Cuplikan Chapter ini
Pagi belum sepenuhnya genap di Terminal Giringan ketika kabut tipis dari lereng Merbabu masih merayap di sela-sela roda bus Namun dapur Kedai Rasa Ibu sudah berdenyut Bunyi ulekan batu yang beradu dengan cabai bawang dan rempah-rempah menjadi genderang perang yang ditabuh Embun sejak pukul empat pagiSesuai janjinya dua puluh bakul anyaman bambu telah berjejer di meja panjang Di dalamnya nasi sorgum hangat berselimut daun pisang berpadu dengan oseng tempe ireng dan suwiran daging bumb