Cuplikan Chapter ini
Malam harinya Desa Ngagrong tidak lantas tidur Di dalam lumbung desa yang beralaskan tikar pandan remang cahaya lampu teplok menerangi wajah-wajah yang tegang Genggaman uang tunai yang ditawarkan Hendra Widjaja tadi siang ternyata meninggalkan riak kecemasan di hati sebagian petaniKita menolak uang di depan mata Mbak bisik Pak Darmo memutar-mutar cangkir kopi hitamnya yang sudah dingin Beberapa warga mulai berbisik Mereka takut jika nanti panen sorgum ini gagal atau lebih buruk lag