Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
3. TAPI (BABAK I)

9. EXT. LUAR RUMAH ASHA DEWASA - SENJA

Kita melihat sebuah rumah kecil berwarna putih usang dengan lampu yang tidak menyala. Pagar yang mengelilingi rumah tersebut tidak terlalu tinggi, dan terlihat sedikit berlumut. Halamannya kecil, dengan paving block sebagai dasarnya. Halaman rumahnya kosong melompong, hanya ada beberapa tanaman di teras. Lampu jalan yang menyala, membuat rumah itu terlihat tidak terlalu gelap jika dilihat dari luar.

Kita melihat Asha yang datang bersama Driver ojek online yang berhenti di depan rumah itu. Asha melepaskan helm yang dia pakai, dan memberikan uang dua puluh ribu rupiah kepada sang Driver. Driver ojek online menerima uang, dan pergi.

Asha berbalik dan membuka pagar besi tua yang ada di depannya. PAGAR BERDECIT NYARING. Asha yang hendak menutup pagar kembali, terhenti ketika PONSEL YANG ADA DILAM TAS NYA BERDERING PELAN. Asha merogoh ponselnya, dan melihat layar panggilan masuk yang tertera nama "BAPAK" (55). Asha mengangkat teleponnya.

ASHA

Asallamualaikum, bapak apa kabar?

BAPAK (V.O.)

(On phone)

Wa'alaikumsallam, bapak baik. Kamu gimana?

ASHA

Asha baik kok, pak. Ini baru pulang kerja.

BAPAK (V.O.)

(On phone)

Tadi siang, bapak telpon kok gak diangkat dek?

Asha menutup pagarnya dan kemudian mengecek ponselnya.

ASHA

(Terkejut)
Ah, maafin Asha pak. Asha gak mengang HP tadi.

BAPAK (V.O.)

(On phone)

Iya, gapapa. Bapak ngerti.

Asha berjalan pelan menuju rumahnya.

beat.

BAPAK (V.O.) (CONT'D)

(On Phone)

Dek, kamu gak mau pulang? (lirih) Mama kamu sakit, dia bilang ke bapak pengen ketemu kamu.

Asha berhenti tepat di depan pintu rumahnya. Matanya mengerjap, bibir bawahnya digigit dengan kuat.

BAPAK (V.O.) (CONT'D)

(On Phone)

Dek?

ASHA

Maaf, Asha tadi lagi buka pintu.

Asha dengan cepat membuka kunci pintu.

BAPAK (V.O.)

(On Phone)

Dek, kamu udah lama gak ketemu mama kan? Lebaran kemarin juga gitu. (beat) Mama mu sakit parah, kita gak tau kedepannya gimana.

Rahang Asha mengeras. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar. Asha menggit bibir bawahnya dan menutup mata. Dia menghela napas berat.

BAPAK (V.O.) (CONT'D)

(On Phone)

Dek, bapak tau perasaan kamu. Tapi bapak mohon, sekali aja tengok mama kamu.

Beat.

ASHA

(Suara bergetar)

Pak, nanti lagi ya Asha telpon. Asha ada urusan. Asallamualaikum.

Asha mematikan teleponnya secara sepihak. Dengan cepat Asha membuka pintu dan masuk ke dalam rumahnya. Pintu tertutup.

MATCH CUT TO:

10. INT. KAMAR TIDUR ASHA DEWASA - CONTINUOUS

Kita melihat Asha membuka pintu dan masuk ke kamarnya. Asha berjalan pelan dan melemparkan tasnya sembarang ke lantai. Asha berjalan ke arah cermin dan menatap wajahnya dengan tatapan kosong.

ASHA (V.O.)

Perkataan Hanna benar. Dari dulu emang ada yang salah dengan ku.

Asha berbalik menuju sebuah nakas kecil di samping kasurnya.Asha menunduk dan membuka laci paling bawah. Di sana ada sebuah buku agenda kecil yang sudah terlihat usang. Asha mengambilnya, kemudian duduk di kasur.

Asha mengusap debu yang ada dibuku itu. Dia membuka lembaran buku perlahan dan membacanya.

ASHA (V.O.) (CONT'D)

Dan sekarang aku sadar apa yang salah.

Asha melihat dua lembar foto lama yang tertempel di lembaran buku. Foto pertama terlihat sebuah keluarga yang terdiri dari BAPAK (41) dan MAMA (35) yang sedang merangkul Asha kecil berumur 6 tahun sambil tersenyum lebar ke kamera di sebuah pasar malam. Asha menghela napasnya berat, menahan air matanya agar tidak keluar.

Di lembaran foto kedua terlihat dua anak SMA, yaitu TARA (16) dan ASHA REMAJA (15) yang sedang tersenyum sambil bertatapan. Anak laki-laki itu memegangi kepala anak perempuan itu dengan jahil membuat rambut pendek anak perempuan itu sedikit berantakan.

Air mata jatuh sesaat Asha melihat foto itu. Air matanya membasahi lembaran kertas yang sudah menguning. Tanganya bergetar.

ASHA (V.O.) (CONT'D)

Ternyata dari dulu aku takut berhubungan dengan segala hal yang berkaitan dengan kata hati dan cinta. Dan memilih untuk menghindar.

Asha mengusap air matanya dan membuka halaman lain dengan cepat. Dia berhenti di halaman bertanggal 13 Desember, 2012. Di lembaran itu ada tulisan dengan pulpen bertinta merah "WORST DAY EVER. AKU CAPEK!".

Air mata terus keluar dari pelupuk mata Asha. Dia menggigiti bibirnya sampai berdarah.

ASHA (V.O.) (CONT'D)

Mungkin bagi sebagian orang ini terdengar konyol, karna di mana-mana sesuatu yang berhubungan dengan cinta selalu di gambarkan dengan hal yang indah. (beat) Tapi faktanya, aku tidak melihat hal itu.

Asha meletakan buku tersebut di kasur dan berdiri. Asha mengusap air matanya dan berjalan cepat keluar menuju keran wastafel di dapur. Asha membuka keran air dan membasuh wajahnya dengan kasar, napasnya tak beraturan dan matanya memerah.

ASHA (V.O) (CONT'D)

Karna dari awal, aku lebih mengenal rasa sakit penghianantan. (Beat) Bahkan dari orang terdekat ku.

Asha membasuh wajahnya kembali dengan kasar hingga membuat pakaianya basah.

FADE OUT:




Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)