Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
22. INT. KAMAR ASHA REMAJA - MALAM
Asha duduk di meja belajar sambil menatap sekotak susu strawberry yang diberikan Tara sebelumnya. Lamunan Asha terhenti sesaat ponsel Blackberry miliknya berbunyi. Asha mengambil ponselnya dan membaca pesan grup di BlackBerry Messenger yang masuk.
HALF SCREEN: BUBBLE CHAT GROUP WITH JURNALIS WANNA BE.
KAK TARA : Minggu kalian pada kosong kan? Ayo nyicil bahan berita buat majalah sekolah XD
KAK ALFIN : Alah, baru juga masuk Tar. Mau istirahat dulu.
KAK TARA : Cih, kalo gitu sabtu habis sekolah aja kita ngumpulnya.
KAK ALFIN: Jangan, aku mau apel sama ayang U.U
KAK ALFIN: Minggu.
KAK ALFIN: BISA.
KAK TARA : Asha?
ASHA : Bisa kak
KAK TARA: Okedeh, nanti aku jemput ya. Biar gampang ngumpulnya. Jadi siap-siap ya, ntar aku infoin lagi (emoji tersenyum)
HALF-SCREEN SELESAI
Asha termenung melihat layar ponselnya. Kemudian dia meletakan ponsel tersebut di atas meja. Asha mengalihkan pandangannya ke susu strawberry dan menggenggamnya. Asha menatap susu itu dan meminumnya sambil tersenyum kecil.
CUT TO:
23. EXT. HALAMAN RUMAH ASHA REMAJA - PAGI
Langit pagi terlihat cerah. Lingkungan komplek perumahan Asha hari itu terlihat cukup ramai. Ada beberapa orang yang berkendara menggunakan motor ataupun berjalan kaki. BUNYI KLAKSON MOTOR DAN JUGA BUNYI ORANG BERJUALAN ROTI TERDENGAR DARI KEJAUHAN. Kita melihat Bapak yang sedang menyiram tanaman menggunakan selang air sambil bersenandung. Seorang pria (50) berjalan melewati rumah Asha dengan peralatan memancing lengkap. Pria itu adalah PAK RT.
BAPAK
PAK RT
BAPAK
PAK RT
BAPAK
(Tertawa kecil)
PAK RT
BAPAK
PAK RT
Pak RT berjalan meninggalkan Bapak sendirian. Bapak melihat punggung Pak RT yang menjauh dengan wajah melongo kebingungan. Selang air yang dipakainya masih menyala. Bapak tersadar sesaat melihat Asha yang keluar dari arah pintu dan duduk di pinggiran teras sambil mengikat tali sepatunya. Rambut pendek Asha hari itu diikat dua ke bawah dengan dua buah pita kecil. Bapak mengernyitkan dahi melihat Asha dan mematikan selang airnya. Bapak mendekat ke arah Asha.
BAPAK
ASHA
BAPAK
ASHA
BAPAK
Bapak dan Asha mengalihkan pandangannya sesaat sebuah mobil berwarna merah berhenti di depan rumah Asha. Tara keluar dari mobil tersebut dan mendatangi Asha dan Bapak. Asha berdiri mendekat ke arah Tara. Bapak menatap Tara dengan sinis.
TARA
(Ramah)
BAPAK
TARA
(Tersenyum)
Bapak menatap Tara dengan curiga. Asha menggaruk lehernya dan menundukan kepalanya malu. Tara terlihat gugup dan memegangi lengannya karna merasa sedikit terintimidasi oleh tatapan Bapak. Tak berapa lama, Mama datang dengan menenteng kresek belanjaan berisi sayuran dan mendekat ke arah Asha, Bapak, dan Tara.
MAMA
ASHA
Alfin datang ke arah mereka dengan berlari kecil.
ALFIN
BAPAK
(Terkejut)
MAMA
(Mencubit pinggang Bapak)
Mama menggandeng badan Asha dan Tara dengan pelan menuju pagar luar. Alfin yang sedikit terkejut mengikuti mereka dengan berlari kecil di belakang. Asha, Alfin dan Tara memasuki mobil dan pergi. Bapak mendekati Mama dan memandangi mobil yang semakin menjauh.
MAMA (CONT'D)
BAPAK
MAMA
(Lelah)
Mama pergi memasuki rumah dan meninggalkan Bapak yang masih berdiri di depan pagar.
CUT TO:
24. INT. MOBIL TARA - CONTINUOUS
Keadaan di dalam mobil hening. Di kursi penumpang ada Asha yang duduk sendirian. Asha menundukan kepalanya dan memainkan jemarinya karena merasa tidak enak dengan Alfin dan Tara.
Di kursi pengemudi ada Tara yang sedang sibuk memperhatikan jalan di depannya. Di samping Tara ada Alfin yang ikut diam mematung. Sesekali Tara melirik Asha dari spion dalam mobil dan kembali memperhatikan jalan. Alfin menoleh ke arah Tara dan Asha secara bergantian. Alfin menghembuskan napasnya berat.
ALFIN
TARA
(Tersenyum)
ALFIN
ASHA
Alfin menoleh ke belakang, menghadap Asha.
ALFIN
(tertawa)
Tara tersenyum, dan melirik Asha kembali dari spion belakang. Alfin menoleh ke arah Tara dan tersenyum jahil.
ALFIN (CONT'D)
Tara mengerutkan keningnya dan menatap Alfin yang sedang tersenyum jahil.
ALFIN (CONT'D)
(Berteriak)
Mobil melaju di jalanan sepi yang kanan kirinya terdapat hutan gambut. Mobil perlahan semakin menjauh.
CUT TO: