Cuplikan Chapter ini
Arata tiba di sebuah kebun luas di pinggiran desa yang tampak seperti potongan memori yang gagal terhapus Kebun ini terasa seperti ruang simulasi yang gagal merender bayangan ratusan patung batu putih bersih berdiri berjajar di atas tanah yang permukaannya halus dan kering Namun ada sesuatu yang secara optik salah di sana meski cahaya matahari terakhir jatuh dengan sudut yang tajam tak satu pun dari patung itu memproyeksikan bayangan ke atas tanah Di tengah kebun sebuah pemutar piringa