Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
6. CERITA (BABAK II)

14. INT. RUMAH ASHA REMAJA. DAPUR - MALAM

Kita melihat Bapak yang sedang duduk di meja makan. Bapak terlihat sibuk dengan beberapa kertas yang diletakannya di atas meja dan sesekali menulis sesuatu di kertas-kertas itu.

Mama datang mendekati Bapak dan menaruh sebuah mangkok besar berisi sup ikan di meja.

MAMA

(Berteriak)

Asha, ayo makan dulu nak!

Mama melihat bapak dengan tatapan kesal. Bapak menyesap segelas kopi tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang dipegangnya. Mama mendekat ke arah Bapak dan menyentuh bahu bapak yang sedang duduk. Bapak menoleh ke arah Mama.

MAMA (CONT'D)

(Kesal)

Bang, makan dulu. Nanti lagi kerjanya.

Bapak tersenyum ke arah Mama dan dengan cepat merapikan kertas-kertas yang berada di atas meja makan. Bapak berdiri dari kursinya dan pergi.

Kita melihat Mama yang sedang sendirian di dapur. Mama pergi mendekat ke arah kulkas yang berada di samping meja makan dan mengambil sebuah ponsel BlackBerry. Mama terlihat mengetikan sesuatu dari ponselnya.

ASHA (O.S)

Malam ini kita makan apa?

Mama terkejut. Dengan gugup Mama berjalan mendekat ke arah Asha. Asha berdiri di dekat meja makan, dia memakai piyama dengan rambut berantakan yang sedikit basah sehabis mandi.

MAMA

Sup jelawat. Tolong kamu bantu Mama ambil piring sama nasi ya, biar kita cepet makan.

Mama menaruh ponselnya di atas meja makan dengan keadaan layar tertelungkup ke arah bawah. Asha berjalan ke arah rak piring dan mengambil beberapa peralatan makan. Mama pergi kearah dispenser dan mengisi teko air. Asha mendekat ke arah meja makan dan meletakan beberapa piring dan sendok di sana.

ASHA

(Kecewa)

Yah, Jelawat durinya kan banyak banget.

MAMA

(Tegas)

Asha, gak boleh gitu!

Asha dengan kesal berbalik, dan menuju ke arah pemanas nasi.

BAPAK (O.S.)

Iya, gak baik dek pilih-pilih makanan gitu.

Bapak berjalan ke arah meja makan dan duduk sambil menatap Asha. Asha menoleh ke arah Bapak dan berjalan mendekat ke arahnya dengan membawa sebaskom nasi di tangan. Asha menyusun piring-piring yang ada di meja makan dengan wajah cemberut.

BAPAK (CONT'D)

Ada makanan enak kaya gini harusnya kamu bersyukur loh. Dulu Bapak makan pake garem aja udah cukup.

ASHA

Asha gak pilih-pilih kok, kan Asha cuman bilang Jelawat durinya banyak tadi.

Asha duduk di kursi dengan kesal. Mama mendekat kearah meja makan dengan sebuah teko air dan meletakannya di meja. Mama duduk di kursi yang ada di sebelah Bapak, Asha duduk di seberang mereka.

MAMA

Udah, makan dulu. Keburu dingin masakan Mama. Asha tolong ambilin gelasnya.

Asha berdiri dari kursinya dan kembali pergi menuju rak piring. Mama dengan perlahan menggeser ponsel yang ditaruhnya di atas meja, mendekat ke arahnya. Bapak melirik Mama dan kemudian mengambil mangkok sup dan menaruh sup itu di atas piringnya. Asha kembali dengan tiga buah gelas kecil di tanganya, kemudian duduk kembali di kursi.

Bapak, Mama dan Asha mulai makan malam bersama.

Beat.

ASHA

Kalau Asha ikut ekskul gapapa kan?

BAPAK

Ekskul? Kalo OSIS Bapak gak setuju. Nanti kamu sibuk banget kalo ikut OSIS.

ASHA

Bukan OSIS. Ekskul yang lain kok.

MAMA

Emangnya kamu mau ikut ekskul apa dek?

ASHA

(Semangat)

Asha mau ikut jurnalistik, Ma.

Bapak mengerutkan dahinya dan menatap Asha bingung.

BAPAK

Jurnalistik? Waktu Bapak sekolah dulu, gak ada tuh ekskul Jurnalistik.

MAMA

(Kesal)

Bang, beda dong sama zaman kamu. Jangan di bandingin lah!

Bapak tersenyum malu ke arah Mama, dan melanjutkan makannya.

MAMA (CONT'D)

(Tersenyum)

Selama kegiatanya gak ganggu waktu belajar kamu, gak masalah. Lagian kamu juga udah gede sekarang.

Asha terlihat senang dan menganggukan kepalanya dengan semangat. Tak berapa lama, ponsel Mama yang berada di atas meja makan bergetar. Mama mengambil ponsel itu dan berdiri dari kursinya.

MAMA (CONT'D)

Bentar ya, Mama angkat telepon dulu.

Mama pergi menuju ke ruang tengah. Bapak melihat Mama dengan wajah datar tanpa ekspersi.

ASHA (O.S)

Siapa ya pak?

Bapak beralih menatap Asha yang sibuk dengan duri ikan yang ada di piringnya.

BAPAK

Bapak juga gak tau dek. Mungkin nenek kamu.

ASHA

Oh, bisa jadi ya pak. Soalnya akhir-akhir ini aku sering liat Mama dapat telpon. (Khawatir) Gak ada masalah kan sama nenek?

Bapak tidak merespon perkataan Asha. Asha dan Bapak kembali menyantap makanan mereka dengan diam.

CUT TO:

15. INT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - PAGI

Kita melihat Mama yang berjalan mendekat ke arah sebuah meja kayu yang berada di ruang tamu. Mama mengangkat kalender yang ada di sana, dan mengganti halaman kalender menjadi 18 JULI 2011.

Di ruangan yang sama, terlihat Asha yang berseragam putih abu-abu lengkap sedang duduk di kursi tamu. Asha yang sibuk dengan isi ranselnya, memasukan beberapa barang ke dalam tas. Mama berjalan ke arah Asha dan duduk di sebelahnya.

MAMA

Udah lengkap semua?

ASHA

Iya, Ma.

Asha menutup resleting tasnya, dan berdiri dari kursi.

ASHA (CONT'D)

(Sedikit berteriak)

Bapak ayo, hari pertama Asha di kelas loh ini!

BAPAK (O.S)

(Berteriak)

Iya!

Bapak masuk ke ruang tamu dengan sebuah tas kerja berwarna hitam di bahunya.

BAPAK (CONT'D)

Ayo berangkat.

Mama berdiri dari kursinya, dan mendekat ke arah bapak bersama dengan Asha. Mereka berjalan dan berhenti di depan pintu. Asha mencium punggung tangan Mama dan berjalan lebih dulu ke arah luar, meninggalkan Mama dan Bapak di dalam.

BAPAK (CONT'D)

Aku sama Asha berangkat dulu ya, kamu hati-hati di rumah.

MAMA

Iya bang, kamu juga.

Mama mencium punggung tangan Bapak.

BAPAK

Oh, iya. Kayaknya abang pulang telat hari ini. Nanti kamu makan malam duluan aja sama Asha ya.

Mama menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis. Bapak pergi keluar meninggalkan Mama sendirian. DARI ARAH LUAR TERDENGAR SUARA MOTOR YANG PERLAHAN MENJAUH.

Mama mengunci pintu rumahnya. Dia berbalik dan duduk kembali di kursi. Mama mengambil ponselnya dari dalam kantong bajunya, dan menelpon seseorang.

MAMA

Halo.

CUT TO:


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)