Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
11. KEBAHAGIAAN DAN RASA SAKIT (BABAK II)

30. INT. KAMAR ASHA REMAJA - MALAM

PRANG, bunyi piring pecah terdengar nyaring. Asha terlihat meringkuk ketakutan di atas kasurnya. Asha menggigiti bibirnya menahan tangis. Asha menarik sebuah selimut yang ada di dekatnya dan menyelimuti dirinya. Dari arah luar Bapak dan Mama sedang bertengkar hebat.

MAMA (O.S)

(Berteriak)

Aku pergi sebentar salah. Aku nerima telpon salah. Mau kamu itu apa sih bang?

BAPAK (O.S)

(Membentak)

Aku maunya ya kamu jujur. Gak sekali dua kali kamu bohong sama aku! Tadi kamu jalan sama siapa, hah?

MAMA (O.S)

(Menangis)

Mau aku bilang jalan sama temen, kamu juga gak bakalan percaya kan! Aku capek. Kalau kamu pikir aku selingkuh cerain aja aku sekarang!

BRAK, bunyi pintu di banting membuat Asha gemetar ketakutan. Asha semakin meringkukan dirinya dan mengusap air matanya.

DISSOLVE TO:

31. INT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - PAGI

Asha duduk melamun di kursi. Wajah Asha sedikit pucat, matanya terlihat sedikit memerah. Bapak dan Mama berjalan bersamaan dari arah ruang tengah. Asha sedikit terkejut melihat Bapak dan Mama yang terlihat akrab.

Mama membenarkan kerah baju Bapak. Bapak tersenyum. Asha mengerutkan dahinya dan menatap kedua orang tuanya dengan kebingungan. Bapak mendekat ke arah Asha.

BAPAK

(Khawatir)

Asha? Kamu sakit?

Asha menggelengkan kepalanya dan dengan cepat berdiri. Bapak berbalik ke arah Mama. Mama mencium punggung tangan Bapak. Bapak mencium kening Mama dan kemudian memeluknya sebentar. Asha menatap Bapak dan Mama dengan wajah datar tanpa ekspresi. Dia menundukan kepalanya dan tersenyum sedih.

BAPAK (CONT'D)

Asha, ayo.

Asha mencium punggung tangan Mama dan pergi menuju pintu keluar.

MATCH CUT TO:

32. MONTAGE - VARIOUS LOCATION

- Ruang kelas : Asha memasuki ruangan. Beberapa orang di dalam kelas terlihat bahagia, bermain dan bercanda dengan temannya. Asha duduk di kursinya dan melihat ke selilingnya. Asha menunduk dan menelungkupkan wajahnya di meja.

- Taman sekolah : Asha yang duduk mengangkat wajahnya dan melihat keeseliling taman. Asha melihat langit dan merenggangkan tubuhnya ke kanan dan kiri. Peregangan Asha berhenti sesaat dia melihat sepasang remaja yang sedang berpacaran melewatinya. Asha memandangi mereka dan tersenyum sedih.

- Selasar : Selasar dipenuhi siswa dan siswi yang terlihat terburu-buru ingin pulang ke rumah. Asha berjalan pelan di antara gerombolan itu. Wajahnya tertunduk lesu.

MONTAGE END.

CUT TO:

33. EXT. GERBANG DEPAN SMA ENGGANG - SORE

Asha berjongkok menunggu Bapak di depan gerbang. Asha melamun menghadap jalanan di depannya. Lingkungan sekolah sore itu mulai sepi. Pak satpam mendekat ke arah Asha. Dia menatap Asha dengan wajah lelah. Pak Satpam menempelkan dirinya di pagar.

PAK SATPAM

Masih belum di jemput nak?

Asha tetap diam dan melamun. Pak Satpam menghembuskan napasnya berat. Dia pergi meninggalkan Asha. Pak Satpam melihat Tara dan memanggilnya. Tara mendekat dengan sepedanya.

PAK SATPAM (CONT'D)

(Lelah)

Tolong kamu temenin anak yang di depan itu ya. Bapak mau ngunci kelas.

Tara menganggukan kepalanya. Dengan berlari kecil Pak Satpam pergi. Tara mendekat ke arah gerbang dan memarkirkan sepedanya. Tara tersenyum sesaat dia melihat Asha yang sedang melamun. Tara berjongkok di sebelah Asha.

TARA

Asha, belum di jemput?

Asha masih melamun. Tara terlihat sedikit khawatir dengan keadaan Asha. Tara memegang bahu Asha. Asha terkejut dan membelalakan matanya.

ASHA

Loh kak Tara?

TARA

Kamu kenapa, Sa. Kamu sakit?

Tara memegangi tangan Asha. Asha memandangi tangannya yang dipegangi Tara dengan wajah bingung. Tara menatap Asha dengan wajah khawatir.

TARA (CONT'D)

Sa, tangan kamu dingin banget. Kamu gak papa?

ASHA

(Tersenyum)

Gak papa, kak. Tangan ku emang biasanya dingin kok.

Asha menarik tangannya pelan, dan kembali mengalihkan pandangannya ke jalanan di depannya. Tara membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah jaket dan memakaikannya ke Asha. Asha menatap Tara yang tersenyum.

TARA

Pake aja, jaketnya bersih dan harum kok.

Asha memegang jaket Tara dengan erat. Kemudian dia melihat langit sore yang mulai menguning. Tara menatap Asha dengan wajah yang sedih.

TARA (CONT'D)

Ngeliat kamu begini rasanya bikin hati ku sakit, Sa. (beat) Kalo kamu ada masalah cerita aja ke aku. Aku siap dengerin kapan aja kok.

