Cuplikan Chapter ini
Tawaran di dalam map hitam itu beraroma seperti kuah soto yang terlalu banyak diberi penyedap buatan menggiurkan di lidah namun meninggalkan rasa getir yang mencurigakan di tenggorokanEmbun tidak langsung menyentuh map tersebut Ia menarik sebuah kursi kayu mempersilakan mantan bosnya Baskoro untuk duduk Aroma parfum mahal pria itu tampak asing bertabrakan dengan wangi sisa pembakaran batok kelapa yang masih menggantung di udara kedaiSepuluh terminal utama Pak Embun membuka suara