Cuplikan Chapter ini
Lantai kayu rumah panggung di Giringan selalu mengeluarkan derit yang sama setiap kali Embun menginjaknya Bunyi yang akrab aman dan membumi Di luar aroma tanah basah sehabis hujan berpadu dengan wangi pekat pembakaran batok kelapa dari dapur utamaSetelah berbulan-bulan menghirup avtur bandara dan polusi Jakarta Embun akhirnya bisa bernapas legaNamun ketenangan di Giringan tidak pernah bertahan lama Di meja kayu panjang tempat mereka biasa meracik bumbu selembar surat kabar nasional