Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
1. ASHA (BABAK I)

ACT 1

1. INT. TAXI - SORE

Dari dalam mobil taxi, di kursi penumpang, kita melihat seorang wanita yang sedang menatap langit dengan tatapan mata yang kosong. Wanita itu bernama ASHA DARLY (27). Kepalanya yang menempel ke kaca mobil membuat rambutnya yang panjang terurai, sedikit berantakan. Berbanding terbalik dengan pakaian kantornya yang rapi.

Di kursi pengemudi, ada seorang TAXI DRIVER ONLINE (45) paruh baya, yang terlihat gelisah. Pria itu menatap Asha dengan ragu.

TAXI DRIVER ONLINE

Mbak kita sudah sampai.

Asha masih melamun dengan posisi yang sama.

TAXI DRIVER ONLINE

(Mengencangkan suara)

Mbak, udah nyampe mbak.

Taxi driver terlihat kesal, kemudian menjentikkan jari ke depan wajah Asha untuk menyadarkannya. Asha menoleh kearah taxi driver dengan wajah terkejut.

TAXI DRIVER

(Tersenyum lebar)

Mbaknya udah nyampe. Jangan lupa bintang lima-nya ya.


CUT TO:

2.EXT.PINGGIR JALAN – DI DEPAN COFFE SHOP — CONTINUOUS

Asha berdiri di pinggir jalan, sambil menatap taxi yang dia tumpangi sebelumnya berjalan menjauh. Asha kemudian berbalik dan merapikan rambut dan pakaiannya. Dia menatap coffee shop di hadapanya dengan wajah yang lelah.

Beat.

ASHA

(Menghela napas)

Okay, yang ke-4 di bulan ini.

Asha memegang gagang pintu coffee shop dengan berat hati, dan membukanya perlahan.


MATCH CUT TO:


3. INT. COFFE SHOP – CONTINUOUS

SUARA LONCENG KECIL DIATAS PINTU TERDENGAR SESAAT ASHA MASUK. Di dalam terlihat sepi, hanya ada beberapa orang di sana. Asha berjalan menuju meja yang berada di paling belakang ruangan, menghampiri PRIA A (30) berbaju hitam yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.

ASHA

(Ragu)

Ini Ren ya?

Pria A menatap Asha kebingungan.

PRIA A

(Menggelengkan kepala)

Oh, mbak salah orang.

ASHA

Ah, maaf ya mas.


Asha menganggukan kepalanya pelan dan pergi. Dia menatap kesekitar dan tak menemukan pria bernama REN yang dia cari, pria yang dia cari di dalam coffee shop itu. Asha berjalan pelan menuju meja kosong di dekat pintu dan duduk di sana.

Asha mengeluarkan ponsel dari dalam tas hitamnya dan melihat sebuah pesan Whatsapp yang masuk di layar ponselnya.


REN (TEXT) (V.O)

Asha, maaf aku agak telat. But I’m on my way!

Asha mendengus dan tertawa kesal.

ASHA

(Wajah datar)

Ren -10 (beat). Kencan pertama aja udah telat gini (memijat dahi pelan). Abis kerja, capek, bukanya pulang malah dipaksa kencan. Dari awal emang harusnya ga usah pergi (marah).


Asha meletakan ponselnya di meja dan melihat kesekitar dengan kesal. TAK BERAPA LAMA, LONCENG KECIL DI ATAS PINTU COFFE SHOP BERBUNYI KEMBALI. Kita melihat seorang pria tinggi, berkulit sawo matang, masuk kedalam coffee shop dengan napas yang terengah-engah. Pria itu REN SHAFI (30). Ren berlari kecil mendekat kearah Asha yang sedang duduk.

REN

(Ngos-ngosan)

Kamu Asha,temenya Hanna kan?

ASHA

(Ramah)

Iya, ini Ren ya?


Ren duduk di kursi yang berhadapan dengan Asha. Dia menganggukan kepalanya dan berusaha mengatur napasnya dengan tenang.

