7. INT. KAMPUS - DEPAN KELAS LEWIS
Hana berjalan melewati ruang kelas Lewis.
Hana melihat Lewis dan lainnya saat berjalan menuju kelas.
Sementara Rena sedang ke toliet.
HANA
Itu...(Mengingat)orang yang tadi ngebentak gue. Ternyata kuliah disini juga dia.
Setelah itu Hana lanjut pergi menuju ruang kelasnya.
CUT TO
FADE OUT
8. INT. KAMPUS -RUANG KELAS HANA – SORE(15.00)
Hana sedang mengikuti pembelajaran di kelasnya.
Terlihat Hana sangat fokus mendengarkan materi dari dosen.
JUMP CUT TO
Beberapa menit kemudian kelas selesai.
Hana pergi menuju kantin untuk menunggu Rena.
CUT TO
9. EXT. DEPAN KELAS HANA
Hana bertabrakan dengan Lewis saat berjalan.
HANA
Aduh! Iih, lihat-lihat dong kalo jalan(Kesal).
YUDA
Woy woy, lu yang salah lu yang marah-marah, gimana sih.
HANA
Temen lo tuh(menunjuk Lewis) yang salah, jalan nggak lihat-lihat.
LEWIS
Lo... Yang tadi pagi kan?(Ingat)
HANA
Udah udah minggir, ganggu aja.
Hana pergi.
YUDA
Nyolot nih anak.
LEWIS
Udah, biarin.
Lewis dan teman-temannya pergi.
CUT TO
10. INT. KANTIN KAMPUS - SORE(16.00)
Hana sudah lumayan lama menunggu Rena.
HANA
Rena kok lama ya.
JUMP CUT TO
10 menit kemudian, Rena datang.
RENA
Hana, maaf ya agak lama.
HANA
Iya, nggak papa.
RENA
Kamu udah pesen makan?
HANA
Udah tadi, kamu pesen dulu aja.
RENA
Yaudah aku pesen dulu, tunggu bentar ya.
Rena pesan makanan.
Setelah itu Hana dan Rena mengobrol sambil menunggu makanan mereka datang.
CUT TO
11. INT. DALAM KAFE – SORE
Deni sedang duduk sembari menonton pertandingan tinju di handphone.
Sementara Riki sibuk melayani pembeli.
RIKI
Den, ngapain?
DENI
Nonton tinju bentar Rik.
RIKI
Ini pelanggan lagi rame Den, lo malah enak-enakan nonton handphone gini(sedikit kesal).
DENI
Bentar, tanggung ini udah mau habis.
RIKI
Serah lu lah.
DENI
Nanti kalo udah selesai gue bantuin. Santai.
Deni sangat ingin sekali menjadi atlet tinju sejak dulu, itu merupakan impiannya.
Deni mengambil minum.
Riki sedang menyiapkan pesanan.
DENI
Eh Rik, gimana kalo gue ikut turnamen tinju? seru tuh kayaknya.
RIKI
Jangan aneh-aneh, tadi aja muka lu udah bonyok gitu, mau ikut tinju segala.
DENI
Yakan tadi gue dikeroyok, beda cerita lah. Coba aja tadi satu lawan satu, habis tuh orang sama gue.
RIKI
Nih ya, mending lo fokus sama kerjaan lo sekarang. Terus lo pikirin masa depan lo. Lo Tata biar nggak berantakan ntar.
Saat sedang berbincang dengan Riki, Deni menemukan turnamen kejuaran tinju junior di handphone.
DENI
Wah! Doa gue terkabul Rik(bahagia). Lihat nih, ada yang ngadain turnamen tinju kelas junior. Disini ditulis besok pendaftaran udah mulai dibuka, gue harus ikut ini...(Sangat bersemangat)
RIKI
Gak didengerin dong gue ngomong barusan.
DENI
Gue harus daftar pokoknya, temenin gue besok.
Riki hanya menghela nafas.
CUT TO
FADE OUT
12. INT. DALAM RUMAH LEWIS – RUANG TENGAH – MALAM
Lewis dan 4 temannya baru selesai berlatih tinju.
Saat ini mereka sedang berada dirumah Lewis.
YUDA
Eh bro(Lewis), gue barusan dapet info kalo besok pendaftaran turnamen tinju kelas junior dibuka. Lo(Lewis) bisa ikut ini.
LEWIS
Nggak. Gue gak tertarik. Cuma kelas junior.
YUDA
Kalo menurut gue, ini kesempatan lo buat bisa hajar orang-orang yang ikut nih turnamen. Itung-itung buat latihanlah, secarakan lo udah banyak menangin turnamen tinju kelas Senior.
TONI
Bener tuh kata si Yuda. Mending lo ikut, biar seru.
LEWIS
(Menghela nafas) Boleh juga kalo dipikir-pikir. Gue lagi pingin mukulan orang. Gue masih kesel sama orang yang nabrak motor gue waktu itu.
YUDA
Pas. Gue daftarin nih besok?
LEWIS
Ya.
YUDA
Cakep, gitu dong.
CUT TO
FADE IN
13. EXT. DEPAN GEDUNG – PAGI(06.00)
Deni dan Riki sedang mencari gedung pendaftaran turnamen tinju.
RIKI
Den, lu yakin ini tempatnya?
DENI
Kalo lihat alamatnya di hp, harusnya bener ini.
RIKI
Yaudahlah masuk aja ayo. Kafe harus buka jam 8 ini, ntar telat kita. Gue nggak mau ya kena marah pak Jaya gegara lu.
DENI
Tenang aja, nggak bakalan lama ini. Masih jam 7 lebih dikit.
Deni dan Riki masuk ke sebuah gedung.
CUT TO
14. INT. DALAM GEDUNG – AREA PENDAFTARAN
Deni langsung mendaftarkan namanya ke panitia, dengan menulis data dirinya secara lengkap.
DENI
Dah, beres.
Setelah semua selesai, Deni dan Riki bergegas menuju kafe.
CUT TO
15. EXT. DEPAN GEDUNG
Ketika baru saja keluar gedung, Deni dan Riki berpapasan dengan Yuda dan Toni.
YUDA
Wah wah... Ketemu lagi kita. Ngapain lo disini?
Deni ingat wajah Yuda.
DENI
Udah diem, jangan ikut campur urusan orang.
YUDA
Lo, ikut turnamen ini?(Tertawa) Sok-sok an ikut tinju segala, lupa lo kemarin habis gue hajar?
DENI
Kemarin lo keroyokan, jelas menangnya. Coba kemarin lo sendiri, udah gue habisin lo.
YUDA
Ooh, nantangin nih orang. Mau gue hajar lagi lu?
DENI
Banyak omong lu, maju sini!(Menantang)
YUDA
Ya ayo sini. Maju lo!
Keributan terjadi antara Yuda dan Deni.
RIKI
Den Den, udah!(Melerai)
Riki menarik Deni.
Riki dan Deni lanjut pergi menuju kafe.
YUDA
Cabut sana lo. Dasar lemah!
TONI
Udah Yud, biarin. Hei, ini berita bagus. Nanti kita kasih tau si Lewis.
YUDA
Harus. Sekarang kita daftarin dulu Lewis.
Yuda dan Toni masuk ke gedung pendaftaran turnamen tinju.
CUT TO
16. EXT. JALAN - MOTOR
Riki fokus mengendarai motor.
Deni masih kesal karena Riki menariknya tadi.
DENI
Kenapa lo pisahin gue tadi? Padahal gue mau habisin tuh orang.
RIKI
Kalo gue nggak pisahin, lo nggak bakal bisa ikut turnamen tinju ini karena lo udah buat keributan di depan gedung pendaftaran, mau?
Deni juga sedikit kesal dengan Yuda.
RIKI
Lagian siapa sih tuh orang?
DENI
Dia, yang keroyok gue kemarin.
RIKI
Ha? Itu orangnya?(Tidak percaya). Lo dikeroyok sama mereka? (Tertawa)
DENI
Kenapa lu? Ada yang lucu?
RIKI
Den, badan mereka aja kecil gitu, masa lu kalah?(Tertawa)
DENI
Hei hei... Tunggu dulu niih, mereka nggak cuma berdua ya, mereka berlima. Terus ada satu yang badannya gede, nah itu yang ngehajar gue.
RIKI
Ooh, seberapa tuh gedenya?
DENI
Dih, nggak percaya nih anak.
RIKI
Percaya kok gue...(Sambil menahan tawa)
DENI
Percaya tapi ketawa gitu. Coba aja lu diposisi gue kemarin, gue yakin lu juga pasti bonyok.
RIKI
Iya iya udah, jangan pikirin itu lagi.
CUT TO
17. INT. DALAM KAMPUS - KELAS LEWIS – PAGI (08.00)
Yuda dan Toni datang setelah mendaftarkam Lewis ke ajang turnamen tinju.
Lewis telah berada dikampus dan duduk di kursinya dengan santai.
Yuda dan Toni menghampiri Lewis.
YUDA
Bro bro! Lo pasti bakalan tambah semangat ikutan nih turnamen setelah denger berita dari gue.
LEWIS
Apaan?
YUDA
Lo masih inget kan kemarin, sama orang yang nabrak motor lo?
LEWIS
Iya, kenapa
YUDA
Barusan gue sama Toni ketemu dia di tempat pendaftaran turnamen, dia ikut turnamen ini juga bro.
LEWIS
Seriusan lo?
YUDA
Yaelah, ngapain gue bohong. Gue aja hampir ribut tadi sama tuh orang.
LEWIS
Baguslah. Kemarin gue belum puas hajar dia.
YUDA
Lu nikmati lah nanti pokoknya.
CUT TO
18. EXT. PARKIRAN KAMPUS – SIANG
Hana dan Rena bersiap pulang.
RENA
Hana, mampir ke kafe bentar mau nggak?
HANA
Mmm, boleh. Mau ke kafe mana?
RENA
Yang searah sama jalan pulang aja.
HANA
Yaudah, ayo.
Rena dan Hana pergi menggunakan motor.
CUT TO
Beberapa menit kemudian, Hana melihat ada sebuah kafe.
HANA
Eh Ren, itu ada kafe. Gimana?
RENA
Boleh. Kita kesana.
CUT TO
19. EXT. DEPAN KAFE – TEMPAT PARKIR
Rena memarkir motornya di depan kafe.
Setelah itu Rena dan Hana masuk ke dalam kafe.
CUT TO
20. INT. DALAM KAFE – TEMPAT MEMESAN
Rena dan Hana pergi memesan.
HANA
Rena, kamu mau pesen apa?
RENA
Aku(berfikir sebentar), sama deh kayak kamu.
HANA
Ok.
Saat memesan, Rena dan Hana terkejut melihat Deni yang tiba-tiba datang melayani mereka.
Deni baru saja mengantar pesanan ke meja pembeli.
RENA
Lah(terkejut). Lo lagi(menunjuk Deni).
Deni melihat Hana dan Rena.
HANA
Kok lo disini? Ngapain?
DENI
Ya kerjalah. Lah lu? Ngapain disini?
HANA
Ya mau beli lah.
DENI
Oh. Mau pesen apaan?(Wajah malas)
RENA
Astaga, sama pembeli kok mukanya gitu. Harusnya yang ramah, senyum.
HANA
Iya, harus yang lemah lembut. Masa kayak gitu, masih marah soal kemarin? Kan kita udah minta maaf. Udah dibayarin juga baksonya.
DENI
Hei, mau pesen apa nggak? Malah ngedumel gak jelas berdua.
HANA
Mm... pesen ini dong(menunjuk sebuah minuman), dua ya.
DENI
Apalagi?
HANA
Udah itu aja.
DENI
Yaudah duduk, jangan disini.
HANA
(Menghela nafas). Iih, attitudenya kurang bagus. Diperbaiki lagi ya.
CUT TO(Area Pembeli)
Rena dan Hana kemudian duduk menunggu pesanannya.
JUMP CUT TO
Beberapa menit menunggu, minuman mereka datang.
Deni mengantar minuman itu.
Dia meletakkannya di meja tanpa sepatah kata pun.
Saat Deni akan kembali, Hana menahannya.
HANA
Eh eh, tunggu bentar(menarik baju Deni).
DENI
Apa lagi?
HANA
Duduk sini dulu.
DENI
Nggak bisa, gue lagi kerja.
Deni kembali mencoba pergi.
Namun Hana lagi-lagi menarik lengan bajunya.
HANA
Duduk sini dulu(memaksa Deni duduk).
Deni terpaksa duduk.
DENI
Apasih nih anak. Gue mau lanjut kerja lo ini(kesal).
HANA
Bentar dulu. Ada berita penting buat lo. Lo pasti terkejut dengernya.
DENI
Kalian ini lagi sakit apa gimana? Kita kenal aja enggak, tiba-tiba ada berita buat gue.
RENA
Sstt... Jangan berisik! Dengerin Hana dulu.
Deni duduk.
HANA
Lo masih inget kan sama orang yang ngejar-ngejar Lo kemaren? Yang lo bilang motornya kesenggol.
Deni hanya diam.
HANA
Jadi, mereka kuliah ditempat gue.
Respon Deni biasa saja, dengan wajah datar.
RENA
Hah!(Terkejut). Beneran?
HANA
Iya, kamu baru tau?
RENA
Iya aku baru tau ini dari kamu.
DENI
Malah ngobrol berdua. Terus apa guna gue disini?
Deni berdiri dan akan pergi.
DENI
Aneh emang kalian ini.
Hana menarik Deni kembali.
DENI
Apalagi? Seneng amat narik baju orang(kesal).
Deni kembali duduk.
HANA
Kok lo responnya biasa aja?
DENI
Ya terus, gue harus apa? Jungkir balik? Lompat-lompat?
RENA
Seenggaknya lo terkejut gitu, gue aja terkejut lo(heran dengan respon Deni)
DENI
Kebuang 5 menit waktu gue sama hal gak penting kayak gini.
Tak lama kemudian pak Jaya datang untuk mengecek keadaan kafenya hari ini.
Dia melihat Deni duduk di sebelah pembeli.
PAK JAYA
Deni, ngapain kamu duduk disini? ini tempatnya pembeli. Bisa keganggu nanti mereka(Hana dan Rena). Maaf(meminta maaf kepada Hana dan Rena), pegawai saya sudah mengganggu kenyamanan kalian. Saya pastikan ini tidak terjadi lagi.
HANA
Oh iya, nggak papa pak. Agak sedikit ke ganggu sih tadi. Tapi nggak papa kok.
DENI
Loh pak, nggak gitu, tadi saya...(Mencoba menjelaskan)
PAK JAYA
Udah jangan bikin alasan lagi. Balik kerja sana! Ganggu pembeli aja kamu ini.
DENI
Iya pak. Maaf.
Deni terlihat sangat kesal dengan Hana dan Rena.
Deni berjalan menghampiri Riki.
CUT TO(Area Barista)
RIKI
Lagian sih lu, ngapain duduk disana? Udah tau itu tempatnya pembeli.
DENI
Ini lagi, gue disuruh duduk sama mereka(Rena dan Hana), malah gue yang kena marah. Nih ya, kalo aja mereka bukan cewek, udah gue ajak ribut mereka.
RIKI
Emangnya lo kenal sama mereka?
DENI
Ya enggak. Cuma pernah ketemu aja. Kemarin waktu kejadian gue dikeroyok.
RIKI
Ooh.
DENI
Gue minta tolong ke mereka supaya jangan kasih tau kalau gue lagi ngumpet, malah dikasih tau sama mereka. Ya mau nggak mau gue lari.
RIKI
Tapi, akhirnya bonyok juga kan lu meskipun lari?
DENI
Iya...(Tertawa)
RIKI
Sama aja bohong lu lari.
DENI
Seenggaknya gue udah coba kan.