Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
6. INT. RUMAH ASHA DEWASA- RUANG TENGAH - MALAM
Kita melihat Asha masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu. Ruangan itu terlihat gelap, Asha meraba dinding pelan mencari saklar yang berada di samping pintu. Lampu menyala, dan ruangan kecil berukuran lima belas meter persegi itu menjadi terang seketika.
Asha menoleh ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 10.35 malam. Asha yang kelelahan duduk di kursi tamu, dan melepaskan sepatunya dengan asal. Dia duduk dan menyandarkan bahunya ke kursi sambil menatap ruang tamunya yang kecil.
Ponsel Asha berbunyi. Asha menghela napas dan mengambil ponselnya dari dalam tas. Sesaat melihat nama panggilan yang tertera, Asha tertegun. Ren, yang menelponya.
INTERCUT WITH REN
ASHA
REN
ASHA
REN
(Lega)
ASHA
REN
(Menyesal)
ASHA
REN
ASHA
(Canggung)
REN
ASHA
REN
ASHA
INTERCUT WITH REN END.
Asha mematikan telepon dengan cepat. Asha meletakan handphone nya di meja. Kemudian memegang kepalanya dan memijatnya perlahan.
ASHA (CONT'D)
CUT TO:
6. INT. KANTOR MAJALAH "CAKRAWALA" - LOBY- PAGI
Kita melihat Asha membuka pintu kaca dan masuk ke dalam loby kantor majalah "CAKRAWALA". Suasanya masih sangat sepi. Hanya ada beberapa pegawai dan satpam yang lalu lalang di sana. Rambut Asha yang diikat ponytail terlihat tidak terlalu rapi. Raut wajah Asha gelap pagi itu dan pakaianya sebagian terlihat kusut.
Asha mendekat ke arah mesin absensi biometrik dan meletakan jarinya di sana. Sesaat Asha ingin berjalan menuju lantai dua, Asha terkejut karena ada yang memegangi bahunya dari belakang. Asha menoleh, dan melihat seorang wanita dengan rambut gaya wolf cut tersenyum kearahnya. Dia HANNA (28), teman baik Asha.
HANNA
Asha mengela napas berat dan menatap wajah Hanna dengan raut wajah tidak percaya.
CUT TO:
7. EXT. ROOFTOP KANTOR - CONTINUOUS
Kita melihat Asha dan Hanna yang sedang berdiri menyandarkan tubuh di batas pengaman rooftop kantor mereka. Rooftop itu terlihat berantakan dan tidak terurus. Ada banyak tumpukan galon, kotak plastik, dan sebuah kursi plastik tidak terpakai di samping tubuh Hanna. Langit pagi itu juga terlihat mendung.
ASHA
HANNA
(Menutup telinganya)
ASHA
(Kesal)
HANNA
Asha melongok dan tak percaya, sesaat melihat Hanna mengeluarkan dua buah roti coklat dari dalam totebagnya.
HANNA (CONT'D)
Asha mengusap wajahnya frustasi. Hanna tersenyum dan terus menyodorkan roti coklat yang dipegangnya kepada Asha. Asha menutup mata dan menarik napasnya pelan berusaha menenangkan diri.
ASHA
(Kesal)
HANNA
ASHA
(Sarkas)
Hanna memakan rotinya sambil menatap pemandangan kota di hadapannya dengan santai. Asha yang masih kesal berjalan menuju sebuah kursi plastik di samping Hanna dan duduk. Asha membuka bungkus roti itu dan memakannya.
HANNA
ASHA
(Menghela napas berat)
Asha berdiri dari kursi dan hendak berjalan masuk. Namun, dengan cepat Hanna menarik bahu Asha dan mendudukannya kembali ke kursi.
HANNA
Asha kembali memakan roti dengan kesal dan menatap Hanna dengan wajah malas.
HANNA (CONT'D)
ASHA
HANNA
ASHA
Hanna menatap Asha curiga. Asha menghindari tatapan Hanna dan memakan rotinya gugup.
HANNA
(Curiga)
ASHA
Hanna menatap Asha dan menggelengkan kepalanya heran.
HANNA
ASHA
(Marah)
HANNA
Asha berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah pembatas rooftop, menatap pemandangan kota yang ada di hadapanya. Rambutnya yang ditiup angin, terlihat sedikit berantakan. Hanna mendekat ke arah Asha.
HANNA (CONT'D)
Asha menatap Hanna dengan tatapan tidak percaya.
