Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
12. DATANG TANPA DI DUGA. (BABAK II)

39. INT. RUMAH ASHA REMAJA. DAPUR - MALAM

Kita melihat Asha yang berjalan ke arah meja makan. Dia duduk besebrangan dengan Mama dan Bapak yang sedang makan malam. Asha mengambil piring dan mengisi makanan di dalamnya.

BAPAK

Besok Bapak pergi dinas ke Jakarta. Kamu mau di beliin apa?

ASHA

Terserah Bapak aja.

BAPAK

Makanan aja ya. Biar bisa kamu bagi sama temen-temen kamu.

Asha terdiam dan memulai makannya. Asha berhenti mengunyah sesaat melihat wajah marah Mama.

MAMA

Kamu dinas kok baru kasih tau aku, Bang!

BAPAK

Bukannya aku udah bilang dari lima hari yang lalu? Kamu lupa?

MAMA

Kamu kenapa gak ngasih tau lagi? Dadakan gini kan, aku juga yang susah nyiapin barang-barang kamu.

BAPAK

(Ragu)

Dek, kamu marah?

Mama menaruh sendoknya dengan kesal. Dia berdiri dari kursinya. Bapak menyusul Mama yang pergi dengan wajah yang panik.

Asha melanjutkan makannya. Di sebelahnya ponsel Mama bergetar. Asha mengambil ponsel tersebut. Di layar terlihat notifikasi pesan masuk yang bertuliskan "Sayang, aku kangen. Dua hari lagi aku kerumah kamu ya (emoji hati)".

Asha terkejut dan langsung meletakan ponsel itu ke tempatnya semula. Mama dengan cepat berjalan ke arah dapur. Asha melanjutkan makan, dan berpura-pura tidak peduli. Mama mendekat dan melihat ponselnya yang menyala. Mama mengambil ponsel itu dan melihat Asha dengan wajah datar tanpa ekspresi. Asha memegang sendok dengan tangan gemetar.

CUT TO:

40. INT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - PAGI

Bapak menyeret kopernya menuju ruang tamu. Mama dan Asha mengikutinya di belakang. Bapak menciumi kening Mama. Asha melihat mereka dan menundukan kepalanya sedih.

BAPAK

Asha, kamu berangkat sendiri dulu ya. Hati-hati.

Bapak mengusap kepala Asha pelan dan pergi keluar. Tak berapa lama Asha membereskan barang-barangnya dan mengambil tasnya di meja, hendak pergi keluar.

MAMA

(bingung)

Loh kamu juga mau berangkat? Baru jam setengah enam, gak ke pagian?

ASHA

Ah, Asha ada urusan di sekolah jadi harus datang pagi-pagi.

MAMA

(Lembut)

Ah gitu, Hati-hati ya. Kunci motornya ada di meja.

Asha tersenyum dan merapikan seragamnya sebentar.

MAMA (CONT'D)

Oh iya, Mama sore nanti mau ketemu temen. Nanti kuncinya mama taruh di bawah pot ksya biasa.

Asha menganggukan kepalanya dan pergi menuju meja tempat kuci berada. Di sana ada sebuah kunci motor yang bersebelahan dengan sebuah bingkai kecil berisi foto Bapak, Mama dan Asha kecil yang sedang tersenyum ke kamera di sebuah pasar malam. Asha mengambil kuncinya dan berjalan pergi.

MATCH CUT TO:

40. INT. RUANG KELAS - SIANG

Asha memasuki kelas dan berjalan melewati teman-temannya yang sedang mengobrol. Dia kembali duduk di kursinya dan membaca sebuah buku. Icha datang ke kursi Asha dengan riang.

ICHA

Sa, ayo jajan. Aku traktir.

ASHA

(Tersenyum)

Gak dulu deh Ca. Makasih

ICHA

Loh seriusan?

Asha menganggukan kepalanya dan kembali membaca buku. Icha mengankat bahunya dan pergi dengan temannya yang lain. Asha membalikan lembaran bukunya.

MATCH CUT TO:

41. EXT. TERAS RUMAH ASHA REMAJA - SORE

Kita melihat Asha mengankan lembaran daun yang berada di antara pot. Asha mencari kunci yang ada di bawah pot dan tidak menemukannya. Asha pergi meninggalkan barisan pot bunga yang ada di teras dengan wajah Asha murung dan terlihat kelelahan. Asha berjalan mengelilingi teras dan menemukan ada sepasang sepatu hitam pria yang disembunyikan diantara pot tanaman lain. Asha melihat sepatu itu dengan wajah bingung.

ASHA

(Berteriak)

Ma, Asha pulang!

Asha menempelkan wajahnya ke jendela dan kemudian mendekat ke arah pintu. Asha memegang gagang pintu dengan ragu. Pintu terbuka, dan Asha masuk ke dalam rumah.

MATCH CUT TO:

42. INT. RUANG TENGAH - CONTINUOUS

Asha berjalan memasuki ruang tengah. Kondisi ruangan itu kosong. Asha berhenti berjalan, sesaat ADA SUARA BENDA TERJATUH dari arah kamar Mama dan Bapak. Asha mendekati pintu kamar yang sedikit terbuka itu dan mengintip.

INSERT: Mama yang berciuman dengan seorang pria dan melihat Asha yang mengintip dari celah pintu.

Mata Asha membelalak tidak percaya. Asha menggigiti bibirnya dengan sangat keras. Asha berjalan mundur dan berlari keluar rumah dengan cepat.

CUT TO:

43. EXT. TROTOAR JALAN - MALAM

Kita melihat Asha yang berjalan sendirian di pinggir trotoar jalan. Tatapan mata Asha terlihat kosong. Asha berhenti kemudian mengambil ponsel dari dalam saku roknya. Asha menelpon dan berusaha menahan tangisnya.

ASHA

(Lesu)

Halo, Asha nginap di rumah Mina ya malam ini.

CUT TO:

44. INT. RUMAH TANTE - KAMAR - SIANG

Kita melihat sebuah ruangan yang sedikit gelap. Hanya ada sedikit cahaya matahari yang masuk ke dalam sela-sela tirai kamar. Di sana ada Asha yang berbaring di sebuah kasur kecil dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

Pintu kamar terbuka. Seorang wanita paruh baya yang memakai daster memasuki kamar. Wanita itu adalah MINA (45) tante Asha. Mina mendekati Asha yang masih terbaring dan duduk di sampingnya.

TANTE

(Khawatir)

Asha, dari kemarin kamu kaya gini. Kamu kenapa? Kalo ada apa-apa cerita aja ke Mina.

Asha tetap diam. Mina berdiri dari kasur dan membuka tirai dan jendela. Kamar menjadi terang. Tante menatap Asha dengan wajah khawatir.

TANTE (CONT'D)

Kalo kamu perlu sesuatu panggil aja Mina ya.

Tante pergi menuju pintu dan membukanya.

MATCH CUT TO:

45. EXT. BANDARA - SIANG

Bapak membuka pintu dan keluar dari toko roti dengan koper di tangannya. Bapak berhenti berjalan. Mengeluarkan ponsel yang bergetar dari dalam kantong jaketnya. Bapak mengangkat telepon.

TANTE (V.O)

(On Phone)

Halo dek, kenapa baru bisa di hubungin si. kamu sama istri kamu berantem ya? Asha kaya orang ketakutan loh ini. Udah dua hari dia ada di rumah ku.

BAPAK (O.S)

Loh, Asha kenapa? Aku masih di luar kota.

TANTE (V.O)

(On Phone)

Aku juga gak tau. Dia cuman bilang, dia gak mau pulang ke rumah.

Bapak diam.

TANTE (V.O) (CONT'D)

(On Phone)
Kamu cepetan pulang deh, takut Asha kenapa-napa.

Telepon terputus. Bapak mencoba menelpon Mama berulang kali tapi selalu di tolak. Bapak terdiam, dan wajahnya terlihat khawatir.

SMASH CUT TO:

46. EXT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - NIGHT

Bapak membuka pintu dengan kasar. Dia memasuki rumah dengan wajah khawatir. Bapak terkejut melihat Mama yang sedang duduk di kursi menyilangkan kedua tangannya di dada. Bapak mendekati Mama.

BAPAK

Asha, udah pulang?

Mama diam, menatap Bapak dengan dingin.

BAPAK (CONT'D)

Dek, Ada apa sama Asha. Katanya dia gak pulang dari kemarin.

Mama berdiri dari kursi dan mendekat ke arah Bapak berdiri.

MAMA

Aku mau kita cerai.

BAPAK

(Terkejut dan marah)

Kok kamu tiba-tiba ngomong gitu!

MAMA

(Penuh penekanan)

Pokoknya aku mau cerai. Aku udah muak sama kamu!

Bapak terdiam kaku. Mama menatap Bapak penuh amarah. Bapak mendekati Mama dan menggengam tanganya.

BAPAK

Dek, kamu gak serius kan? Aku gak mau kita cerai.

Mama menepis tangan Bapak.

MAMA

Aku serius. Kamu juga tau kan kalau selama ini aku main belakang? Kamu emang bodoh, Bang.

BAPAK

(Memohon)

Aku gak peduli kamu mau selingkuh atau apa. Tapi aku mohon, kita gak usah pisah.

Pintu luar terbuka tiba-tiba. Di sana ada Asha yang masuk ke dalam rumah dengan wajah marah.

ASHA

(lirih)

Kenapa? Kenapa Mama jahat banget sama aku dan Bapak.

Air mata perlahan keluar dari mata Asha.

ASHA (CONT'D)

(Berteriak)

Kenapa, Ma?

Mama menghindari tatapan Asha. Bapak masih terdiam.

ASHA (CONT'D)

(Marah)

Bapak juga, diselingkuhin masih aja diam. Asal Bapak tau ya, kamar Bapak udah jadi tempat yang menjijikan. Mama sama selingkuhannya tidur di sana kemarin!

Bapak marah, dan melemparkan sebuah bingkai foto yang ada di sampingnya ke lantai.

BAPAK

(membentak)

Asha, diam kamu!

Mama tersenyum sinis dan menatap wajah Bapak.

MAMA

Kenapa, Bang? Yang dibilang Asha emang bener kok.

Mama mendekati Asha yang menangis.

MAMA (CONT'D)

Asha, kamu nanya kenapa Mama ngelakuin ini kan? Dengar baik-baik ya. Dari awal, Mama gak sayang sama kamu dan Bapak mu itu. Kalian itu cuman penghalang. Kalian udah ganggu kebebasan aku. Aku udah capek pura-pura cinta dan sayang sama kalan!

Asha membelalakan matanya, dia menggigiti bibirnya dengan keras hingga berdarah. Tubuh Asha bergetar hebat.

MAMA (CONT'D)

(Marah)

Apalagi kamu bang. Aku muak banget sama kamu. Yang kamu pikirin itu cuman kerjaan, kerjan, kerjaan aja! Kamu juga pura-pura peduli kan sama aku selama ini?

BAPAK

Kamu ngomong apa dek, aku emang peduli sama kamu!

MAMA

Peduli? Kalo kamu emang bener peduli kenapa pas aku lagi sakit kamu gak ada? Waktu aku lahiran dulu juga, kamu sibuk sama kerjaan kamu!

Mama mulai menangis. Bapak mendekati Mama dan berusaha memeluknya, tapi Mama menepisnya.

MAMA (CONT'D)

Rasa sayang dan peduli kamu sama aku itu gak pernah sampai ke aku, bang. Aku udah muak. Intinya, aku tetap mau kita pisah!

Mama pergi keluar dari rumah. Bapak terlihat marah dan frustasi. Asha menangis dan pergi berlari masuk ke kamarnya.

DISSOLVE TO:

47. BEGIN MONTAGE - VARIOUS LOCATIONS

-Ruang tengah: Kita melihat sebuah bingkai foto yang pecah. Di foto itu terlihat Bapak, Mama dan Asha kecil yang tersenyum lebar ke kamera di sebuah pasar malam. Pecahan kaca bertebaran mengelilingi lembar foto itu.

Asha mengambil lembaran foto tersebut dan menatapnya dengan wajah yang sedih. Wajah Asha terlihat pucat dan sembab. Seragam yang di kenakannya terlihat tidak terlalu rapi. Asha memasukan lembaran foto itu ke dalam tas ranselnya dan berjalan menuju pintu luar. Pintu tertutup.

-Selasar sekolah: Asha sedang berjalan dengan kepala yang menunduk. Tara dan Asha berpapasan, namun Tara tidak menghiraukan Asha. Tara pergi ke arah Alfin. Mereka mengobrol dengan senang.

-Taman: langit mulai sore, Asha berjalan sendirian menuju sebuah taman kecil yang cukup ramai orang. Asha duduk di sebuah kursi dan melihat orang-orang di sekelilingnya. Di taman itu orang-orang terlihat bahagia. Pandangan Asha tertuju ke arah pasangan suami istri yang sedang bermain dengan anak kecil berumur sekitar empat tahun. Asha mengalihkan pandangannya ke langit senja. Asha melihat ke atas, tersenyum kecil dan mulai menangis.

END MONTAGE

48. INT. RUMAH - DAPUR - MALAM

Asha pulang kerumahnya dengan mata yang sembab. Suasana rumah terlihat sangat sepi. Asha berjalan ke arah dapur dan melihat Bapak yang terlihat stress sedang duduk di meja makan. Di atas meja terlihat beberapa kaleng bir yang kosong. Asha berjalan ke arah dispenser dan pergi mengambil minum.

BAPAK

(Lirih)

Asha, maafin Bapak ya. Bapak udah gagal jadi panutan yang baik bagi kamu.

Asha meletakan gelasnya di meja dan menangis kembali. Bapak berdiri dan mendekati Asha dan memeluknya erat.

BAPAK (CONT'D)

(Menangis)

Keluarga kita hancur karna Bapak. Maafin Bapak ya dek.

Bapak melepaskan pelukannya dan berusaha menenangkan dirinya dan Asha.

BAPAK (CONT'D)

Asha, kayaknya Bapak gak bisa tinggal di sini lagi. Kamu mau ikut Bapak, atau kamu masih mau di sini? Bapak udah ngomong sama tante mu, dia bilang...

ASHA

(Menyela)

Gak, pak. Asha ikut Bapak aja. Lagian Asha udah gak punya siapa-siapa lagi di sini.

Asha mengusap air matanya dan berjalan pergi dari dapur.

CUT TO:

49. INT. KAMAR ASHA MUDA - CONTINUOUS

Asha menaruh tasnya di atas meja belajar. Dia duduk di kursi dengan tatapan yang kosong. Asha membuka tasnya dan mengeluarkan selembar foto yang diambilnya sebelumnya. Tangannya bergetar. Asha menggigiti bibirnya dengan keras.

Asha mengambil sebuah buku agenda kecil dari mejanya. Dia menempelkan lembaran foto di halaman buku itu. Asha juga mengambil sebuah lembaran foto yang diberikan Alfin kepadanya dulu. Fotonya bersama Tara juga Asha tempel kedalam buku agenda. Asha menatap foto-foto tersebut dengan air mata yang terus mengalir. Asha mengusap wajahnya dengan kasar. Asha membalik lembaran bukunya ke halaman yang lain. Dia mengambil sebuah pulpen berwarna merah dan mulai menulis "13 Desember, 2012. WORST DAY EVER. AKU CAPEK."

END FLASHBACK

DISSOLVE TO:


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)