Cuplikan Chapter ini
Arata melangkah masuk ke dalam hutan pinus yang tampaknya telah lolos dari hukum optik dasar Pepohonan di sini tumbuh rapat dengan dahan-dahan kaku yang menyerupai antena pemancar kuno menciptakan ruang kedap suara yang luas di mana setiap bunyi seolah terserap oleh keheningan Tak ada sehelai jarum pinus pun yang menjatuhkan bayangan ke atas tanah yang tertutup salju tipis yang permukaannya sangat halus Di saku jaketnya Arata bisa merasakan getaran ponselnya yang menerima pesan singkats