ASHA
HANNA
ASHA
(Kesal)
HANNA
(Berdecak)
ASHA
(Tegas)
Asha menyilangkan tangan sambil menatap Hanna yang menatap jalanan di bawahnya. Mereka terdiam untuk sesaat.
HANNA
(Menghela napas)
ASHA
(Bingung)
HANNA
Asha yang mendengar perkataan Hanna terdiam.
HANNA (CONT'D)
ASHA
(Murung)
HANNA
Asha yang mendengar perkataan Hanna, menundukan kepalanya. Hanna melepaskan cengkramannya dan menatap Asha penuh harap.
HANNA (CONT'D)
(Frustasi)
Hanna mendekat ke arah Asha yang masih termenung.
HANNA (CONT'D)
(Ragu)
Asha membelalakan matanya terkejut. Asha membuang wajah ke arah lain, dan menggigit bibir bawahnya. Angin pada saat itu bertiup semakin kencang. Hanna mengusap-usap matanya yang terkena debu dengan asal.
HANNA (CONT'D)
Asha tersenyum masam dan menganggukan kepalanya pelan. mereka berjalan menuju pintu kayu berwarna coklat tua dan kembali masuk ke dalam.
CUT TO:
8. INT. KANTOR MAJALAH "CAKRAWALA" - KUBIKEL ASHA - SIANG
Kita melihat Asha yang sedang bekerja di depan komputernya. Kubikel tempat Asha bekerja penuh dengan notes dan kertas-kertas yang berhamburan. Ikatan rambut Asha juga terlihat acak-acakan. Sesekali Asha memijat dahinya.
Sebuah tangan menepuk bahu Asha dari belakang. Asha terkejut. Terlihat seorang wanita muda berjilbab hitam yang menepuknya tadi, dia salah satu KOLEGA (25) Asha di kantor.
KOLEGA
ASHA
(Tersenyum)
KOLEGA
Wanita itu pergi disusul dengan beberapa orang lainya. Asha menoleh ke arah sekitar. Ruangan terlihat kosong dan sunyi. Asha melihat jam dinding yang menunjukan pukul 12. 07. Asha menghela napas dan menyenderkan dirinya di punggung kursi kerjanya. Kepala Asha menengadah ke arah langit-langit kantor.
ASHA
(Menggumam)
Ponsel yang berada di atas meja Asha bergetar. Layar menunjukan pesan Whatsapp dari Hanna. Asha mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk.
HALF SCREEN: BUBBLE CHAT TEXT WITH: HANNA (NEW).
HANNA (NEW) : Buat lo ya cantik
HANNA (NEW) : pdf.081922.1
HANNA (NEW) : Tanda maaf dari gue (emoji hati)
Asha membuka file yang dikirim Hanna. Sebuah tiket digital berwarna pink, dengan gambar seorang wanita cantik berbaju dokter dengan pin bergambar hati dengan tulisan "WEBINAR DOKTER CINTA KU WITH KANIA LOVAJI (PROFESIONAL RELATIONSHIP COACH) TEMA: CINTA MU MASALAH KU".
Asha tersenyum kecil.
HANNA (NEW): Link zoomnya bakalan dikirim ke Email lo besok. dapetin slotnya perjuangan banget loh (emoji sedih). Tapi terserah lo sih mau ikut apa gk wkwkwkwk...
ASHA: IYA MAKASIH (emoji ok)
HANNA (NEW) : Atau cobain ngedate lagi sama si Ren deh... Dia nanyain lo mulu nih tadi (emoji ketawa)
HANNA (NEW): Tapi seriusan sa. Tadi gue gk sengaja ketemu sama dia pas abis interview, kayaknya dia beneran suka sama lo deh (emoji wink)
HALF-SCREEN SELESAI.
Asha meletakan ponselnya di atas meja dengan asal dan mengelus wajahnya gusar. Asha menghembuskan napas panjang. Badanya masih menyender ke kursi.
ASHA
(Gelisah)
Asha menegakan tubuhnya dan berdiri dari kursi.
ASHA (CONT'D)
Asha pergi menuju pintu kaca putih dan keluar dari ruangan. Ruangan kantor menjadi kosong. Tak berapa lama, TERDENGAR PELAN SUARA DERING PONSEL.
Di atas meja yang penuh akan kertas, ponsel Asha berdering, panggilan masuk. Layar menunjukan nama "BAPAK" dan pangilan terhenti.
CUT TO: