Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
28. INT. RUANG KELAS. PAGI
Kita melihat sebuah papan tulis putih. Seorang siswa datang dan menuliskan 15 MARET 2012. Di belakang siswa itu ada Asha yang berjalan dengan senyum lebar di wajahnya. Asha duduk di kursinya dengan bersenandung kecil. Icha melihat Asha dengan bingung.
ICHA
ASHA
ICHA
(Menghadapkan tubuhnya ke Asha)
Asha membuka resleting tasnya dan mengeluarkan sebuah Majalah dengan sampul bertuliskan "SMA-GANG BISA!". Di cover tersebut terlihat kepala sekolah yang sedang menggandeng beberapa siswa di sampingnya. Asha tersenyum bangga memamerkan majalah yang di pegangnya itu.
ASHA
(Bersemangat)
Icha melihat-lihat majalah dan menatap wajah Asha dengan kagum.
ICHA
ASHA
Icha terus membuka halaman majalahnya dan terhenti ketika melihat selembar foto yang terselip di dalam salah satu lembaran di majalah itu. Icha mengambilnya dan melihat foto tersebut dengan tatapan wajah datar. Di dalam foto itu terlihat Asha dan Tara yang sedang tersenyum. Tara terlihat memegangi kepala Asha dengan jahil dan membuat rambut pendeknya sedikit berantakan.
ICHA
Asha terkejut dan melihat foto yang sedang di pegang Icha. Dia mengambil foto itu dan dengan cepat memasukannya ke dalam tasnya. Asha menggaruk lehernya salah tingkah.
ASHA
(Tersenyum)
ICHA
Icha kembali melihat majalah yang ada di hadapannya. Icha mengalihkan pandangannya dan menatap Asha dengan wajah penasaran.
ICHA (CONT'D)
ASHA
(Bingung)
ICHA
ASHA
ICHA
Asha terdiam menatap Icha yang sedang tersenyum lebar ke arahnya. Asha dengan perlahan mengambil majalah yang tergeletak di meja Icha pelan. Asha memaksakan senyum, dan memasukan majalah itu ke dalam tasnya. Asha menggeser tasnya dan menjatuhkan botol air berbahan metal ke lantai.
SMASH CUT TO:
29. INT. RUANG EKSKUL JURNALISTIK - SORE
Asha mengambil sebuah pulpen yang jatuh di lantai. Asha menegakan tubuhnya kembali dan meletakan pulpen tersebut ke atas meja. Asha termenung menatap pulpen tersebut. Asha menghembuskan napasnya berat dan mengeluarkan sebuah earphone berwarna putih dan memasangnya di telinga. Asha terlihat menuliskan sesuatu di sebuah buku dengan serius.
Pintu di belakang Asha terbuka. Alfin dan Tara memasuki ruangan sambil bercanda. Asha melepaskan sebelah earphone nya dan tersenyum ke arah mereka. Alfin dan Tara berjalan masuk dan duduk di sebrang Asha.
ALFIN
(Bersemangat)
TARA
(Tersenyum)
ALFIN
(Kesal)
Tara tertawa kecil dan mengeluarkan sebuah buku dan pulpen dari dalam tasnya. Alfin memainkan alisnya menggoda Asha yang sedang menatapnya bingung.
ALFIN (CONT'D)
ASHA
(Bingung)
ALFIN
ASHA
Alfin menyenderkan tubunya di kursi dan menganggukan kepalanya dengan bangga. Tara melihat Alfin dengan tatapan curiga.
TARA
ALFIN
Alfin mengeluarkan selembar foto dari dalam tasnya. Alfin mengangkat foto itu kedepan wajahnya dan menutup mulutnya, mengejek Tara. Tara melihat foto itu dan dengan cepat Tara merebutnya.
TARA
ALFIN
Tara memukul kepala Alfin dengan buku. Alfin tertawa terbahak-bahak. Asha yang melihat mereka terkekeh dan kembali memasang earphone di telinganya. Tara melirik Asha dan tersenyum.
Asha dan Tara terlihat sibuk menuliskan sesuatu di buku mereka. Di sisi lain Alfin sibuk memainkan ponselnya dengan satu kaki naik ke atas kursi. Alfin memukul lengan Tara heboh. Alfin melihatkan foto seorang gadis yang selfie dengan gaya duck face. Tara yang melihat foto itu mengerutkan dahinya dan menatap wajah Alfin bingung.
ALFIN (CONT'D)
TARA
Tara kembali menuliskan sesuatu di bukunya. Alfin terlihat kesal dan menunjukan foto-foto lainnya.
ALFIN
TARA
(Malas)
Alfin berusaha menghitung dengan jarinya dan tersenyum seperti orang bodoh. Tara menggelengkan kepalanya dan kembali menulis. Alfin menyenderkan kepalanya di meja dan menatap Tara.
ALFIN
Tara berhenti menulis dan menatap Alfin. Tara mengambil lembaran foto yang ada di meja dan memandanginya. Tara tersenyum.
TARA
ALFIN
Tara meletakan fotonya dan kembali menulis. Di lain sisi, Asha menggengam pulpennya dengan keras berusaha untuk menenangkan diri. Dia berhenti menulis dan memukul-mukul pulpen kemeja dengan pelan. Asha diam dan menahan senyum.
SMASH CUT TO :