Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
39. INT. RUMAH ASHA REMAJA. DAPUR - MALAM
Kita melihat Asha yang berjalan ke arah meja makan. Dia duduk besebrangan dengan Mama dan Bapak yang sedang makan malam. Asha mengambil piring dan mengisi makanan di dalamnya.
BAPAK
ASHA
BAPAK
Asha terdiam dan memulai makannya. Asha berhenti mengunyah sesaat melihat wajah marah Mama.
MAMA
BAPAK
MAMA
BAPAK
(Ragu)
Mama menaruh sendoknya dengan kesal. Dia berdiri dari kursinya. Bapak menyusul Mama yang pergi dengan wajah yang panik.
Asha melanjutkan makannya. Di sebelahnya ponsel Mama bergetar. Asha mengambil ponsel tersebut. Di layar terlihat notifikasi pesan masuk yang bertuliskan "Sayang, aku kangen. Dua hari lagi aku kerumah kamu ya (emoji hati)".
Asha terkejut dan langsung meletakan ponsel itu ke tempatnya semula. Mama dengan cepat berjalan ke arah dapur. Asha melanjutkan makan, dan berpura-pura tidak peduli. Mama mendekat dan melihat ponselnya yang menyala. Mama mengambil ponsel itu dan melihat Asha dengan wajah datar tanpa ekspresi. Asha memegang sendok dengan tangan gemetar.
CUT TO:
40. INT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - PAGI
Bapak menyeret kopernya menuju ruang tamu. Mama dan Asha mengikutinya di belakang. Bapak menciumi kening Mama. Asha melihat mereka dan menundukan kepalanya sedih.
BAPAK
Bapak mengusap kepala Asha pelan dan pergi keluar. Tak berapa lama Asha membereskan barang-barangnya dan mengambil tasnya di meja, hendak pergi keluar.
MAMA
(bingung)
ASHA
MAMA
(Lembut)
Asha tersenyum dan merapikan seragamnya sebentar.
MAMA (CONT'D)
Asha menganggukan kepalanya dan pergi menuju meja tempat kuci berada. Di sana ada sebuah kunci motor yang bersebelahan dengan sebuah bingkai kecil berisi foto Bapak, Mama dan Asha kecil yang sedang tersenyum ke kamera di sebuah pasar malam. Asha mengambil kuncinya dan berjalan pergi.
MATCH CUT TO:
40. INT. RUANG KELAS - SIANG
Asha memasuki kelas dan berjalan melewati teman-temannya yang sedang mengobrol. Dia kembali duduk di kursinya dan membaca sebuah buku. Icha datang ke kursi Asha dengan riang.
ICHA
ASHA
(Tersenyum)
ICHA
Asha menganggukan kepalanya dan kembali membaca buku. Icha mengankat bahunya dan pergi dengan temannya yang lain. Asha membalikan lembaran bukunya.
MATCH CUT TO:
41. EXT. TERAS RUMAH ASHA REMAJA - SORE
Kita melihat Asha mengankan lembaran daun yang berada di antara pot. Asha mencari kunci yang ada di bawah pot dan tidak menemukannya. Asha pergi meninggalkan barisan pot bunga yang ada di teras dengan wajah Asha murung dan terlihat kelelahan. Asha berjalan mengelilingi teras dan menemukan ada sepasang sepatu hitam pria yang disembunyikan diantara pot tanaman lain. Asha melihat sepatu itu dengan wajah bingung.
ASHA
(Berteriak)
Asha menempelkan wajahnya ke jendela dan kemudian mendekat ke arah pintu. Asha memegang gagang pintu dengan ragu. Pintu terbuka, dan Asha masuk ke dalam rumah.
MATCH CUT TO:
42. INT. RUANG TENGAH - CONTINUOUS
Asha berjalan memasuki ruang tengah. Kondisi ruangan itu kosong. Asha berhenti berjalan, sesaat ADA SUARA BENDA TERJATUH dari arah kamar Mama dan Bapak. Asha mendekati pintu kamar yang sedikit terbuka itu dan mengintip.
INSERT: Mama yang berciuman dengan seorang pria dan melihat Asha yang mengintip dari celah pintu.
Mata Asha membelalak tidak percaya. Asha menggigiti bibirnya dengan sangat keras. Asha berjalan mundur dan berlari keluar rumah dengan cepat.
CUT TO:
43. EXT. TROTOAR JALAN - MALAM
Kita melihat Asha yang berjalan sendirian di pinggir trotoar jalan. Tatapan mata Asha terlihat kosong. Asha berhenti kemudian mengambil ponsel dari dalam saku roknya. Asha menelpon dan berusaha menahan tangisnya.
ASHA
(Lesu)
CUT TO:
44. INT. RUMAH TANTE - KAMAR - SIANG
Kita melihat sebuah ruangan yang sedikit gelap. Hanya ada sedikit cahaya matahari yang masuk ke dalam sela-sela tirai kamar. Di sana ada Asha yang berbaring di sebuah kasur kecil dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Pintu kamar terbuka. Seorang wanita paruh baya yang memakai daster memasuki kamar. Wanita itu adalah MINA (45) tante Asha. Mina mendekati Asha yang masih terbaring dan duduk di sampingnya.
TANTE
(Khawatir)
Asha tetap diam. Mina berdiri dari kasur dan membuka tirai dan jendela. Kamar menjadi terang. Tante menatap Asha dengan wajah khawatir.
TANTE (CONT'D)
Tante pergi menuju pintu dan membukanya.
MATCH CUT TO:
45. EXT. BANDARA - SIANG
Bapak membuka pintu dan keluar dari toko roti dengan koper di tangannya. Bapak berhenti berjalan. Mengeluarkan ponsel yang bergetar dari dalam kantong jaketnya. Bapak mengangkat telepon.
