Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
8. CITA (BABAK II)

22. INT. KAMAR ASHA REMAJA - MALAM

Asha duduk di meja belajar sambil menatap sekotak susu strawberry yang diberikan Tara sebelumnya. Lamunan Asha terhenti sesaat ponsel Blackberry miliknya berbunyi. Asha mengambil ponselnya dan membaca pesan grup di BlackBerry Messenger yang masuk.

HALF SCREEN: BUBBLE CHAT GROUP WITH JURNALIS WANNA BE.

KAK TARA : Minggu kalian pada kosong kan? Ayo nyicil bahan berita buat majalah sekolah XD

KAK ALFIN : Alah, baru juga masuk Tar. Mau istirahat dulu.

KAK TARA : Cih, kalo gitu sabtu habis sekolah aja kita ngumpulnya.

KAK ALFIN: Jangan, aku mau apel sama ayang U.U

KAK ALFIN: Minggu.

KAK ALFIN: BISA.

KAK TARA : Asha?

ASHA : Bisa kak

KAK TARA: Okedeh, nanti aku jemput ya. Biar gampang ngumpulnya. Jadi siap-siap ya, ntar aku infoin lagi (emoji tersenyum)

HALF-SCREEN SELESAI

Asha termenung melihat layar ponselnya. Kemudian dia meletakan ponsel tersebut di atas meja. Asha mengalihkan pandangannya ke susu strawberry dan menggenggamnya. Asha menatap susu itu dan meminumnya sambil tersenyum kecil.

CUT TO:

23. EXT. HALAMAN RUMAH ASHA REMAJA - PAGI

Langit pagi terlihat cerah. Lingkungan komplek perumahan Asha hari itu terlihat cukup ramai. Ada beberapa orang yang berkendara menggunakan motor ataupun berjalan kaki. BUNYI KLAKSON MOTOR DAN JUGA BUNYI ORANG BERJUALAN ROTI TERDENGAR DARI KEJAUHAN. Kita melihat Bapak yang sedang menyiram tanaman menggunakan selang air sambil bersenandung. Seorang pria (50) berjalan melewati rumah Asha dengan peralatan memancing lengkap. Pria itu adalah PAK RT.

BAPAK

Pak RT, mau kemana?

PAK RT

Mau ke sungai Kahayan pak. Biasalah.

BAPAK

Jalan kaki pak? Jauh loh itu.

PAK RT

Ya enggak lah, keburu ko'id saya kalo jalan mah. Bareng pak Alui, (mengangkat alisnya jahil), ngeng-ngeng pagi pake motor baru.

BAPAK

(Tertawa kecil)

Oh, kalo gitu mampir dulu pak. Ngopi dulu kita.

PAK RT

Yah saya udah ditungguin pak. Lagian rumah saya udah kotor banget, jadi harus cepat.

BAPAK

Loh bukannya mau mancing ya?

PAK RT

Ya kan saya mau nyari ikan sapu-sapu pak, biar rumah saya bersih (tertawa terbahak-bahak). Saya pergi dulu ya, keburu ikan di sungainya habis.

Pak RT berjalan meninggalkan Bapak sendirian. Bapak melihat punggung Pak RT yang menjauh dengan wajah melongo kebingungan. Selang air yang dipakainya masih menyala. Bapak tersadar sesaat melihat Asha yang keluar dari arah pintu dan duduk di pinggiran teras sambil mengikat tali sepatunya. Rambut pendek Asha hari itu diikat dua ke bawah dengan dua buah pita kecil. Bapak mengernyitkan dahi melihat Asha dan mematikan selang airnya. Bapak mendekat ke arah Asha.

BAPAK

Pagi begini mau kemana?

ASHA

Bukannya Asha udah bilang ada kegiatan ekskul?

BAPAK

Tapi kenapa kamu dandan cantik begini? Bapak jadi curiga (Mengernyitkan dahi).

ASHA

Dandan apaan sih pak. (Agak pelan) Asha cuman ngikat rambut sama pake bedak dikit aja kok.

BAPAK

Baru masuk SMA jangan pacaran dulu ya. Kamu udah janji loh!

