Cuplikan Chapter ini
Di bawah rembulan purnama yang menjadi saksi bisu pelukan hangat itu terlepas perlahan meninggalkan garis senyum manis yang tak jua pudar dari bibir keduanya Adrian mengecup kening Embun lembut sebuah tatanan janji baru yang kini terpatri tuntas di atas puncak padas Semilir angin gunung yang menusuk tulang tak lagi terasa dingin kehangatan yang mengalir di antara mereka seolah melingkupi seluruh bukit kecil ituTerima kasih Embun bisik Adrian Suaranya bergetar pelan sarat akan rasa