TANTE (V.O)
(On Phone)
BAPAK (O.S)
TANTE (V.O)
(On Phone)
Bapak diam.
TANTE (V.O) (CONT'D)
Telepon terputus. Bapak mencoba menelpon Mama berulang kali tapi selalu di tolak. Bapak terdiam, dan wajahnya terlihat khawatir.
SMASH CUT TO:
46. EXT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - NIGHT
Bapak membuka pintu dengan kasar. Dia memasuki rumah dengan wajah khawatir. Bapak terkejut melihat Mama yang sedang duduk di kursi menyilangkan kedua tangannya di dada. Bapak mendekati Mama.
BAPAK
Mama diam, menatap Bapak dengan dingin.
BAPAK (CONT'D)
Mama berdiri dari kursi dan mendekat ke arah Bapak berdiri.
MAMA
BAPAK
(Terkejut dan marah)
MAMA
(Penuh penekanan)
Bapak terdiam kaku. Mama menatap Bapak penuh amarah. Bapak mendekati Mama dan menggengam tanganya.
BAPAK
Mama menepis tangan Bapak.
MAMA
BAPAK
(Memohon)
Pintu luar terbuka tiba-tiba. Di sana ada Asha yang masuk ke dalam rumah dengan wajah marah.
ASHA
(lirih)
Air mata perlahan keluar dari mata Asha.
ASHA (CONT'D)
(Berteriak)
Mama menghindari tatapan Asha. Bapak masih terdiam.
ASHA (CONT'D)
(Marah)
Bapak marah, dan melemparkan sebuah bingkai foto yang ada di sampingnya ke lantai.
BAPAK
(membentak)
Mama tersenyum sinis dan menatap wajah Bapak.
MAMA
Mama mendekati Asha yang menangis.
MAMA (CONT'D)
Asha membelalakan matanya, dia menggigiti bibirnya dengan keras hingga berdarah. Tubuh Asha bergetar hebat.
MAMA (CONT'D)
(Marah)
BAPAK
MAMA
Mama mulai menangis. Bapak mendekati Mama dan berusaha memeluknya, tapi Mama menepisnya.
MAMA (CONT'D)
Mama pergi keluar dari rumah. Bapak terlihat marah dan frustasi. Asha menangis dan pergi berlari masuk ke kamarnya.
DISSOLVE TO:
47. BEGIN MONTAGE - VARIOUS LOCATIONS
-Ruang tengah: Kita melihat sebuah bingkai foto yang pecah. Di foto itu terlihat Bapak, Mama dan Asha kecil yang tersenyum lebar ke kamera di sebuah pasar malam. Pecahan kaca bertebaran mengelilingi lembar foto itu.
Asha mengambil lembaran foto tersebut dan menatapnya dengan wajah yang sedih. Wajah Asha terlihat pucat dan sembab. Seragam yang di kenakannya terlihat tidak terlalu rapi. Asha memasukan lembaran foto itu ke dalam tas ranselnya dan berjalan menuju pintu luar. Pintu tertutup.
-Selasar sekolah: Asha sedang berjalan dengan kepala yang menunduk. Tara dan Asha berpapasan, namun Tara tidak menghiraukan Asha. Tara pergi ke arah Alfin. Mereka mengobrol dengan senang.
-Taman: langit mulai sore, Asha berjalan sendirian menuju sebuah taman kecil yang cukup ramai orang. Asha duduk di sebuah kursi dan melihat orang-orang di sekelilingnya. Di taman itu orang-orang terlihat bahagia. Pandangan Asha tertuju ke arah pasangan suami istri yang sedang bermain dengan anak kecil berumur sekitar empat tahun. Asha mengalihkan pandangannya ke langit senja. Asha melihat ke atas, tersenyum kecil dan mulai menangis.
END MONTAGE
48. INT. RUMAH - DAPUR - MALAM
Asha pulang kerumahnya dengan mata yang sembab. Suasana rumah terlihat sangat sepi. Asha berjalan ke arah dapur dan melihat Bapak yang terlihat stress sedang duduk di meja makan. Di atas meja terlihat beberapa kaleng bir yang kosong. Asha berjalan ke arah dispenser dan pergi mengambil minum.
BAPAK
(Lirih)
Asha meletakan gelasnya di meja dan menangis kembali. Bapak berdiri dan mendekati Asha dan memeluknya erat.
BAPAK (CONT'D)
(Menangis)
Bapak melepaskan pelukannya dan berusaha menenangkan dirinya dan Asha.
BAPAK (CONT'D)
ASHA
(Menyela)
Asha mengusap air matanya dan berjalan pergi dari dapur.
CUT TO:
49. INT. KAMAR ASHA MUDA - CONTINUOUS
Asha menaruh tasnya di atas meja belajar. Dia duduk di kursi dengan tatapan yang kosong. Asha membuka tasnya dan mengeluarkan selembar foto yang diambilnya sebelumnya. Tangannya bergetar. Asha menggigiti bibirnya dengan keras.
Asha mengambil sebuah buku agenda kecil dari mejanya. Dia menempelkan lembaran foto di halaman buku itu. Asha juga mengambil sebuah lembaran foto yang diberikan Alfin kepadanya dulu. Fotonya bersama Tara juga Asha tempel kedalam buku agenda. Asha menatap foto-foto tersebut dengan air mata yang terus mengalir. Asha mengusap wajahnya dengan kasar. Asha membalik lembaran bukunya ke halaman yang lain. Dia mengambil sebuah pulpen berwarna merah dan mulai menulis "13 Desember, 2012. WORST DAY EVER. AKU CAPEK."
END FLASHBACK
DISSOLVE TO: