FADE OUT
21. EXT. DEPAN RUMAH DENI – MALAM(20.00)
Deni sedang menunggu Riki untuk pergi ke tempat berlatih tinju.
Deni menelfon Riki.
DENI(ON PHONE)
Halo, Rik. Jadi apa nggak? Gue udah nunggu ini dari tadi.
CUT TO
22. INT. RUMAH RIKI – RUANG TENGAH - MALAM
Riki sedang berkumpul dengan saudaranya.
RIKI(ON PHONE)
Den sorry, gue gak bisa sekarang.
INTERCUT TELEPON RIKI DAN DENI
DENI
Lah gimana sih lu. Bilang dong dari tadi kalo nggak bisa.
RIKI
Sorry sorry, lupa gue mau kasih tau. Lo latihan sendiri dulu ajalah hari ini dirumah lo. Gue beneran gak bisa.
DENI
Ah elah. Yaudahlah(kesal).
Deni mematikan telfon.
CUT TO
23. EXT. DEPAN RUMAH DENI
DENI
Ditunggu-tungguin taunya nggak jadi, sulit emang tuh anak.
Deni masuk.
CUT TO
24. INT. DALAM RUMAH DENI - TEMPAT TIDUR
Deni menonton beberapa teknik pukulan tinju di handphonenya untuk dia tiru.
Deni nampak fokus melihatnya.
DENI
Oke. Gue harus bisa kuasain yang ini.
Deni kemudian bersiap mempraktekkan beberapa pukulan di dalam video itu.
DENI
Nggak ada yang susah apa gerakannya, gampang amat. Tinggal pukul kesini, terus kesini, terus tendang, beres.
Dia mempraktekkan gerakan dengan sangat kaku dan berbeda dari yang dia lihat di video.
DENI
Tuh kan. Emang jago gua kayaknya.
CUT TO
FADE IN
25. EXT. DEPAN RUMAH HANA – PAGI(06.50)
Hana sedang bingung saat ini sebab Rena tidak kuliah.
Hana tampak sibuk menghubungi seseorang di handphonenya.
CUT TO(Motor)
Disaat bersamaan, Deni lewat depan rumah Hana.
Dia melihat Hana.
DENI
Lah, dia lagi.
Deni berhenti di depan Hana.
DENI
Woi, ngapain lu disini?
HANA
Eh. Mmm... Ini, gue lagi bingung mau ke kampus naik apaan.
DENI
Temen lo kemana emang?
HANA
Dia sakit, jadi nggak ke kampus hari ini. Baru aja ngabarin gue. Terus, mama papa juga baru aja berangkat.
Entah karena apa Deni tiba-tiba menawari Hana tumpangan.
DENI
Yaudah, mau gue anter?
HANA
Hm? Beneran?(Tak menyangka)
DENI
Ya kalo lo mau sih.
HANA
Iya iya, gue mau.
DENI
Yaudah naik.
HANA
Ini beneran kan?(Masih tak menyangka)
DENI
Iya udah ayo.
Hana naik ke motor Deni.
CUT TO(Motor)
Di perjalanan, Hana mengobrol dengan Deni.
Terlihat mereka seperti sudah sangat akrab.
HANA
Mmm... Ngomong-ngomong, nama lo siapa? Kita udah sering ketemu, tapi gue belum tau nama lo.
DENI
Sering? Perasaan baru 3 kali. Itu juga nggak sengaja.
HANA
Iya sama aja. Sering itu namanya.
DENI
Gue Deni.
HANA
Gue Hana.
DENI
Terus, temen lo yang kemaren, siapa?
HANA
Namanya Rena. Gue sama Rena udah dari kecil temenan. Dia udah gue anggap kayak saudara sendiri.
DENI
Ooh. Lama juga dari kecil. Pantes kelihatan akrab.
HANA
Ya gitu lah.
Mereka terus berbincang.
CUT TO
26. EXT. DEPAN KAMPUS
Tak lama mereka sampai di kampus.
Deni berhenti di depan kampus.
Hana turun.
HANA
Deni, makasih ya udah mau anterin ke kampus.
