Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
13. EXT. SMA ENGGANG. GERBANG SEKOLAH - SORE
Hari mulai sore. Dua anak berseragam SMA, keluar dari arah gerbang SMA ENGGANG menggunakan motor dan sepeda mereka. Suasana sekolah sore itu sudah sangat sepi. Jalanan di depan sekolah juga tidak banyak pengendara yang lewat.
Kita melihat Asha yang sedang berjongkok di samping gerbang depan SMA ENGGANG. Asha terlihat sangat bosan. Dia memegang sebuah lidi kecil di tangan kanannya dan menggesekanya ke tanah, menggambar sesuatu. Asha menghembuskan napas berat dan melemparkan lidi dengan kesal. Asha melihat keselilingnya. Hanya ada dia dan seorang satpam sekolah yang berada di sana.
Pria paruh baya yang duduk di pos satpam tepat di samping gerbang sekolah itu terlihat kebingungan. Dia menggaruk-garuk kepalanya. PAK SATPAM (50) berdiri dari tempat duduk dan mendekat ke arah gerbang tempat Asha menunggu.
PAK SATPAM
ASHA
(Murung)
PAK SATPAM
Asha tidak mendengarkan perkataan Pak Satpam. Pria itu semakin gelisah.
PAK SATPAM
ASHA
Dengan ragu Pak Satpam berbalik dan perlahan berjalan menjauh dari tempat Asha menunggu jemputanya.
Dari kejauhan terlihat Tara yang sedang berjalan sambil menggiring sepedanya.
PAK SATPAM
(Berteriak)
Pak Satpam terlihat senang dan melambaikan tangannya ke arah Tara dengan semangat. Tara berlari kecil menuju tempat Pak Satpam berdiri. Sesekali Tara memperbaiki tas ransel yang molorot di bahunya. Tara berhenti berlari, dan menatap pria paruh baya itu dengan wajah bingung.
PAK SATPAM (CONT'D)
TARA
PAK SATPAM
TARA
(Nyengir)
Pak Satpam mengangguk dan menepuk bahu Tara, lalu pergi. Tara menatap punggung Pak Satpam yang mulai menjauh. Tara kemudian mengalihkan pandangannya ke arah gerbang depan sekolah. Di sana dia melihat Asha yang sedang berjongkok sambil menatap jalanan sepi di depannya.
Dengan pelan Tara mendekat ke Arah Asha dan memarkirkan sepedanya di samping pos satpam. Tara melihat Asha yang melamun, terenyum kecil. Tara menaruh tasnya di tanah dan ikut jongkok di samping Asha.
TARA (CONT'D)
ASHA
(Menghela napas)
TARA
ASHA
TARA
Asha menggelengkan kepalanya dan terdiam. Dia menolehkan kepalanya pelan dan tersenyum canggung, tersadar akan kehadiran Tara di sampingnya.
ASHA
Tara tertawa lepas melihat kecanggungan Asha.
TARA
ASHA
TARA
Tara mengeluarkan ponsel BlackBerry miliknya dan memberikannya ke Asha. Asha mengambil ponsel itu dan terdiam agak lama. Tara memiringkan kepalanya dan menatap Asha sedikit bingung.
ASHA
(Ragu)
TARA
ASHA
Asha mengembalikan ponsel Tara. Tara menganggukan kepalanya dan mengambil ponsel itu dari tangan Asha. Asha yang terlihat murung, membuat Tara tersenyum.
TARA
ASHA
(Lesu)
TARA
Asha terkejut, dia menatap Tara takut.
TARA (CONT'D)
(Berbisik)
ASHA
(Serius)
TARA
Asha menegakan tubuh dan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan cepat. Tara melihat Asha dan tersenyum dengan lebar.
TARA (CONT'D)
Asha menatap Tara dan mengernyitkan dahinya.
ASHA
Tara menolehkan kepalanya ke samping dan tertawa kecil. Kemudian dia berdeham pelan dan menatap Asha sambil tersenyum.
TARA
Asha yang kesal hanya diam dan menatap jalanan sepi di depannya. Tara menatap Asha sebentar dan ikut mentap jalanan di depannya.
Beat.
TARA (CONT'D)
Tubuh Asha kaku. Dia diam dan tidak berani menatap wajah Tara.
TARA
(Khawatir)
ASHA
Dengan cepat Asha menggeser tubuhnya agak jauh dari tempat Tara duduk. Asha mengusap wajahnya kasar dan menghela napas berusaha menenangkan diri karena malu.
ASHA (CONT'D)
TARA
(Tersenyum jahil)
ASHA
(Frustasi)
TARA
Tara terlihat bersemangat dan membuka tas ransel yang ada di sampingnya dengan cepat. Dia mengeluarkan sebuah tas hitam kecil dari sana. Tara membuka tas kecil itu dan menunjukan kamera digital SLR EOS 600D berwarna hitam kepada Asha.
TARA (CONT'D)
ASHA
(Bersemangat)
Tara yang tadinya sibuk dengan kameranya, mentap Asha dengan senyuman yang lebar.
ASHA (CONT'D)
(Ragu)
TARA
ASHA
TARA
(Bersemangat)
ASHA
(Ragu)
TARA
(Menganggukan kepala)
Tara menjulurkan tangannya ke arah Asha, hendak bersalaman. Asha ragu menyambut uluran tangan Tara.
ASHA
Asha menarik tangannya dengan cepat. Tara tersenyum dengan lebar sesaat melihat Asha yang mengalihkan pandangannya dengan canggung.
TARA
Asha mengangguk pelan, tanpa menolehkan kepalanya ke arah Tara. Tara tersenyum dan mengarahkan pandangannya ke langit sore.
Beat.
Asha melihat Bapak dari kejauhan dengan motor merahnya. Asha berdiri dengan cepat dan tersenyum. Tara juga ikut berdiri di samping Asha.
ASHA
(Senang)
Asha berbalik dan berlari kecil menuju Bapak yang ada di sebrang jalan. Tara menganggukan kepalanya dan tersenyum sopan ke arah Bapak. Bapak tak merespon Tara dan hanya menatapnya. Bapak memberikan helm kepada Asha dan dengan cepat menyalakan motornya, lalu pergi.
Sekarang kita melihat Tara yang sendirian. Tara kembali ke pos dan mengambil sepedanya. Tara naik ke sepedanya dan pergi.
CUT TO: