Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
ACT 2
FADE IN:
10. EXT. LUAR RUMAH ASHA REMAJA - PAGI (FLASHBACK)
Kita melihat sebuah rumah kecil bercat coklat dengan halaman yang cukup besar dan Asri. CICITAN BURUNG TERDENGAR DISEKITARAN RUMAH ITU. Satu buah motor matic keluaran tahun 2011 berwarna merah, terparkir dengan rapi di samping rumah.
BAPAK (O.S.)
(Berteriak)
CUT TO:
11. INT. RUMAH ASHA REMAJA. RUANG TAMU - CONTINUOUS
Kita melihat sebuah kalender kecil di meja kayu yang menunjukan tanggal 11 JULI 2011. Di sampingnya ada dua bingkai foto kecil.
Foto pertama ada sebuah keluarga yang terdiri dari BAPAK dan MAMA saat muda yang sedang merangkul Asha kecil berumur 6 tahun sambil tersenyum lebar ke kamera di sebuah pasar malam. Foto kedua menujukan Asha yang berumur 11 tahun yang memakai baju adat khas dayak Kalimantan Tengah sedang tersenyum lebar di kamera sambil memegang piala.
Dari arah pintu luar, masuk seorang pria berpakaian PDH dengan rambut klimis rapi. Badannya tegap dan tinggi, dengan kumis dan brewok tipis di wajahnya. Pria itu BAPAK (41).
BAPAK (CONT'D)
(Berteriak)
ASHA (O.S.)
(Berteriak)
Bapak terlihat gelisah, dia melihat jam tangannya berulang kali. Bapak berbalik dan berjalan ke arah pintu luar dan menyenderkan badannya di sana.
MAMA (O.S)
Seorang wanita cantik berambut panjang ikal berdiri di belakang Bapak. Wanita itu MAMA (35). Mama menyilangkan tanganya dan menatap Bapak sambil tersenyum. Bapak mendekati Mama, dan memeluknya erat.
ASHA (O.S.)
Di samping mereka ada ASHA REMAJA (15) yang masih berseragam SMP. Rambutnya yang pendek di kuncir dua dengan pita berwarna merah putih yang cukup panjang. Di lehernya ada sebuah name tag dari kardus yang dilapisi oleh karton berwarna pink bertuliskan "NAMA : ASHA DARLY (ASHA) KELAS: X3 SEKOLAH ASAL: SMPN 1 PALANGKA RAYA. KELOMPOK : PATIN.". Tali pengikat name tag itu terbuat dari anyaman tali rapia berwarna merah.
Asha menatap orang tuanya sambil tersenyum lebar. Bapak dengan malu melepaskan pelukannya dari mama dan berganti memeluk Asha.
ASHA (CONT'D)
BAPAK
Bapak melepaskan pelukanya. Asha berjalan cepat mengambil tas yang terbuat dari karung beras yang ada di atas meja ruang tamu dan mengambil sepatunya hitamnya dengan terburu-buru.
MAMA
ASHA
(Semangat)
Mama mengangguk, dan tersenyum lembut. Kemudian Mama mencium punggung tangan bapak. Bapak tersenyum kepada Mama.
BAPAK
MAMA
Asha dan Bapak berjalan keluar, dengan Mama mengikuti di belakang. Mama melihat dari depan pintu Asha dan Bapak yang mulai menaiki motor matic berwarna merah. Asha yang duduk di belakang melambaikan tanganya dengan semangat. Mama tersenyum melihat Asha. Ayah menyalakan motor dan melaju pergi.
Kita melihat Mama yang berdiri di depan pintu. Senyuman Mama perlahan memudar. Mama mundur masuk ke dalam dan pintu tertutup.
CUT TO:
11. EXT. GERBANG DEPAN SMA ENGGANG - CONTINUOUS
Kita melihat beberapa anak berseragam SMP dengan atribut aneh masuk ke wilayah sekolah SMA ENGGANG. Ada anak yang terlihat bersemangat, ada yang terlihat lesu, dan ada juga yang takut-takut.
Di depan gerbang ada banyak kendaraan yang berhenti, membuat jalanan penuh dan terganggu. Sebuah motor matic berwarna merah mendekat dan berhenti lebih jauh dari arah gerbang.
Asha turun dari motor dan melepaskan helm dari kepalnya. Rambutnya jadi sedikit berantakan dan kunciran pita merah putihnya juga tidak simetris lagi.
BAPAK
ASHA
BAPAK
ASHA
BAPAK
Asha mengangguk dan berlari kecil. Gerbang sekolah yang penuh dengan orang tua murid membuat Asha sedikit kesusahan memasuki area sekolah.
Tak jauh dari arah gerbang, ada dua orang anak berseragam SMA rapi sedang menghadang para murid baru. Mereka terdiri dari dua orang murid perempuan yang menjadi panitia MOS saat itu. Mereka adalah KAKAK KELAS #1 (16) dan KAKAK KELAS #2 (16).
Beberapa anak baru terlihat berjejer membentuk dua barisan memanjang rapi dan menunudukan kepala mereka. Asha dengan cepat bergabung dengan barisan tersebut dan ikut menundukkan kepalanya. Barisan berjalan perlahan, hingga waktunya giliran Asha.
KAKA KELAS #1
(Judes)
Asha menganggukan kepalanya takut.
KAKAK KELAS #2
(Marah)
ASHA
(Takut)
KAKAK KELAS #1
(Marah)
Tanpa pikir panjang Asha lari menuju bagian dalam sekolah. Asha berjalan semakin menjauh. Asha berhenti dan menarik napasnya.
MATCH CUT TO:
12. EXT. LAPANGAN UPACARA - CONTINUOUS
Asha menghembuskan napasnya berat. Asha menolehkan kepalanya kekanan dan kiri. Di lapangan kita melihat ratusan anak yang sedang melakukan upacara. Terik matahari membuat orang-orang di sana kelelahan. Hampir semua orang yang berdiri di lapangan itu gelisah dan menundukan kepala mereka. Beberapa anak dibawa menggunakan tandu karna pingsan. Suasanya terlihat kacau.
Di tengah lapangan terlihat seorang pria tua botak yang sedang berdiri di atas mimbar. Dia adalah KEPALA SEKOLAH (50) yang sedang membuka kegiatan MOS di SMA ENGGANG. Kepalanya yang botak terlihat bercahaya diterpa matahari.
KEPALA SEKOLAH
(Bersemangat)
Para guru yang mengikuti upacara juga terlihat sangat gelisah. Ada yang berpura-pura sakit kepala dan mundur dari barisan, ada yang menggaruk-garuk kepalanya, bahkan ada yang menutup wajahnya dengan sebuah selendang.
Di barisan peserta, kita melihat Asha yang sedang menunduk lesu. Dari bawah terlihat sebuah kaki dengan sepatu hitam, menyentuh ujung sepatu Asha. Asha menoleh dan melihat ada seorang gadis beratribut sama dengannya. Wajah cantiknya merah dan dipenuhi keringat. Gadis itu, ICHA (15).
ICHA
(Berbisik)
ASHA
(Berbisik)
Icha menyeka keringatnya dengan dasi yang dipakainya. Asha yang melihat itu, mengeluarkan tissue saku yang ada di sakunya. Tanpa menoleh dia memberikan selembar tissue itu ke Icha. Icha tersenyum dan mengambil tissue itu dengan cepat.
ICHA
(Berbisik)
ASHA
(Berbisik senang)
ICHA
Asha menganggukan kepalanya dan tersenyum. DARI BELAKANG MEREKA TERDENGAR DEHAMAN KECIL. Tubuh Asha dan Icha menegang.
KAKAK KELAS #1
Kakak kelas #1 yang berjaga di gerbang depan sebelumnya, berdiri di samping Asha dan menyilangkan kedua lenganya. Asha dan Icha menggelengkan kepala mereka bersamaan.
KAKAK KELAS #1 (CONT'D)
Kakak kelas menyentuh bahu Asha dan kembali berjalan ke belakang. Suasana di barisan Asha pun menjadi tegang. Mereka kembali diam. Asha menundukan kepalanya. Tak berapa lama, ada sebuah kilatan cahaya putih dari arah depan yang membuat Asha merasa terganggu. Dia mendongakan kepalanya.
Dari arah lapangan kita melihat seorang remaja laki-laki bertubuh tinggi, dan berkulit putih sedang sibuk dengan kameranya. Dia menggunakan jaket dengan tulisan "Jurnalistik" yang dibordir di bagian punggung. Remaja laki-laki itu TARA (16).
Asha terus memandangi Tara dari kejauhan. Mata Tara dan Asha bertemu. Tara tersenyum, Asha masih menatapnya. Tara mendekat ke arah Asha. Tubuh Asha menegang.
TARA
(Ramah)
Asha menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tara menganggukan kepalanya mengerti.
TARA (CONT'D)
(Ragu)
ASHA
(Bingung)
Asha terkejut, dan menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri. Tidak ada orang lagi di sana. Hanya ada Asha dan Tara. Dengan cepat Asha membungkukan badannya ke Tara, mundur dan pergi berlari.
TARA
(Berteriak)
Asha berlari makin cepat. Tara yang melihat punggung gadis itu menjauh, tersenyum dan berjalan menuju teman-temanya yang lain.
CUT TO: