Cuplikan Chapter ini
Setelah meninggalkan sumur Chiyo Arata melangkah menembus kesunyian jalan setapak yang membeku Bayangan sang ayah tetap melekat erat di tumitnya terasa lebih berat dari sebelumnyasebuah beban yang kini ia pilih untuk tidak dibuang Untuk kembali ke desa ia harus menyeberangi satu-satunya jalur penghubung jembatan gantung tua yang kini seolah tertelan oleh kabut putih dari pegunungan Angin kencang berhembus dari arah puncak bersalju membawa aroma logam yang tajam dan dingin yang meresa