Cuplikan Chapter ini
Arata berdiri di peron Nozawa menggenggam kantong makanan hingga plastiknya berkeringat di telapak tangannya Stasiun yang biasanya menjadi suaka itu kini terasa seperti kotak kaca yang kehabisan oksigen udara di dalamnya statis dan berat dipenuhi partikel debu yang menggantung diam seolah-olah gravitasi telah menyerah Setiap detak jam tua di dinding kini terdengar seperti palu yang memaku peti mati Ia meletakkan bungkusan makanan itu di samping Pak Nozawasebuah upaya sia-sia untuk meny