Cuplikan Chapter ini
Matahari merayap tepat di atas kepala melelehkan sisa-sisa hawa dingin Gunung Merbabu Lapangan tanah merah Desa Ngagrong kini telah berubah menjadi lautan manusia yang bergerak ritmis Puluhan petani bapak-bapak terus mencangkul sementara para ibu dan remaja perempuan mengikuti di belakang menjatuhkan butir-butir benih sorgum ke dalam celah tanah yang menganga lalu menutupinya kembali dengan sekaos tanah menggunakan kaki telanjang merekaAdrian menyeka keringat yang bercucuran dari pelip