Bapak dan Asha mengalihkan pandangannya sesaat sebuah mobil berwarna merah berhenti di depan rumah Asha. Tara keluar dari mobil tersebut dan mendatangi Asha dan Bapak. Asha berdiri mendekat ke arah Tara. Bapak menatap Tara dengan sinis.

TARA

(Ramah)

Pagi om.

BAPAK

Loh katanya mau kegiatan ekskul? kok cuman berdua?

TARA

(Tersenyum)

Kita bertiga kok Om, temen saya masih di mobil.

Bapak menatap Tara dengan curiga. Asha menggaruk lehernya dan menundukan kepalanya malu. Tara terlihat gugup dan memegangi lengannya karna merasa sedikit terintimidasi oleh tatapan Bapak. Tak berapa lama, Mama datang dengan menenteng kresek belanjaan berisi sayuran dan mendekat ke arah Asha, Bapak, dan Tara.

MAMA

Wah, udah mau berangkat ya?

ASHA

Iya, Ma. Kita udah mau berangkat.

Alfin datang ke arah mereka dengan berlari kecil.

ALFIN

Pagi, om. Pagi, tante.

BAPAK

(Terkejut)

Loh, cowoknya dua?

MAMA

(Mencubit pinggang Bapak)

Bang! (melembut) Asha kalian berangkat aja sekarang. (Mengalihkan pandangan ke arah Alfin dan Tara) Nanti sebelum pulang kalian mampir dulu ya, tante masak banyak. Biar sekalian kita kenalan. Pokoknya kalian hati-hati.

Mama menggandeng badan Asha dan Tara dengan pelan menuju pagar luar. Alfin yang sedikit terkejut mengikuti mereka dengan berlari kecil di belakang. Asha, Alfin dan Tara memasuki mobil dan pergi. Bapak mendekati Mama dan memandangi mobil yang semakin menjauh.

MAMA (CONT'D)

Bang lain kali jangan begitu. Kasihan anak orang ketakutan gara-gara kamu.

BAPAK

Tapi Anak kita dideketin cowok begitu loh dek!

MAMA

(Lelah)

Udah kali bang, Asha juga udah gede. Kalo kamu begini terus, bisa-bisa gak ada yang mau deket sama Asha nanti.

Mama pergi memasuki rumah dan meninggalkan Bapak yang masih berdiri di depan pagar.

CUT TO:


24. INT. MOBIL TARA - CONTINUOUS

Keadaan di dalam mobil hening. Di kursi penumpang ada Asha yang duduk sendirian. Asha menundukan kepalanya dan memainkan jemarinya karena merasa tidak enak dengan Alfin dan Tara.

Di kursi pengemudi ada Tara yang sedang sibuk memperhatikan jalan di depannya. Di samping Tara ada Alfin yang ikut diam mematung. Sesekali Tara melirik Asha dari spion dalam mobil dan kembali memperhatikan jalan. Alfin menoleh ke arah Tara dan Asha secara bergantian. Alfin menghembuskan napasnya berat.

ALFIN

Wah, kering banget. Gak ada yang ngomong.

TARA

(Tersenyum)

Gugupnya masih ketinggalan nih.

ALFIN

Wah, iya. Hampir aja aku pipis di celana tadi (mengusap lehernya).

ASHA

Maaf ya kak. Bapak orangnya emang suka gitu. Tapi dia orangnya baik kok!

Alfin menoleh ke belakang, menghadap Asha.

ALFIN

(tertawa)

Kamu lihat gak muka si Tara tadi gimana? Pucat banget loh. Kayaknya Bapak kamu orang pertama yang bikin Tara sepucat itu. Ah, sayang banget tadi gak di foto.

Tara tersenyum, dan melirik Asha kembali dari spion belakang. Alfin menoleh ke arah Tara dan tersenyum jahil.

ALFIN (CONT'D)

Jadi ayok kita senang-senang hari ini. (Berdeham) Sekalian kita memperbanyak cerita cinta cita masa SMA kita.

Tara mengerutkan keningnya dan menatap Alfin yang sedang tersenyum jahil.

ALFIN (CONT'D)

(Berteriak)

Go, go Tara go!!! (mengangkat sebelah tangannya ke udara)

Mobil melaju di jalanan sepi yang kanan kirinya terdapat hutan gambut. Mobil perlahan semakin menjauh.

CUT TO:

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)