Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
DREAMS AND LOVE
Suka
Favorit
Bagikan
11. Scene 127-143

CUT TO

127.  EXT. MOTOR – JALAN

Hana masih bingung dengan yang terjadi sekarang.

 

HANA

Deni, kenapa sih? Kamu kok kayak gitu tadi?

 

DENI

Kenapa? Gue cuma mau anterin lo pulang doang.

 

HANA

Ya kamu marah-marah gitu ngomongnya. Kan dia(Lewis) cuma mau anterin aku pulang.

 

DENI

Siapa yang marah? Nggak marah itu. Udahlah, jangan bahas yang gak penting.

 

HANA

Ih Deni, aku nanya serius.

 

DENI

Mending sekarang mampir ke kafe dulu, gimana?

 

HANA

Nggak mau! Jawab pertanyaanku dulu(kesal).

 

DENI

Wah, padahal gue mau buatin menu spesial tadi.

 

HANA

Menu spesial?

  

DENI

Iya. Tapi karena lo nggak mau yaa, nggak jadi.

 

HANA

Mau mau. Yaudah ayo ke kafe.

 

DENI

Giliran makan aja, cepet.

 

HANA

Deni, rejeki itu gaboleh ditolak. Udah cepetan bawa motornya. Laper.

 

DENI

Iya iya.

 

Deni hanya tersenyum.

CUT TO

128. INT. DALAM RESTORAN – MALAM

Hana datang ke restoran yang biasa dia kunjungi bersama orangtuanya.

Hana melihat mamanya sedang duduk seorang diri menunggunya.

Hana masih tidak ingin menemui mamanya.

 

Hana(V.O.)

‘Maaf ma, Hana masih kecewa sama mama’

 

Hana sedih.

Setelah itu dia pergi.

CUT TO

Sindi menngecek handphonenya, berharap sang anak menelfon.

JUMP CUT TO

30 menit kemudian, restoran nampak mulai sepi.

Sindi masih tetap bersabar menunggu Hana.

Tak lama Sindi mulai lelah, dia terfikir untuk pulang. 

 

SINDI

Kayaknya dia masih marah(memahami perasaan sang anak).

 

Sindi akhirnya pulang.

CUT TO

129. INT. - RUMAH RENA - KAMAR RENA

Rena tidur.

Hana masih terjaga.

Dia sedang cemas memikirkan mamanya.

Hana merasa keputusannya salah.

 

HANA

Mama udah pulang apa belum ya...(Cemas)

 

Hana kemudian mencoba untuk tidur.

CUT TO

FADE IN 

130. INT. DALAM RUMAH RENA – MEJA MAKAN - PAGI

Rena sedang menyiapkan makanan untuknya dan Hana.

Hana keluar dari kamar.

Dia sudah siap berangkat ke kampus.

Hana terkejut melihat banyak makanan dimeja.

 

HANA

Rena, ini kamu yang masak semua?(Tidak percaya)

 

RENA

Iya. Aku kan tinggal sendiri sendiri, jadi ya harus bisa masak. 

 

HANA

Wah, boleh aku cobain?

 

RENA

Boleh dong. Kamu harus cobain masakan aku. Aku pingin tau gimana rasanya menurut kamu. 

 

HANA

Pasti enak sih, aku udah yakin dari bau nya.

 

Hana kemudian makan.

Dia sangat suka masakan Rena.

 

HANA

Tuh kan, enak.

 

Hana lanjut makan dengan lahap.

CUT TO 

131. EXT. DEPAN KAMPUS 

Lewis memarkirkan mobilnya dan diam di samping mobil sembari memainkan handphonenya.

Dia menunggu teman-temannya datang.

Tak lama, Sindi datang.

Dia langsung menghampiri Lewis.

 

SINDI

Hei. Kamu yang kemarin kan, temannya Hana?

 

Lewis mengingat Sindi.

 

LEWIS

Oh iya.

 

Sindi kemudian memberikan bekal makanan Hana ke Lewis.

 

SINDI

Saya mau minta tolong lagi, anterin makanan ini ke Hana ya.

 

LEWIS

Iya tante. Setelah ini langsung saya kasih ke Hana.

 

SINDI

Terima kasih ya, kamu mau bantuin saya lagi.

 

LEWIS

Tante tenang aja, apapun itu saya pasti bantuin. Apalagi ini soal Hana, tante tinggal bilang aja ke saya.

 

SINDI

Yasudah, saya permisi dulu.

 

LEWIS

Iya, hati-hati tante.

 

Sindi pergi.

Lewis kemudian masuk kedalam kampus.

CUT TO

132. INT. DALAM KAFE – SIANG

Deni membersihkan meja.

Dia baru saja bertanding di turnamen tinju.

Deni menyelesaikan pertandingan keduanya dengan kemenangan.

 

DENI

Rik, kayaknya emang sekarang waktunya buat gue jadi petinju terbaik. Lo bayangin coba, dua pertandingan gue menang.

 

RIKI

Iya, semoga aja.

 

DENI

Tapi gue lagi kepikiran sesuatu.

 

RIKI

Apaan?

 

DENI

Kalo semisal gue udah jadi petinju terbaik, kira-kira Hana suka apa nggak ya sama gue?

 

RIKI

Ya lo tanya sama dia. Mana gue tau.

 

DENI

Semoga aja suka lah.


Deni lanjut kerja.

CUT TO

133. INT. KAMPUS – KANTIN – SIANG(13.00)

Hana dan Rena sedang duduk menunggu makanannya datang.

Mereka tengah mengobrol.

Tak lama Lewis datang seorang diri menghampirinya.

 

LEWIS

Hana.

 

Hana melihat Lewis.

 

HANA

Iya?

 

LEWIS

Kamu, bisa nggak nanti ikut aku sebentar? Sepulang dari kampus.

 

HANA

Ikut kemana?

  

LEWIS(gugup)

Ke, suatu tempat. Aku udah siapin ini dari kemarin. Ada hal penting yang harus aku kasih tau ke kamu soalnya. Gimana? Bisa?

  

HANA(berbisik)

Gimana Ren?

 

RENA(berbisik)

Ya, gimana...?(Bingung).

 

Hana kemudian mengambil keputusan.

 

HANA

Yaudah, iya.

 

Raut wajah Lewis sangat senang.

 

LEWIS

Oke. Kalo gitu, aku tunggu di depan nanti. 

 

HANA

Iya.

 

Lewis pergi.

 

HANA

Ren, ada apaan ya kira-kira?

 

RENA

Gak tau. Tapi kayaknya, penting banget sih kalo dari cara dia ngomong. Kelihatan gugup gitu. Jadi penasaran aku.

 

CUT TO

134. INT. KAMPUS – RUANG KELAS LEWIS - SIANG

Lewis dan 2 temannya terlihat sedang mengobrol.

 

YUDA

Bro, lo serius ini?(Terkejut).

 

LEWIS

Iya. Gue udah nggak bisa tunda lagi.

 

YUDA

Apa nggak kecepetan ini?

 

LEWIS

Gue udah pikirin mateng-mateng. Ini pasti berjalan sesuai keinginan gue.

 

YUDA

Okelah, kita bantu lo nanti.

 

LEWIS

Bagus. Yaudah gue cari Rio dulu, tadi gue suruh beli minum.

 

Lewis pergi.

 

YUDA

Bisa seserius ini si Lewis kalo soal Hana.

 

TONI

Namanya juga cinta, mau gimana lagi.

 

CUT TO

FADE OUT

135. EXT. DEPAN GERBANG KAMPUS

– SORE

Lewis menunggu Hana keluar.

Dia berdiri di samping mobilnya.

Tak lama Hana keluar.

Hana masih berbincang dengan Rena yang sedang menaiki motornya.

 

HANA

Rena, maaf ya kamu pulang sendiri. Aku udah janji tadi sama Lewis.

 

RENA

Iya nggak papa. Yaudah aku pulang dulu. Nanti kalo mau aku jemput, telfon ya.

 

HANA

Siap.

 

Rena pergi. 

 

RENA

Dadah.

  

HANA

Dadah. Hati-hati.

 

Hana menghampiri Lewis.

CUT TO

Lewis melihat Hana.

 

LEWIS

Hei...(Canggung)

 

HANA

Hai.

 

Lewis membukakan pintu mobil untuk Hana.

 

LEWIS

Silahkan.

 

Hana masuk.

Dia duduk di sebelah Lewis.

Tak lama Lewis masuk.

Mereka berangkat.

CUT TO

136. INT. DALAM MOBIL LEWIS

 

HANA

Mm... Sebenernya, kamu mau ajak aku kemana sih?

 

LEWIS

Nanti kamu tau. Yang pasti ini spesial aku siapin buat kamu.

 

Lewis tak ingin memberitahu Hana.

Hana semakin penasaran.

CUT TO

137. EXT. DEPAN RESTORAN

Lewis telah menyewa satu restoran.

Terlihat banyak sekali dekorasi di restoran itu.

Beberapa pegawai restoran siap menyambut mereka.

CUT TO

138. INT. DALAM MOBIL

 

LEWIS

Udah sampai. Sebentar, aku bukain pintunya.

 

Lewis turun.

Dia membukakan pintu mobil untuk Hana.

Hana keluar.

 

LEWIS

Ayo.

 

Mereka berdua masuk kedalam restoran.

CUT TO

139. INT. DALAM RESTORAN

Beberapa pelayan restoran menyambut Hana dan Lewis.

Hana nampak bingung dengan keadaan saat ini.

Dia melihat begitu banyak bunga dan dekorasi berbentuk hati.

Lewis mengantar Hana kesebuah kursi yang telah dia siapkan khusus untuk Hana.

 

LEWIS

Hana, kamu duduk sini dulu.

 

Hana kemudian duduk.

 

LEWIS

Tunggu sini bentar ya.

 

HANA

Oke.

 

Lewis pergi.

CUT TO

139. INT. BAGIAN BELAKANG

RESTORAN

Yuda dan beberapa teman Lewis lainnya sudah mempersiapkan semua yang dibutuhkan Lewis.

 

LEWIS

Mana yang gue suruh beli? Udah ada kan?

 

YUDA

Nih nih(Memberikan bunga yang sangat indah).

 

LEWIS

Bagus, gue ke Hana dulu.

 

YUDA

Semangat bro.

 

Lewis kembali menghampiri Hana.

CUT TO

140. INT. BAGIAN TENGAH

RESTORAN

Lewis perlahan menghampiri Hana.

 

HANA

Kemana sih dia(Lewis), lama amat.

 

LEWIS

Hana...

 

Hana kemudian berdiri.

 

HANA

Kamu darimana?

 

LEWIS

Maaf agak lama. Hana, sebenernya, aku ajak kamu kesini sekarang karena ada sesuatu yang pingin aku omongin ke kamu.

 

HANA

Apa?

 

LEWIS

Aku, ingin ungkapin perasaan aku ke kamu(memegang tangan Hana dan berlutut). Selama ini, aku suka sama kamu. Tapi aku ingin cari momen yang pas buat kasih tau ke kamu.

 

Hana terdiam, dia tidak bisa berkata-kata.

Hana sangat terkejut.

 

LEWIS

Dan sekarang, aku rasa waktu yang pas buat ungkapin semuanya. Hana... Mau nggak kamu, jadi kekasihku?

 

Lewis menyodorkan bunga ke Hana.

Lewis berharap Hana menerima cintanya.

Hana bingung.

Dia sangat tidak menduga hal ini.

Lewis menunggu jawaban Hana.

CUT TO

141. EXT. DEPAN RUMAH RENA

Lewis mengantar Hana pulang.

Hana turun dari mobil.

Lewis turun dari mobil.

 

HANA

Makasih ya, udah anterin aku pulang.

 

LEWIS

Sama-sama. Aku balik dulu.

 

HANA

Iya, hati-hati.

 

Lewis pergi.

Hana masuk kedalam rumah Rena.

CUT TO

142. INT. RUMAH RENA - KAMAR RENA – MALAM

Hana mengobrol dengan Rena.

Rena tampak sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara Lewis dan Hana.

 

RENA

Hana, gimana? Kenapa tadi dia(Lewis) ngajak kamu pergi? Ceritain doong(sangat penasaran).

 

HANA

Iya iya, aku ceritain. (Menghela nafas)... Jadi, tadi Lewis nyatain perasaannya ke aku. Aku juga kaget kenapa tiba-tiba kayak gini. Dia sampek nyewa satu restoran buat ini semua.

 

RENA

Wah!(Terkejut) terus terus!? Gimana? lo terima?

 

HANA

Mm... Aku tolak.

 

RENA

Lah, kenapa kamu tolak?

 

HANA

Ya karena, aku nggak ada rasa sama dia.

 

RENA

Ooh gitu. Kalo soal cinta emang nggak bisa dipaksain sih.

 

HANA

Tapi aku jadi ngerasa nggak enak ke Lewis. Dia pasti udah keluarin banyak uang buat itu semua.

 

RENA

Mau gimana lagi. Kamu juga kan nggak tau bakalan kayak gini.

 

Rena kemudian ingat dia ingin kasih tau hal penting ke Hana.

 

RENA

Oh iya. Hana, aku mau kasih tau kamu sesuatu, tapi kamu jangan sedih ya?

 

HANA

Kasih tau apa?

 

RENA

Janji dulu jangan sedih. Jangan marah.

 

HANA

Iya janji. Apa?

 

RENA

Tadi, mama papaku telfon. Mereka suruh aku balik ke Singapore buat tinggal sama mereka lagi.

 

Hana terkejut.

 

HANA

Kamu, serius?(Tak menyangka)

 

RENA

Iya. 4 hari lagi aku harus berangkat kesana.

 

Hana mulai tampak sedih.

Namun dia mencoba menahan kesedihannya itu.

 

RENA

Kamu jangan sedih yaa. Aku sebenernya nggak mau balik ke Singapore lagi, tapi ini udah keinginan mama papaku. Maaf...(Tidak tega melihat Hana akan sendirian).

 

HANA

Nggak papa Rena, aku ngerti kok. Berarti, kita cuma punya waktu 4 hari buat bareng-bareng(sedih).

 

RENA

Iya(Sedih).

 

Rena memeluk Hana.

CUT TO

143. INT. RUMAH LEWIS - RUANG

TENGAH – MALAM

Lewis duduk di kursi.

Dia masih tidak percaya Hana menolak cintanya.

Lewis terus memikirkan hal itu.

 

LEWIS

Huuh...

 

Lewis sangat kecewa.

Namun dia tidak bisa melakukan apapun saat ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)