Cuplikan Chapter ini
Keputusan Embun malam itu menyebar secepat aroma soto bakar yang tertiup angin malam Di sela-sela deru mesin bus malam yang datang dan pergi para pedagang asongan kondektur hingga kuli panggul terminal saling berbisik dengan binar mata yang berbeda Rasa tidak aman yang sempat menghantui merekaketakutan bahwa Rasa Ibu akan pergi meninggalkan terminal kumuh iniluruh sepenuhnya Mereka kini tahu sang nahkoda memilih untuk tetap memegang kemudi di dermaga yang samaKeesokan paginya suasa