REN

By the way aku minta maaf karena telat di pertemuan pertama gini. Ada masalah sama mobil aku tadi. (Wajah khawatir) Kamu udah nunggu lama?

ASHA

(Menggeleng pelan)

Gapapa. Gak lama juga kok.

REN

(Salah tingkah)

Hmm... kamu belum pesen makan kan? mau apa? Biar aku pesenin (menunjuk ke arah bar).

ASHA

(Berpikir)

Aku ice coffee latte aja deh. Yang lain terserah kamu (tersenyum).

REN

(Lembut)

Okay, tunggu bentar ya.


Asha menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum. Dengan cepat Ren berlari kecil ke arah bar yang berada cukup jauh dari tempat mereka duduk. Senyum ramah Asha perlahan luntur setelah Ren pergi memesan makanan mereka.

Asha memijat dahi nya pelan dan FREEZE ke wajah Asha yang menunduk.

ASHA (V.O.)

Aku Asha, 27 tahun. Single sejak lahir dan dipaksa ikut kencan buta berkali-kali.

UNFREEZE.

Asha mengalihkan pandangannya ke arah Ren yang sedang berdiri di depan barista. Ren menoleh ke arah Asha sambil tersenyum. Asha membalas senyumnya balik.

ASHA (V.O.) (CONT'D)

Pria tadi, Ren. Partner kencan buta ku yang ke 4 di bulan ini. Dan pastinya (beat) gak berhasil lagi.

Dari arah jendela besar di samping Asha kita melihat Ren yang datang menghampiri Asha dengan nampan yang berisi sebua makanan dan dua minuman. Ren duduk dan mereka mulai mengobrol.

INSERT TITLE : TO MY BEAUTIFUL TRAUMA

Kemudian ada beberapa mobil yang melintas di depan coffee shop.

MATCH CUT TO:

4. EXT. DI HALTE BUS - MALAM

Kita melihat beberapa mobil yang melintas di jalanan kota Jakarta yang ramai lancar. Lampu sorot kendaraan terlihat berwarna-warni, memenuhi jalanan malam itu.

Disana kita melihat Asha yang sedang duduk di kursi halte bus. Asha melihat jam tangannya. Jam menunjukan pukul 8 malam. Asha menghela napasnya lelah. Tak berapa lama, PONSEL ASHA BERDERING KENCANG. Orang-orang yang ada di halte bus sontak menatap Asha. Dengan cepat dia berdiri dan menjauh. Asha mengambil ponsel yang ada di dalam tas dan mengangkat teleponnya.

HANNA (V.O.)

(On phone)

Halo sa. Gimana? Pas gak? BTW, Ini temennya Bagas yang paling baik deh. Kalo lo jadi sama dia, kita bisa double date, loh!

Asha tersenyum. Dan menyandarkan tubuhnya di tiang halte bus.

HANNA (V.O.) (CONT'D)

(On phone)

Asha? (Ragu) Jangan bilang lo ga sreg lagi sama yang ini?

ASHA

Gak tau lah Han, aku masih capek. Aku ceritain pas di kantor aja ya. Bye...

HANNA (V.O.)

Ntar dulu sa, jangan dimatiin dong. Asha...

Asha mematikan teleponnya secara sepihak. Dia berjalan menuju bus yang baru saja datang ke halte tersebut dan naik ke dalamnya.

CUT TO:


5. INT. BUS - CONTINUOUS

Kita melihat Asha yang hendak duduk di bangku tengah bus. Asha menaruh tas hitamnya ke samping tubuhnya. Asha duduk di bangku bus, kemudian mengeluarkan ponsel dan sepasang earpods dari dalam tas.

Sesaat Asha hendak memasang earpods ketelinga, SAYUP TERDENGAR SUARA TANGISAN. Asha terkejut dan menolehkan kepalanya takut. Bis itu gelap dan hanya ada beberapa orang di sana. Asha berdiri dan melihat ke bangku bagian depan. Tidak ada satupun orang yang terlihat menangis.

