Cuplikan Chapter ini
Malam datang perlahanSeolah sengaja menunda dirinya sendiriLangit gelap nyaris tanpa bintang Hanya bulan yang samar tertutup lapisan tipis awan Angin berhembus pelan membawa dingin yang tidak sekadar menyentuh kulittapi meresap sampai ke dalam dadaDi teras rumah lampu kuning redup menggantung Cahayanya lemah Tapi cukup untuk memperlihatkan kelelahan yang tidak bisa disembunyikanLaras duduk di kursi kayuTangannya saling menggenggam di pangkuan Kepalanya sedikit menunduk Tatapan