Cuplikan Chapter ini
Arata menyusuri gang sempit di distrik kota itu dengan langkah otomatis sementara jiwanya tertinggal beberapa kilometer di belakang duduk membatu di peron Nozawa Gang ini terasa seperti labirin sirkuit yang salah urus dinding bata yang lembap dilapisi lumut tipis yang berbau seperti oli mesin tua dan hujan yang gagal turun Pikirannya terus memutar ulang derik jarum jam Citizen yang macet sebuah irama statis yang kini ia dambakan lebih dari apa pun Seperti anak kecil yang lidahnya masih