Dengan ragu, Asha menolehkan kepalanya ke belakang. Asha terkejut dan membeku sesaat melihat ada seorang GADIS SMA (15) dengan rambut terurai panjang sedang menunduk dan menangis, tepat di bangku belakangnya.

GADIS SMA

(Tersedu-sedu)

Bodoh...

Asha yang sebelumnya membeku, tersadar dan mencoba memberanikan diri untuk melihat gadis yang duduk di belakangnya lebih dekat.

GADIS SMA (CONT'D)

(Berbisik)

Cowok bodoh, ga guna.

ASHA

Dek? (memajukan badan ke kursi belakang) adek kenapa?

Gadis itu menegakan kepalanya dengan cepat dan menatap Asha dengan matanya yang sembab.

ASHA (CONT'D)

( Berteriak Histeris)

ARGH!!!

Gadis SMA kebingungan melihat Asha yang berteriak dan menangis kencang setelahnya. Orang-orang yang ada di bangku depan bus melihat ke arah bangku belakang dengan panik dan takut.

ASHA (CONT'D)

(Panik)

Maaf (membungkukan badan) maaf ya semua, di sini ga ada apa-apa kok. Aman (menujukan kedua jempolnya).

PENUMPANG

Mbak yakin gapapa?

Seorang PENUMPANG (30) terlihat khawatir dan berusaha mendekati mereka.

ASHA

(Gugup)

Iya,beneran gapapa kok. Tadi saya kira ada tikus makanya teriak, adeknya juga kaget. Aman kok, Aman. Haha... ha..

Penumpang itu awalnya ragu, namun dengan cepat menganggukan kepalanya. Asha yang gugup terlihat tersenyum lebar berusaha menyakinkan penumpang lainya. Orang-orang di dalam bus kembali duduk, dan situasi bus malam itu kembali tenang seperti semula.

Gadis SMA masih menangis. Asha duduk di bangku sebelah gadis itu, sambil memegang bahunya ragu.

ASHA

(Menghela napas berat)

Kamu kenapa dek? Maafin kakak ya tadi.

Gadis SMA menatap wajah Asha dengan sedih. Dengan cepat Asha mengeluarkan tissue saku dari dalam tas dan memberikannya kepada Gadis SMA.

ASHA(CONT'D)

Kamu mau minum? Ini kaka juga ada air, tapi udah kaka minum dikit tadi.

Gadis SMA menggelengkan kepalanya pelan. Dia mengusap matanya yang basah dengan tissue.

GADIS SMA

Cowok emang (sesenggukan) pada brengsek ya kak?

Gadis SMA menatap Asha. Asha hanya diam.

GADIS SMA (CONT'D)

Padahal aku kurang apasih? Aku kan udah cantik dan baik gini (sesenggukan) tapi kenapa dia mutusin aku?

Asha mengusap punggung gadis itu pelan berusaha menenangkannya.

GADIS SMA (CONT'D)

(Tersendu-sendu)

Hati ku sakit banget kak. aku ga mau diputusin gitu aja.

ASHA

(Ragu)

Mmm, Sebenarnya kakak ga ngerti masalah cowok kaya gini dek. (Beat) Soalnya kakak juga ga terlalu familiar sama cinta-cintaan.

GADIS SMA

(Menatap Asha curiga)

Bohong, masa gini aja ga tau?

Asha sedikit terkejut mendengar ucapan gadis SMA yang kembali menangis dan menundukan kepalanya itu.

ASHA

(Bingung)

Hmm... Ini udah malam banget, kamu pulang ya. Nanti kakak anterin. Takutnya orang tua kamu khawatir.

Gadis SMA menganggukan kepalanya lesu. Asha hanya bisa tersenyum dengan wajah masam dan terus mengusap punggung gadis itu pelan.

CUT TO:


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)