Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
30. INT. KAMAR ASHA REMAJA - MALAM
PRANG, bunyi piring pecah terdengar nyaring. Asha terlihat meringkuk ketakutan di atas kasurnya. Asha menggigiti bibirnya menahan tangis. Asha menarik sebuah selimut yang ada di dekatnya dan menyelimuti dirinya. Dari arah luar Bapak dan Mama sedang bertengkar hebat.
MAMA (O.S)
(Berteriak)
BAPAK (O.S)
(Membentak)
MAMA (O.S)
(Menangis)
BRAK, bunyi pintu di banting membuat Asha gemetar ketakutan. Asha semakin meringkukan dirinya dan mengusap air matanya.
DISSOLVE TO:
31. INT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - PAGI
Asha duduk melamun di kursi. Wajah Asha sedikit pucat, matanya terlihat sedikit memerah. Bapak dan Mama berjalan bersamaan dari arah ruang tengah. Asha sedikit terkejut melihat Bapak dan Mama yang terlihat akrab.
Mama membenarkan kerah baju Bapak. Bapak tersenyum. Asha mengerutkan dahinya dan menatap kedua orang tuanya dengan kebingungan. Bapak mendekat ke arah Asha.
BAPAK
(Khawatir)
Asha menggelengkan kepalanya dan dengan cepat berdiri. Bapak berbalik ke arah Mama. Mama mencium punggung tangan Bapak. Bapak mencium kening Mama dan kemudian memeluknya sebentar. Asha menatap Bapak dan Mama dengan wajah datar tanpa ekspresi. Dia menundukan kepalanya dan tersenyum sedih.
BAPAK (CONT'D)
Asha mencium punggung tangan Mama dan pergi menuju pintu keluar.
MATCH CUT TO:
32. MONTAGE - VARIOUS LOCATION
- Ruang kelas : Asha memasuki ruangan. Beberapa orang di dalam kelas terlihat bahagia, bermain dan bercanda dengan temannya. Asha duduk di kursinya dan melihat ke selilingnya. Asha menunduk dan menelungkupkan wajahnya di meja.
- Taman sekolah : Asha yang duduk mengangkat wajahnya dan melihat keeseliling taman. Asha melihat langit dan merenggangkan tubuhnya ke kanan dan kiri. Peregangan Asha berhenti sesaat dia melihat sepasang remaja yang sedang berpacaran melewatinya. Asha memandangi mereka dan tersenyum sedih.
- Selasar : Selasar dipenuhi siswa dan siswi yang terlihat terburu-buru ingin pulang ke rumah. Asha berjalan pelan di antara gerombolan itu. Wajahnya tertunduk lesu.
MONTAGE END.
CUT TO:
33. EXT. GERBANG DEPAN SMA ENGGANG - SORE
Asha berjongkok menunggu Bapak di depan gerbang. Asha melamun menghadap jalanan di depannya. Lingkungan sekolah sore itu mulai sepi. Pak satpam mendekat ke arah Asha. Dia menatap Asha dengan wajah lelah. Pak Satpam menempelkan dirinya di pagar.
PAK SATPAM
Asha tetap diam dan melamun. Pak Satpam menghembuskan napasnya berat. Dia pergi meninggalkan Asha. Pak Satpam melihat Tara dan memanggilnya. Tara mendekat dengan sepedanya.
PAK SATPAM (CONT'D)
(Lelah)
Tara menganggukan kepalanya. Dengan berlari kecil Pak Satpam pergi. Tara mendekat ke arah gerbang dan memarkirkan sepedanya. Tara tersenyum sesaat dia melihat Asha yang sedang melamun. Tara berjongkok di sebelah Asha.
TARA
Asha masih melamun. Tara terlihat sedikit khawatir dengan keadaan Asha. Tara memegang bahu Asha. Asha terkejut dan membelalakan matanya.
