Cuplikan Chapter ini
Arata melangkah masuk ke sebuah kedai kayu kecil yang tersembunyi di balik tirai kabut tebal sebuah bangunan yang tampak seolah-olah terselip di sela-sela dimensi waktu Di atas pintu masuk sebuah lonceng tembaga berkarat berdenting pelan sementara di sudut ruangan sebuah pemutar kaset vintage memutar lagu piano minimalis dengan hiss statis yang halusrekaman latihan mendiang suami Yuki yang penuh suara napas terjepit Uap panas yang merayap keluar dari celah pintu dapur tidak berbau sepe