Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
9. EXT. LUAR RUMAH ASHA DEWASA - SENJA
Kita melihat sebuah rumah kecil berwarna putih usang dengan lampu yang tidak menyala. Pagar yang mengelilingi rumah tersebut tidak terlalu tinggi, dan terlihat sedikit berlumut. Halamannya kecil, dengan paving block sebagai dasarnya. Halaman rumahnya kosong melompong, hanya ada beberapa tanaman di teras. Lampu jalan yang menyala, membuat rumah itu terlihat tidak terlalu gelap jika dilihat dari luar.
Kita melihat Asha yang datang bersama Driver ojek online yang berhenti di depan rumah itu. Asha melepaskan helm yang dia pakai, dan memberikan uang dua puluh ribu rupiah kepada sang Driver. Driver ojek online menerima uang, dan pergi.
Asha berbalik dan membuka pagar besi tua yang ada di depannya. PAGAR BERDECIT NYARING. Asha yang hendak menutup pagar kembali, terhenti ketika PONSEL YANG ADA DILAM TAS NYA BERDERING PELAN. Asha merogoh ponselnya, dan melihat layar panggilan masuk yang tertera nama "BAPAK" (55). Asha mengangkat teleponnya.
ASHA
BAPAK (V.O.)
(On phone)
ASHA
BAPAK (V.O.)
(On phone)
Asha menutup pagarnya dan kemudian mengecek ponselnya.
ASHA
BAPAK (V.O.)
(On phone)
Asha berjalan pelan menuju rumahnya.
beat.
BAPAK (V.O.) (CONT'D)
(On Phone)
Asha berhenti tepat di depan pintu rumahnya. Matanya mengerjap, bibir bawahnya digigit dengan kuat.
BAPAK (V.O.) (CONT'D)
(On Phone)
ASHA
Asha dengan cepat membuka kunci pintu.
BAPAK (V.O.)
(On Phone)
Rahang Asha mengeras. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar. Asha menggit bibir bawahnya dan menutup mata. Dia menghela napas berat.
BAPAK (V.O.) (CONT'D)
(On Phone)
Beat.
ASHA
(Suara bergetar)
Asha mematikan teleponnya secara sepihak. Dengan cepat Asha membuka pintu dan masuk ke dalam rumahnya. Pintu tertutup.
MATCH CUT TO:
10. INT. KAMAR TIDUR ASHA DEWASA - CONTINUOUS
Kita melihat Asha membuka pintu dan masuk ke kamarnya. Asha berjalan pelan dan melemparkan tasnya sembarang ke lantai. Asha berjalan ke arah cermin dan menatap wajahnya dengan tatapan kosong.
ASHA (V.O.)
Asha berbalik menuju sebuah nakas kecil di samping kasurnya.Asha menunduk dan membuka laci paling bawah. Di sana ada sebuah buku agenda kecil yang sudah terlihat usang. Asha mengambilnya, kemudian duduk di kasur.
Asha mengusap debu yang ada dibuku itu. Dia membuka lembaran buku perlahan dan membacanya.
ASHA (V.O.) (CONT'D)
Asha melihat dua lembar foto lama yang tertempel di lembaran buku. Foto pertama terlihat sebuah keluarga yang terdiri dari BAPAK (41) dan MAMA (35) yang sedang merangkul Asha kecil berumur 6 tahun sambil tersenyum lebar ke kamera di sebuah pasar malam. Asha menghela napasnya berat, menahan air matanya agar tidak keluar.
Di lembaran foto kedua terlihat dua anak SMA, yaitu TARA (16) dan ASHA REMAJA (15) yang sedang tersenyum sambil bertatapan. Anak laki-laki itu memegangi kepala anak perempuan itu dengan jahil membuat rambut pendek anak perempuan itu sedikit berantakan.
Air mata jatuh sesaat Asha melihat foto itu. Air matanya membasahi lembaran kertas yang sudah menguning. Tanganya bergetar.
ASHA (V.O.) (CONT'D)
Asha mengusap air matanya dan membuka halaman lain dengan cepat. Dia berhenti di halaman bertanggal 13 Desember, 2012. Di lembaran itu ada tulisan dengan pulpen bertinta merah "WORST DAY EVER. AKU CAPEK!".
Air mata terus keluar dari pelupuk mata Asha. Dia menggigiti bibirnya sampai berdarah.
ASHA (V.O.) (CONT'D)
Asha meletakan buku tersebut di kasur dan berdiri. Asha mengusap air matanya dan berjalan cepat keluar menuju keran wastafel di dapur. Asha membuka keran air dan membasuh wajahnya dengan kasar, napasnya tak beraturan dan matanya memerah.
ASHA (V.O) (CONT'D)
Asha membasuh wajahnya kembali dengan kasar hingga membuat pakaianya basah.
FADE OUT: