Cuplikan Chapter ini
Kabar tentang kemandirian Desa Samiran menyebar secepat kabut pagi yang turun dari puncak Merbabu Tepung dan camilan organik mereka bukan lagi sekadar buah tangan di lobi hotel mewah Bu Citra melainkan mulai merambah toko-toko bahan pangan sehat di berbagai kota besar Samiran yang dulu hanya dikenal sebagai desa agraris kecil yang rawan longsor kini mulai didatangi oleh perwakilan desa-desa tetangga yang ingin belajarNamun pertumbuhan yang pesat selalu membawa tantangan baru Pagi itu