Cuplikan Chapter ini
Arata duduk di tepi tempat tidur kamar sepupunya menatap kegelapan yang terasa pekat dan diam seolah-olah ruangan itu sendiri sedang menahan napas bersamanya Kamar ini terasa seperti sebuah hard drive tua yang berdebu dinding-dindingnya dipenuhi tumpukan majalah komputer tua yang lembap menciptakan aroma kertas lapuk yang menyatu dengan bau debu kuil yang menua Bau tersebut mengisi rongga parunya menciptakan atmosfer stagnansi yang membuatnya sulit berpikir jernih Di bawah cahaya remb