Asha menundukan kepalanya dan menggigit bibirnya.

TARA (CONT'D)

Jujur, aku pengen jadi orang yang bisa kamu percaya. Orang yang setidak bisa ringanin beban kamu walau cuman sedikit. Kalau aku punya kesempatan, aku juga pengen jadi orang yang special buat kamu.

Hanya ada mereka berdua di lingkungan sekolah yang sepi itu. Asha menatap Tara dengan wajah yang terkejut.

MATCH CUT TO:

34. EXT. TAMAN SEKOLAH - SIANG

Terlihat Asha yang sedang memakan es krim dengan pandangan yang kosong.

ASHA

Kayaknya, kak Tara suka sama aku deh.

Icha yang duduk di sebelahnya berhenti memakan es krimnya dan menatap Asha dengan pandangan tidak percaya.

ICHA

Hah? Suka kamu?

ASHA

Aku gak yakin sih, tapi kemarin...

ICHA

(Menyela)

Coba kamu pikirin lagi deh, Sa. Siapa tau kan kamu cuman ge'er. Setau ku kak Tara emang suka ngasih mix feeling ke banyak orang.

ASHA

Ah gitu ya Cha.

ICHA

(Serius)

Gimana kalo gini aja, Sa. Kamu pastiin perasaan kak Tara dulu. Biar kamu yakin buat ambil keputusan.

ASHA

Mastiinya gimana? Aku gak tau yang kaya beginian.

ICHA

Mudah kok, hindarin aja dia, Kalo kak Tara beneran suka sama kamu dia pasti bakalan ngejar kamu kok.

ASHA

(Memaksakan senyum)

Oh gitu ya?

Icha menganggukan kepalanya sambil memakan es krimnya. Asha menundukan kepalanya, menarik napas dan tersenyum.

CUT TO:

35. MONTAGE - VARIOUS LOCATIONS

- Gerbang Sekolah : Asha datang ke sekolah. Asha melihat Tara dari kejauhan dan memilih jalan lain.

- Perpustakaan : Asha yang melihat Tara masuk ke dalam perpustakan bersama teman-temannya. Asha bersembunnyi dan berusaha menghindari Tara.

- Gerbang sekolah : Tara menenteng sepedanya. Dia melihat ke arah gerbang sekolah tempat Asha biasanya menunggu. Tara terlihat sedih.

- SELASAR : Acara pembagian rapot. Terlihat Tara yang digeromboli teman-temannya. Asha dan Tara berpapasan. Asha tersenyum, namun Tara tidak memperdulikan Asha. Asha tersenyum sedih.

END MONTAGE

JUMP CUT:

36. EXT. DI DEPAN RUANG EKSKUL JURNALIS - SIANG

Asha berdiri di depan pintu. Asha memegang gagang pintu dengan ragu. Pintu tiba-tiba terbuka Asha terkejut. Dari dalam ada Tara dan Alfin. Alfin melihat Asha dengan marah. Asha mundur dan menatap Alfin dengan sedikit ketakutan.

ALFIN

Ngapain kamu ke sini lagi? Minggir, member kita udah penuh. (mengunci pintu) Kita gak perlu orang lagi.

ASHA

Maaf kak. Aku...

ALFIN

(menatap Asha dengan jijik)

Apa, Sa? Sekarang nyesel? Basi, udah kelamaan. Aku gak tau alasan kamu ngejauhin Tara apa, tapi yang kamu lakuin udah jahat banget. (Jengkel) Dan sekarang kamu balik ke sini buat apa? Mau ngehancurin hati Tara lagi?

TARA

(menggandeng tubuh Alfin dan mendorongnya)

Udah-udah Fin, ayo pergi. Bentar lagi bel masuk.

Asha menatap Tara dan Alfin yang berjalan meninggalkannya sendiri. Asha terlihat shock, air matanya mengalir perlahan dari pipinya.

MATCH CUT TO:


37. EXT. SELASAR. DI DEPAN RUANG KELAS - CONTINUOUS

Bola mata Asha membesar. Wajahnya terlihat terkejut bercampur sedih. Asha menempelkan tubuhnya di dinding dan mendengarkan percakapan Icha dengan teman-teman di kelasnya.

ICHA (O.S.)

Aku kenal sama Kak Tara udah dari kecil sih. Cuman pas di sekolah kita pura-pura gak kenal aja. (sedih) Dia cinta pertama ku, cuman katanya sih dia suka sama salah satu temen kita.

SISWA B (O.S.)

Si Asha? Kayaknya gak deh. Cocokan juga sama kamu. Lagian sekarang kan mereka udah gak sedeket dulu.

ICHA (O.S.)

(Ragu)

Hmmm... aku sekalian jujur aja deh sama kalian, tapi rahasiain ini dari Asha ya soalnya rada jahat. (beat) Mungkin mereka gak deket lagi itu gara-gara aku yang sedikit manas-manasin mereka. Soalnya aku rada-rada gak ikhlas, kak Tara suka sama yang lain.

Asha terkejut dan mengintip dari sela-sela pintu yang tertutup.

INSERT : Segerombolan anak perempuan yang berkumpul bermain Truth or Dare dengan sebuah botol air mineral kosong di tengah-tengah mereka dan tertawa kecil.

Asha menundukan kepalanya sedih dia berjalan pelan.

ASHA

(Tersenyum sedih)

Ternyata aku sendirian ya selama ini.

Asha pergi menjauhi ruang kelas dengan cepat.

MATCH CUT TO:


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)