa penat dari luar seolah menolak untuk tinggal di ambang pintu Rumah kecil itu yang biasanya dipenuhi oleh gelak tawa riang dan suara langkah kaki kecil malam ini terasa menyimpan atmosfer yang berbedasebuah ketegangan senyap yang mengapung di udara menunggu waktu untuk jatuhBudi mendorong pintu depan dengan gerakan lesu Tangann