Cuplikan Chapter ini
Lumpur dingin setinggi lutut mencengkeram kaki Adrian seolah bumi Merbabu sendiri sedang menahan langkahnya Di bawah guyuran hujan yang seperti ditumpahkan dari langit kilatan petir sesekali membelah malam menerangi wajah-wajah panik namun sarat tekad dari para pemuda SamiranCepat Susun karungnya bersilang Jangan biarkan air membuat celah baru teriak Adrian suaranya parau menembus deru angin badaiPak Bagus meski usianya tak lagi muda bergerak gesit memimpin barisan pemuda untuk me