Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
9. BAGIAN DARI MEMORI (BABAK II)

25. EXT. TAMAN NASIONAL SEBANGAU PALANGKA RAYA - CONTINUOUS

Asha, Alfin dan Tara berjalan memasuki area taman nasional sebangau. Mereka berjalan pelan sambil melihat pemandangan di sekitar area tersebut. Di sana terlihat sebuah sungai gambut besar dengan warna coklat kehitaman yang memantulkan bayangan pepohonan dan langit layaknya sebuah cermin besar.

Asha, Alfin dan Tara berjalan menuju sebuah gazebo yang ada di sana. Mereka meletakan tas ransel dan duduk di tempat itu. Angin berhembus pelan. Mereka bertiga diam dan melihat beberapa orang terlihat perahu ataupun memainkan bebek-bebekan di sungai tersebut.

ALFIN

Wah, udah lama aku gak kesini. (menarik napas dan menghebuskannya) Bikin rileks ya kalo ke alam gini.

TARA

Iya, apalagi kalo harinya cerah. Pantulan airnya udah kaya cermin, jadi bagus buat difoto.

ALFIN

Kalo senja, pasti bagus banget nih. Apalagi kita ambil fotonya di atas sana.

Alfin menujuk sebuah tower yang cukup tinggi di daerah itu. Asha mengikuti arah kemana tangan Alfin menunjuk. Asha mengerutkan dahinya ragu.

ASHA

Bukannya bahaya ya kak? Itu kan tinggi banget. Apalagi kita di luar pas senja, katanya sih pamali.

ALFIN

(menatap Asha aneh)

Kamu percaya? Orang yang keluar pas senja terus naik gunung aja, ga papa tuh. Zaman sekarang udah gak ada yang namanya pamali-pamalian, Sa.

TARA

Hush, gak boleh gitu fin. Pamali.

ALFIN

Alah sama aja kamu Tar.

Alfin berdiri dari duduknya, meninggalkan Asha dan Tara berdua. Asha terlihat fokus dengan beberapa perahu yang melintas di depan mereka. Di sampingnya ada Tara yang diam-diam melihat Asha dari ujung matanya.

Angin berhembus pelan, membuat rambut Asha sedikit berantakan. Asha menyelipkan rambutnya ke samping telinganya.

ASHA

Katanya kalo naik perahu itu kita bisa lihat orang utan sama hewan yang lain. Tanaman rawanya juga kaya labirin gitu, kayaknya asik deh.

TARA

Oh, kayaknya iya sih. Hmm.. mau nyoba? Aku gak pernah sih soalnya kalo kesini paling cuman foto-foto atau gak naik bebek-bebekan aja sama adek ku. (beat) kamu pernah naik perahunya, Sa?

Asha mengalihkan pandangannya ke arah Tara dan tersenyum.

ASHA

Belum kak, kan tadi aku bilang itu katanya.

TARA

Oh.

Asha dan Tara tersenyum satu sama lain. Di belakang mereka ada Alfin yang sedang menatap mereka dengan wajah yang malas sambil bertolak pinggang.

ALFIN

(bersikap dramatis)

Aduh sakit banget dada ku, dianggurin gini. Ya tuhan, apakah aku sekarang sedang tidak dipedulikan? Apakah posisi ku sekarang sudah terganti?

TARA

Apaan sih Fin.

Tara berdiri dari duduknya. Asha menatap Alfin dengan wajah bingung dan ikut berdiri mendekati mereka. Tara memukul bahu Alfin dengan cukup keras. Alfin yang menerima pukulan dari Tara terlihat kesakitan dan mengusap-usap bahunya. Alfin menatap Tara marah, dan Tara balik menatap Alfin dengan tatapan yang sama. Alfin terlihat sedikit takut dan mengalihkan pandangannya ke Asha.

ALFIN

(Bersemangat)

Nah, jadi Sa. Kita bakalan ngambil foto-foto di sini. Nantinya kita juga bakalan bikin artikel gitu buat isi di dalam majalah sekolah.

ASHA

Oh, oke. Berarti sambil foto-foto gini, kita sambil bikin artikelnya ya?

TARA

Hmm... karna ini kali pertama kamu kayaknya kita ambil foto aja dulu. Santai aja, anggap ini acara penerimaan anggota baru.

ALFIN

Iya, dibawa santai aja dulu.

Tara mengambil kamera di dalam ranselnya dan tersenyum ke arah Alfin dan Asha.

