Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
7. CINTA (BABAK II)

16. INT. RUANG KELAS. PAGI

Kita melihat suasana ruang kelas yang ramai. Sebagian anak-anak di ruangan terlihat berbicara dengan temannya dan sebagian lagi memilih untuk tetap duduk di kursi mereka.

Kita melihat Asha yang baru memasuki ruang kelas. Asha masuk keruangan dengan canggung dan melihat keseliling ruangan.

ICHA (O.S)

(Agak berteriak)

Hey, sini!

Asha menoleh ke arah Icha yang sedang duduk di kursi paling belakang. Asha berjalan cepat ke arah Icha yang memanggilnya tadi.

ICHA (CONT'D)

Duduk di sebelah ku aja, kosong kok.

Asha melepaskan tas ranselnya dan meletakan tas itu di atas meja. Asha duduk di sebelah Icha dan tersenyum.

ASHA

Makasih. (Ragu) Hmm, Kalo gak salah kamu Icha yang waktu itu kan?

Icha menganggukan kepalanya dan tersenyum.

ICHA

(Bersemangat)

Iya, kamu Asha kan? Kejadian waktu MOS bikin aku ingat banget sama kamu. Oh,Sekarang kita udah bisa ngobrol dengan bebas nih.

Asha menganggukan kepalanya dan tersenyum. Dia mengeluarkan beberapa alat tulisnya dari dalam tas. Asha dan Icha terlihat mengobrol dengan senang.

SISWA A (O.S)

(Berteriak)

Woi, yang namanya Asha di suruh kakel ke depan ruang OSIS!

Seketika ruangan kelas menjadi sunyi. Asha berdiri dari kursinya dengan gugup. Beberapa anak melihat ke arah Asha dan mulai berbisik. Asha berjalan ke luar kelas dengan cepat.

CUT TO:

17. EXT. SELASAR SEKOLAH. ‌CONTINUOUS

Kita melihat Asha yang berjalan pelan dengan wajah menunduk gugup di selasar sekolah. Telapak tangan Asha di kepal dengan sangat kuat. Dari kejauhan Asha melihat Tara yang sedang berdiri menyender di sebuah tiang dengan dengan dua kotak susu stroberi di tanganya. Asha mempercepat langkahnya.

ASHA

Kak Tara?

TARA

(Tersenyum)

Oh, Asha. Jadi gimana? DI izinin sama ortu?

Asha menganggukan kepalanya.

TARA (CONT'D)

Wah syukur deh kalo gitu!

Tara kembali menegakan tubuhnya dan memberikan satu kotak susu yang dipegangnya kepada Asha. Asha menerima susu yang diberikan Tara. Asha menatap Tara dengan wajah bingung. Tara tersenyum kecil, dan meminum satu kotak susu stroberi yang lain.

TARA (CONT'D)

Oh, pulang sekolah kita ngumpul ya. Aku mau ngenalin kamu ke member yang lain. Nanti kamu langsung aja ke sini. Ruangan kita pas banget di sebelah ruang OSIS.


Tara menunjuk ke sebuah pintu berwarna coklat yang berada di paling ujung ruangan. Asha melihat ke arah pintu tersebut.

TARA (CONT'D)

(Berbicara pelan)

Atau aku ke kelas kamu aja ya, biar barengan?

Asha tidak mendengar perkataan Tara dan masih meliahat pintu yang berada di ujung ruangan.

ASHA

(Terkejut)

Hari ini kak?

TARA

(Bersemangat)

Iya hari ini! Oh jangan lupa kasih tau ortu kamu dulu!

Tara memegang bahu Asha dan pergi meninggalkan Asha yang masih kebingungan di selasar sendirian. Tidak berapa lama, LONCENG BERBUNYI DENGAN NYARING.

MATCH CUT TO:

18. INT. RUANG KELAS. SORE

LONCENG BERBUNYI DENGAN NYARING. Sebagian anak-anak keluar dari ruang kelas. Kita melihat Asha yang sedang memasukan alat tulisnya ke dalam tas ranselnya. Di sampingnya ada Icha yang sedang merapikan rambut. Asha berdiri dari kursinya dan memasang tas ransel di bahunya.

ASHA

Aku keluar duluan ya.

ICHA

Barengan aja yuk, kamu nunggu dijemput juga kan?

ASHA

(Canggung)

Ah, itu. Aku ada janji sore ini.

ICHA

Oh, okedeh.

Icha tersenyum kecil. Asha berjalan meninggalkan kursinya dan Icha merapikan barang-barangnya yang ada di atas meja. Icha mengalihkan pandanganya ke arah pintu. Di sana terlihat Asha dan Tara yang sedang mengobrol, dan berjalan pergi.

FADE OUT:

19. INT. RUANG EKSKUL JURNALISTIK - SORE.

Ruang ekskul jurnalistik yang gelap menjadi terang sesaat pintu terbuka. Kita melihat Asha dan Tara memasuki ruangan. Ruang ekskul jurnalistik dipenuhi dengan cetakan foto dan potongan artikel di dinding. Asha melihat foto-foto tersebut dengan kagum. Di sampingnya Tara tersenyum dengan bangga.

TARA

Keren kan?

ASHA

Wah, iya kak.

Asha dan Tara melihat foto-foto dan potongan artikel kembali. Pintu terbuka, seorang remaja laki-laki dengan seragam berantakan measuki ruangan, dia ALFIN (16).

ALFIN

Woi, Tar. Bukannya ekskul belum aktif ya?

Asha dan Tara mengalihkan pandangan mereka ke arah Alfin. Alfin menaruh tasnya di atas meja yang berada di tengah ruangan kecil itu. Dia terkejut melihat Asha.

ALFIN (CONT'D)

(Canggung)

Oh, hai.

ASHA

(canggung)

Hallo, kak.

Tara mendekat ke arah Alfin dan duduk di sebuah kursi. Alfin dengan cepat mengambil dua buah kursi plastik di belakangya dan menaruh satu kursi ke dekat Asha. Alfin kemudian duduk di sebelah Tara. Asha mengambil kursinya, mendekat ke meja dimana Alfin dan Tara berkumpul. Asha duduk dengan canggung.

ALFIN

(Bingung)

Hmm, jadi?

TARA

(Bersemangat)

Kita kedatangan member baru fin.

ASHA

(Canggung)

Hai, aku Asha kak. Hehehe...

Alfin menatap Tara dengan tatapan tidak percaya. Alfin mendekatkan badanya ke Tara.

ALFIN

(Berbisik)

Kamu yakin ni anak bakal stay?

TARA

(Berbisik)

Hush, diem Fin.

Alfin tersenyum lebar ke arah Asha.

ALFIN

Aku Alfin, salam kenal ya.

Asha menganggukan kepalanya dan tersenyum. Asha menatap Tara dengan bingung.

TARA

(Bersemangat)

Jadi selamat datang Asha di ekskul Jurnalistik!

Alfin dan Asha bertepuk tangan dengan canggung.

Beat.

ASHA

(Bingung)

Ini member yang lain pada gak datang ya kak?

TARA

(Tersenyum bangga)

Buat sekarang membernya cuman kita doang. Anggap aja, ekskul eksklusif!

ALFIN

(Mencibir)

Eksklusif, padahal mah ga ada yang tertarik.

Tara memukul pelan kepala Alfin dengan sebuah kertas. Alfin tertawa kecil dan berdiri dari tempat duduknya.

ASHA

(Bergumam)

Jadi cuman bertiga.

ALFIN

Iya cuman bertiga. Nah Tar, karna udah ada Asha, ekskulnya ga jadi dibubarin kan?

TARA

Harusnya sih gak. Asha makasih ya udah mau ikut!

Asha mengaggukan kepalanya dengan ekspresi penuh kebingungan. Alfin memperhatikan Tara yang terus tersenyum ke arah Asha.

TARA

(Bersemangat)

Nah sekarang waktunya aku jelasin tentang eksul kita. Jadi...

SMASH CUT TO:

20. EXT. JALANAN - SORE

SEBUAH ANGKOT MEMBUNYIKAN KLOKSONYA SEBANYAK DUA KALI. Kita melihat Asha yang termenung di jalan. Angkot di belakangnya perlahan pergi. Asap Angkot yang cukup tebal, menyadarkan Asha dan membuatnya sedikit batuk. Asha berjalan pelan di pinggir trotoar. Dia berjalan semakin menjauh.

MATCH CUT TO:

21. EXT. HALAMAN RUMAH ASHA - CONTINUOUS

Kita melihat Asha yang berjalan sambil mengerutkan dahinya. Kondisi rumah Asha saat itu terlihat sangat sepi dan juga semua pintu dan jendelanya tertutup. Asha menempelkan wajahnya ke jendela depan. Asha mengetuk pintunya.

ASHA

(Berteriak)

Ma, Asha pulang! Bukain pintu dong!

Asha berbalik dan kemudian duduk di teras. Asha mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Asha menelpon, namun tidak ada yang merespon panggilanya.

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah Asha. Mama keluar dari mobil. Mama terkejut melihat Asha yang perlahan mendekatinya. Mama berjalan ke arah Asha dan tersenyum.

MAMA

Ayo masuk. Mama ada bawain kamu makanan.

ASHA

Mama habis dari mana? Tumben jalan-jalan gak ngasih tau Asha.

MAMA

Mama perginya juga dadakan. Ada temen Mama mau ketemu tadi.

Mama membuka pintu rumah dan memberikan sebuah kantong plastik ke Asha.

MAMA (CONT'D)

Kamu masuk duluan, Mama mau ngobrol bentar sama temen Mama di luar.

Asha masuk ke dalam rumahnya dan pintu Mama tutup.

CUT TO:



Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)