DENI
Iya, sama-sama. Terus nanti lo balik sama siapa?
HANA
Nanti gue pesen ojek online aja.
DENI
Ooh. Kalo mau, gue jemput ntar.
HANA
Emang bisa? Bukannya lo kerja?
DENI
Soal kerjaan bisa gue atur. Kalo lo mau, telfon gue nanti.
Deni menulis nomor hpnya di sebuah kertas.
DENI
Nih, nomer gue.
Hana mengambil kertas itu.
HANA
Mm... Bayar gak?
DENI
Emangnya mau bayar?
HANA
Enggak sih.
DENI
Yaudah, gue pergi dulu.
HANA
Oke. Makasih... Hati-hati, dadaah.
Deni pergi.
CUT TO
Dari kejauhan nampak Lewis dan Yuda memperhatikan Deni dan Hana.
LEWIS
Sialan, berani-beraninya dia(Deni)deketin tuh cewek.
Yuda tampak bingung.
YUDA
Bro? Lo suka sama Hana?
LEWIS
Iya, kenapa?
YUDA
Yaa nggak papa. Eh, itu yang sama Hana bukannya anak yang kemarin nabrak motor lo?
LEWIS
Iya.
YUDA
Kalo dari feeling gue, si Hana kayaknya punya hubungan sama tuh anak.
LEWIS
Gue juga mikir gitu. Pokoknya, gue harus bikin Hana jadi milik gue secepatnya, gimana pun caranya.
YUDA
Gue bakal bantuin lo bro.
LEWIS
Yaudah, ayo.
Lewis dan Yuda pergi ke kelas.
CUT TO
27. INT. KAMPUS – SIANG(13.00)
Hana berjalan seorang diri menuju kantin.
Hana kemudian berpapasan dengan Lewis dan Yuda.
LEWIS
Hei.
HANA
Mm, iya?(Bingung)
LEWIS
Lewis(mengajak berkenalan).
HANA
Oh, iya. Hana.
LEWIS
Kamu, mau ke kantin?
HANA
Iya.
LEWIS
Pas, aku juga mau ke kantin. Boleh bareng? Aku juga lagi nggak ada temen soalnya.
HANA
Ini?(Menunjuk Yuda)
YUDA
Oh. Mm, aku... Ini...(Mencari alasan). Udah ada janji sama temenku. Jadi nggak bisa ikut ke kantin. Aku pergi dulu ya.
Yuda pergi.
HANA
Ehh...?(Bingung) Yaudah kalo mau bareng, ayo.
LEWIS
Oh iya, ayo ayo.
Mereka pergi ke kantin berdua.
CUT TO
28. INT. KAFE – AREA BARISTA – SIANG
Deni tampak bengong di dalam kafe.
Dia sedang memikirkan Hana.
Tak lama Riki menghampiri Deni dengan membawa nampan yang berisi pesanan seorang pembeli.
RIKI
Den, anterin nih ke meja nomer 4.
Deni tak mendengarkan Riki.
Dia masih fokus memikirkan Hana karena ada sesuatu yang janggal menurutnya.
RIKI
Den... Woy!(Menendang pelan kaki Deni)
Deni terkejut.
DENI
Sial, kaget gue(kesal).
RIKI
Ya lagian diem aja. Kesambet lu?
DENI
Gue lagi bingung ini.
RIKI
Tiba-tiba aja bingung lu. Random amat jadi orang.
DENI
Tadi, waktu gue berangkat kesini, ada satu kejadian yang nggak wajar menurut gue.
RIKI
Pasti lu bikin masalah lagi ini. Lagu lama udah.
DENI
Bukan. Dengerin dulu lah.
RIKI
Terus apa?
DENI
Tadi pagi, waktu gue perjalanan menuju kafe, gue ketemu sama Hana. Cewek yang kemarin bikin gue dimarahin sama pak Jaya. Masih inget kan lu?(Wajahnya sangat serius)
RIKI
Iya inget. Yang cewek dua kemarin kan?
DENI
Bener bener. Gue tadi ketemu sama salah satu dari mereka. Gue samperin dia soalnya kelihatan kayak bingung gitu.
RIKI
Terus?
DENI
Setelah gue samperin, gue tanya sama dia kenapa kok kelihatan bingung. Dia bilang temennya nggak masuk hari ini, makanya dia nggak tau ke kampus bareng siapa. Nah, hal yang nggak wajar itu mulai muncul disini. Nggak tau kenapa, tiba-tiba aja gue nawarin buat anter dia ke kampus. Aneh kan??
RIKI
Anehnya dimana? Orang Cuma mau nganterin doang.
DENI
Ya aneh lah, gue kan nggak kenal sama dia. Tapi nggak cuma sampai disitu keanehannya. Setelah sampai di kampus dia, gue juga bilang kalau nanti pulangnya gue jemput. Malahan gue kasih nomor gue ke dia.
RIKI
Ooh, itu artinya lo jodoh sama dia berarti.
DENI
Sembarangan tuh mulut kalo ngomong!(Marah)
RIKI
Ya itu kan cuma asumsi gue aja dari cerita lo. Udah udah, nggak usah dipikirin. Mending lo anterin nih pesenan, orangnya udah nunggu dari tadi.
Deni kemudian mengantar pesanan ke meja nomor 4.
CUT TO
29. INT. KAMPUS – KANTIN - SIANG
Hana sedang memotret makanannya.
Lewis memperhatikan Hana sambil tersenyum.
CUT TO(Samping dinding)
Yuda dan 2 temannya sedang melihat Lewis bersama Hana dari kejauhan.
TONI
Gue nggak salah lihat ini?
YUDA
Nggak nyangka kan lu? Sama, gue juga.
TONI
Biasanya si Lewis cuek kalo dideketin cewek, ini kok malah gini.
YUDA
Kalo udah ketemu yang pas emang gitu sih. Tapi masalahnya nih ya, tadi gue lihat si Hana dibonceng sama orang yang nabrak motor Lewis kemarin, masih inget kan lu pada? Lewis juga lihat sendiri tadi.
TONI
Masih-masih. Apa iya Hana pacaran sama tuh orang(Deni)?
YUDA
Nah itu, gue juga belum tau. Pokoknya kita harus bantuin Lewis buat dapetin Hana, gimanapun caranya.
TONI
Tenang aja, gue sama Rio pasti bantuin, seratus persen.
YUDA
Bagus bagus. Yaudah, ayo cabut.
CUT TO(Kantin)
HANA
Oke, waktunya buat story.
LEWIS
Hana, emang, harus difoto dulu gitu ya makanannya?
HANA
Iya. Pingin buat story aja.
LEWIS
Oh. Eh Hana, ada yang mau aku tanyain ke kamu.
HANA
Tanya apa?
LEWIS
Kamu tadi ke kampus sama siapa?
HANA
Tadi aku dianterin sama temen. Eh, bukan temen sih... Aku cuma kenal aja sama dia, tapi kita bukan temen. Namanya Deni.
Lewis sedikit bingung dengan penjelasan Hana.
LEWIS
Ooh iya iya.
HANA
Dia nggak sengaja lewat depan rumah tadi. Terus dia nyamperin aku. Setelah itu kita ngobrol, dan aku bilang ke dia kalo aku mau ke kampus tapi nggak ada yang nganter. Akhirnya dia mau anterin aku.
LEWIS
Berarti, dia bukan pacar kamu?
HANA
Eh bukan. Kita aja baru kenal.
Lewis nampak lega sebab Hana tidak memiliki hubungan dengan Deni.
HANA
Tunggu tunggu, kamu... Yang waktu itu ngejar Deni kan? Yang di warung bakso itu. Iya kan?
LEWIS
Ee, iya... Sebenarnya, waktu itu cuma karena hal kecil aja. Aku yang terlalu kebawa emosi. Maaf waktu itu aku ngebentak kamu.
HANA
Nggak papa kok. Aku nggak marah. Yaudah, aku makan dulu.
Hana kemudian memakan makanannya.
JUMP CUT TO
Beberapa menit kemudian Hana dan Lewis selesai makan.
Tak lama kemudian Hana melihat handphonenya.
Dia mendapat pesan dari temannya untuk segera ke kelas, karena ada sesuatu yang penting.
HANA
Eh, aku ke kelas duluan ya. Maaf.
LEWIS
Oh iya nggak papa. Makasih udah mau temenin makan.
HANA
Iya, sama-sama. Dadah. (Kemudian pergi).
CUT TO
FADE OUT
30. INT. RUMAH DENI – KAMAR DENI – MALAM
Deni sedang mengobrol soal tinju dengan Riki.
RIKI
Gimana kemaren, latihan yang gue saranin, udah lo ikutin kan?
Deni tidak mengikuti saran dari Riki.
Dia coba mengalihkan pembicaraan.
DENI
Eh Rik(mengalihkan pembicaraan), mending lo lihat nih.
Deni melakukan gerakan pukulan seperti yang dia lihat di video kemarin.
Dia mempraktekkan dengan sangat kaku dan tidak jelas.
DENI
Ini pukulan kalo kena, dijamin langsung buat siapapun jatuh, nggak bangun lagi. Keren gak?? Udah siap buat besok ini gue.
RIKI
Lo nggak ikutin saran gue? Gue udah bilang kan, pahami dulu dasar-dasarnya. Jangan langsung kayak gini lah.
DENI
Udahlah Rik, kelamaan. Nggak ada waktu lagi. Lagian gue juga udah sering nonton tinju. Udah gue pelajarin semua gerakan-gerakan mereka.
RIKI
Dikira gampang kali.
DENI
Ini waktunya buat gue nunjukin kemampuan gue ke semua orang. Gue pasti menang besok. Rik, sebagai sahabat terbaik gue, lo harus dukung gue seratus persen.
Riki hanya menghela nafas sembari menggeleng-gelengkan kepala.
Riki mulai mengantuk.
Dia bersiap pulang.
RIKI
Gue balik dulu lah, ngantuk.
DENI
Oke. Selamat beristirahat kawanku, jangan lupa besok adalah hari terbaik dalam hidup ini.
Riki pergi.
CUT TO
FADE IN
31. INT. RUMAH DENI – KAMAR TIDUR – PAGI(07.00)
Deni bersiap menuju tempat berlangsungnya turnamen tinju kelas junior.
Dia membawa sarung tinju yang baru saja dia beli.
DENI
Oke. Ini udah, sarung tinju udah, tas udah, semua udah, beres.
Deni menghubungi Riki.
DENI (ON PHONE)
Halo Rik. Posisi? Udah siap ini gue.
CUT TO
32. INT. DALAM MOBIL
Riki sedang mengendarai mobil menuju rumah Deni.
RIKI (ON PHONE)
Iya tunggu bentar, udah deket ini.
INTERCUT TELEPON DENI DAN RIKI
DENI
Yaelah lama amat. Gue tunggu depan, langsung cabut ntar. Keburu telat.
RIKI
Iya iya.
Deni mematikan telfon.
CUT TO
33. EXT. DEPAN RUMAH DENI
Deni menunggu Riki.
Dia sudah tak sabar
Tak lama kemudian Riki datang.
DENI
Nah, dateng juga nih anak.
Deni membawa begitu banyak barang di dalam tas.
Tampak tas Deni sangat besar dan berat.
Riki berhenti di depan Deni.
Riki keluar dari mobil.
RIKI
(Terkejut). Den, lo mau tinju apa liburan? Banyak amat barang bawaan lu.
DENI
Udah kita berangkat aja sekarang. Ini tuh pertandingan tinju pertama gue, jadi harus mempersiapkan segala sesuatunya.
RIKI
Ya nggak gini juga Den. Berlebihan ini namanya. Yaudahlah, taruh bagasi tas lo.
Deni meletakkan barang bawaannya dibagasi mobil Riki.
Deni dan Riki kemudian masuk ke dalam mobil.
CUT TO
34. INT. DALAM MOBIL
DENI
Oke, kita berangkaaat!!(Sangat bersemangat)
Mereka berangkat.