TARA

Ayo, saatnya kita hunting foto-foto bagus.

CUT TO:

26. BEGIN MONTAGE - VARIOUS LOCATIONS

-Jembatan : Asha, Alfin dan Tara berjalan di jembatan. Mereka melihat-lihat keseliling. Alfin menunjuk ke suatu tempat, dan berlari kecil meninggalkan Asha dan Tara yang masih berjalan.

-Perahu : Asha, Alfin dan Tara manaiki perahu dengan hati- hati. Perahu mulai bergerak dan mulai mengelilingi sungai. Perahu berhenti sejenak, Tara mulai mengambil beberapa foto. Tara menunjukan foto-fotonya ke Asha dan Alfin. Tubuh Tara menegang, sesaat tubuhAsha mendekati Tara dan melihat gambar yang diambilnya. Tara menatap Asha dan tersenyum.

-Dermaga : Asha, Alfin dan Tara kembali ke daratan. Alfin keluar dari perahu terlebih dahulu, di susul oleh Tara di belakangnya. Tara mengulurkan tangannya untuk membantu Asha keluar dari perahu. Asha menyambut uluran tangan Tara, dan dengan hati-hati keluar dari sana.

MATCH CUT TO:

27. EXT. TOWER - SORE

Asha naik ke atas tower dengan bantuan uluran tangan Tara. Asha melepaskan pegangan tangannya dan menatap pemandangan indah di depannya. Hari mulai sore. Pantulan cahaya kuning di sungai bercahaya dengan indah. Asha, Alfin dan Tara melihat pemandangan di hadapan mereka dengan takjub. Alfin memfoto pemandangan di hadapannya.

ALFIN

Nah, benerkan bagus. Alfin kece emang cocok jadi fotografer handal.

TARA

(Mencibir)

iya deh, yang paling handal.

Alfin berdiri di belakang Tara dan Asha, kemudian dia memotret mereka dari arah belakang. Tara yang sadar sedang difoto dengan cepat mengalihkan pandangannya ke Alfin. Alfin menatap Tara dan dengan senyum jahilnya dia mengarahkan Tara untuk bergeser mendekati Asha yang masih menatap pemandangan di depannya. Tara mengerutkan dahinya dan menatap Alfin dengan tatapan kesal. Alfin cekikikan tidak menghiraukan kekesalan Tara.

Asha yang mendengar cekikikan Alfin berbalik dan menatapnya dengan wajah yang bingung. Melihat Asha yang kebingungan membuat tawa Alfin semakin keras. Dengan susah payah Alfin berusaha untuk menghentikan tawanya.

ALFIN

Sa, Tar, ayo foto dulu.

ASHA

Hah, foto kak?

ALFIN

Iya, foto. Biar aku yang fotoin. Rasanya kurang lengkap kalo kita gak foto-foto dulu kan!

Asha mengannggukan kepalanya dan tersenyum ke arah kamera. Jarak antara Asha dan Tara cukup jauh. Pose mereka terlihat kaku. Alfin menurunkan kamera yang dipengangnya. Wajahnya menunjukan ketidak puasan.

ALFIN (CONT'D)

Kalian kaya anak SD yang mau foto ijazah tau gak. Rileks dikit dong. Tara geseran dikit lah!

Tara menggeser tubuhnya.

ALFIN (CONT'D)

Lagi.

Tara menggeser tubuhnya lagi ke arah Asha. Bahu mereka saling menyentuh.

ALFIN (CONT'D)

Nah, Tar. Pegang ujung kepala Asha kaya orang gemas mau acak-acakin rambut anak kecil gitu.

TARA

Fin, jangan bikin Asha gak nyaman dong!

ALFIN

Bentar aja ya, Sa. Biar fotonya bagus.

Alfin menatap Asha penuh harap. Asha melihat Tara dan Alfin secara bergantian. Asha menghebuskan napasnya berat dan menganggukan kepalanya pasrah. Alfin terlihat sangat senang. Dia mulai mencari posisi yang pas dan bersiap dengan kameranya.

TARA

Maaf ya.

Tara mulai meletakan tangannya ke ujung kepala Asha dan mulai mengacak-acak rambut Asha pelan. Pada awalnya Asha sedikit terkejut dan memundurkan badannya sedikit. Tara dan Asha saling berpandangan dan saling tersenyum. Alfin yang melihat momen emas itu dengan cepat mengambil foto dengan kameranya. Flash kamera Alfin bersinar dengan sangat terang.

DISSOLVE TO:

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)