Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Suka
Favorit
Bagikan
13. BEBAN DI BAHU MU BERAT (BABAK III)

ACT III

BACK TO THE PRESENT.

50. INT. KAMAR ASHA DEWASA - MALAM

Kita melihat halaman buku agenda yang terbuka. Di sana ada tulisan "13 Desember, 2012. WORST DAY EVER. AKU CAPEK." dengan halaman kertas yang menguning.

Asha dewasa duduk di meja kerja yang ada di kamarnya. Asha memandangi buku agenda tersebut dengan tatapan kosong. Kondisi Asha terlihat berantakan. Matanya sembab, dengan bibir terluka.

Asha menghembuskan napas berat, dengan perlahan Asha menutup buku agenda tersebut. Asha kemudian memasukan buku itu ke dalam sebuah laci yang berada di bagian paling bawah meja belajarnya dan menutup pintu lacinya kembali.

CUT TO:

51.INT. KANTOR CAKRAWALA - KUBIKEL ASHA - SIANG

Jam dinding menunjukan pukul 12.40 siang. Kondisi ruangan tempat Asha bekerja terlihat sepi, hanya ada beberapa orang di dalam.

Kita melihat Asha terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya. Hanna datang dari arah belakang Asha dan meletakan sekotak makanan di atas meja Asha.

HANNA

Sa, istirahat dulu deh. Dari kemarin gue liat lo kerja begini terus. Gak cape lo?

Asha diam dan menuliskan sesuatu di kertas. Hanna menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah Asha dan menatapnya kesal.

HANNA (CONT'D)

Sa, Asha!

Asha membanting pulpen yang dipegangnya ke lantai dan menatap Hanna dengan marah. Orang-orang yang berada di ruangan terkejut dan menatap kearah Asha dan Hanna.

ASHA

(Membentak)

Apa sih Han? Berisik tau gak!

HANNA

(Suara meninggi)

Loh, kok lo marah? Gue khawatir sama lo goblok!

Asha mengusap wajahnya frustasi. Hanna menghebuskan napas, berusaha mengontrol emosinya.

HANNA (CONT'D)

Sa lo kenapa sih? Kalo ada masalah tuh cerita, jangan lo pendem sendiri kaya gini. Tanpa sadar lo udah nyiksa diri lo tau gak.

Asha diam dan melirik Hanna. Kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.

HANNA (CONT'D)

Lo kerja tanpa istirahat gini juga kerjaan lo gak ada yang bener. Mbak Ruri sampe minta gue ngawasin kerjaan lo tau gak. Lo udah bikin banyak orang khawatir, Sa.

Asha mengentikan pekerjaanya dan menatap lembaran kertas di hadapannya.

HANNA (CONT'D)

Gue tau lo lagi gak baik-baik aja. Sebagai temen, gue gak bakalan maksa lo buat cerita sekarang. Gue bakalan nungguin lo, sampe lo siap.

Hanna meninggalkan Asha sendirian di kubikelnya. Asha melihat kotak makanan yang ada di sebelahnya dan kembali bekerja.

CUT TO:

52. INT. RUMAH ASHA DEWASA. MALAM

Kita melihat Asha yang berjalan memasuki kamarnya. Wajahnya terlihat lesu dan kelelahan. Asha berjalan pelan meletakan tasnya di meja. Asha berbaring di kasur dan menutup wajahnya menggunakan punggung tangannya.

PONSEL ASHA BERDERING. Asha berdiri mendekat ke arah tasnya dan mengambil ponselnya dari dalam tas. Terlihat layar menampilkan panggilan dari orang tidak dikenal. Asha mengangkat telepon tersebut. MAMA (46) yang menelponnya.

ASHA

Halo, selamat malam? (Beat) Halo? (Kesal) Halo?

MAMA (V.O)

(On phone)

Asha...

Badan Asha meneggang, dia menggigiti bibirnya dengan keras.

MAMA (V.O) (CONT'D)

(On phone)

Asha, ini Mama. (beat) Maafin Mama, Sa. Mama kangen kamu (menangis).

Asha mulai menangis. Wajahnya terlihat ketakutan, tangannya mulai bergetar.

ASHA

Hah, apa?

MAMA (V.O)

(On phone)

Mama kangen...

ASHA

(Menyela)

Cukup.

MAMA (V.O)

(Lirih)

Asha...

ASHA

(Berteriak)

Argh, kenapa ngehubungin aku lagi? Kenapa malah nyari aku lagi?

Asha menghamburkan semua barang yang ada di mejanya. Barang-barangnya berhamburan di lantai. Asha menangis terisak.

ASHA (CONT'D)

(Marah)

Bukanya dulu kamu udah ngebuang aku sama Bapak? Kenapa ngehubungin aku lagi...

MAMA (V.O)

(Terbata-bata)

Asha, Mama...

ASHA

(Berteriak)

Stop, aku gak mau denger suara kamu lagi!

Asha menangis dan terduduk di lantai. Dia mematikan telepon dengan cepat. Asha menariki rambutnya dengan keras dan memukuli kepalanya.

CUT TO:

53. INT. KANTOR CAKRAWALA. KUBIKEL ASHA - PAGI

Orang-orang perlahan memasuki ruangan dan duduk di tempat kerja mereka masing-masing. Kita melihat kubikel Asha yang kosong. Hanna datang dan duduk di sebelah kubikel Asha. Wajahnya terlihat khawatir. Dia mengambil ponselnya dan mulai menelpon Asha.

MATCH CUT TO:

54. INT. KAMAR ASHA - CONTINUOUS

PONSEL ASHA BERDERING. Layar menampilkan panggilan telepon dari Hanna. Panggilan telepon mati, dan menampilkan sepuluh panggilan tak terjawab.

Ruangan kamar Asha terlihat gelap, barang-barang berserakan dimana-mana. Terlihat Asha yang meringkuk di samping tempat tidurnya dengan rambut yang terlihat acak-acakan.

CUT TO:

55. EXT. KANTOR CAKRAWALA - SORE

Hanna berjalan keluar dari kantornya. Hanna terlihat gelisah. Dia mengeluarkan ponselnya dan kembali menelpon Asha. TUUT panggilan telepon tersambung.

Intercut with Asha and Ren.

HANNA

Asha lo kenapa gak kerja? Lo gak papa kan?

Beat.

HANNA (CONT'D)

(Khawatir)

Sa? Asha?

ASHA

Han, aku capek. (sesenggukan). Kayaknya emang ada yang salah sama aku.

HANNA

(Panik)

Sa, gue ke rumah lo sekarang. Lo jangan kemana-mana.

Hanna mematikan teleponnya. Hanna berjalan cepat sambil menghubungi Ren.

HANNA (CONT'D)

(Panik)

Ren, bisa minta tolong ke kantor gue sekarang gak. Tolong banget. Gue gak tau minta tolong sama siapa lagi. Bagas lagi di luar kota. Tolongin gue Ren.

Ren membuka pintu mobil dan duduk di dalamnya.

REN

Tenang dulu Han. emangnya kenapa? Jangan panik dulu, gue jadi ikutan panik dengerin lo begini.

HANNA

(menghela napas)

Lo gak sibuk kan? Gue perlu bantuan lo banget, mau pake ojol keburu lama.

REN

(Kebingungan)

Gue gak sibuk. Lo kenapa sih?

Hanna mengusap wajahnya dan menarik napas panjang dan menghembuskannya.

HANNA

Kantor lo dekat sini kan? Tolong jemput gue sekarang dan anterin gue ke tempat Asha. (Suara bergetar) Gue takut dia kenapa-napa.

Ren terdiam. Dia menghidupkan mesin mobilnya.

REN

OK, gue kesitu sekarang.

INTERCUT END.

CUT TO:

56. MONTAGE - VARIOUS LOCATIONS

-Kamar: Asha yang meringkuk sambil menangis. Di sebelahnya ponselnya menyala. Layar menunjukan panggilan telepon dari Hanna.

- Dalam mobil: Hanna terlihat gelisah, sambil terus menelpon Asha. Wajah Hanna terlihat gugup dan khawatir. Ren yang di sampingnya menyetir dengan gugup. Dia memencet klakson mobilnya berkali-kali.

- Jalan: Mobil Ren berjalan pelan di jalanan kota Jakarta yang padat.

MONTAGE END.

MATCH CUT TO:


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)