ASHA
TARA
Tara memegangi tangan Asha. Asha memandangi tangannya yang dipegangi Tara dengan wajah bingung. Tara menatap Asha dengan wajah khawatir.
TARA (CONT'D)
ASHA
(Tersenyum)
Asha menarik tangannya pelan, dan kembali mengalihkan pandangannya ke jalanan di depannya. Tara membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah jaket dan memakaikannya ke Asha. Asha menatap Tara yang tersenyum.
TARA
Asha memegang jaket Tara dengan erat. Kemudian dia melihat langit sore yang mulai menguning. Tara menatap Asha dengan wajah yang sedih.
TARA (CONT'D)
Asha menundukan kepalanya dan menggigit bibirnya.
TARA (CONT'D)
Hanya ada mereka berdua di lingkungan sekolah yang sepi itu. Asha menatap Tara dengan wajah yang terkejut.
MATCH CUT TO:
34. EXT. TAMAN SEKOLAH - SIANG
Terlihat Asha yang sedang memakan es krim dengan pandangan yang kosong.
ASHA
Icha yang duduk di sebelahnya berhenti memakan es krimnya dan menatap Asha dengan pandangan tidak percaya.
ICHA
ASHA
ICHA
(Menyela)
ASHA
ICHA
(Serius)
ASHA
ICHA
ASHA
(Memaksakan senyum)
Icha menganggukan kepalanya sambil memakan es krimnya. Asha menundukan kepalanya, menarik napas dan tersenyum.
CUT TO:
35. MONTAGE - VARIOUS LOCATIONS
- Gerbang Sekolah : Asha datang ke sekolah. Asha melihat Tara dari kejauhan dan memilih jalan lain.
- Perpustakaan : Asha yang melihat Tara masuk ke dalam perpustakan bersama teman-temannya. Asha bersembunnyi dan berusaha menghindari Tara.
- Gerbang sekolah : Tara menenteng sepedanya. Dia melihat ke arah gerbang sekolah tempat Asha biasanya menunggu. Tara terlihat sedih.
- SELASAR : Acara pembagian rapot. Terlihat Tara yang digeromboli teman-temannya. Asha dan Tara berpapasan. Asha tersenyum, namun Tara tidak memperdulikan Asha. Asha tersenyum sedih.
END MONTAGE
JUMP CUT:
36. EXT. DI DEPAN RUANG EKSKUL JURNALIS - SIANG
Asha berdiri di depan pintu. Asha memegang gagang pintu dengan ragu. Pintu tiba-tiba terbuka Asha terkejut. Dari dalam ada Tara dan Alfin. Alfin melihat Asha dengan marah. Asha mundur dan menatap Alfin dengan sedikit ketakutan.
ALFIN
ASHA
ALFIN
(menatap Asha dengan jijik)
TARA
(menggandeng tubuh Alfin dan mendorongnya)
Asha menatap Tara dan Alfin yang berjalan meninggalkannya sendiri. Asha terlihat shock, air matanya mengalir perlahan dari pipinya.
MATCH CUT TO:
37. EXT. SELASAR. DI DEPAN RUANG KELAS - CONTINUOUS
Bola mata Asha membesar. Wajahnya terlihat terkejut bercampur sedih. Asha menempelkan tubuhnya di dinding dan mendengarkan percakapan Icha dengan teman-teman di kelasnya.
ICHA (O.S.)
SISWA B (O.S.)
ICHA (O.S.)
(Ragu)
Asha terkejut dan mengintip dari sela-sela pintu yang tertutup.
INSERT : Segerombolan anak perempuan yang berkumpul bermain Truth or Dare dengan sebuah botol air mineral kosong di tengah-tengah mereka dan tertawa kecil.
Asha menundukan kepalanya sedih dia berjalan pelan.
ASHA
(Tersenyum sedih)
Asha pergi menjauhi ruang kelas dengan cepat.
MATCH CUT TO: