Cuplikan Chapter ini
Pagi itu terlihat biasaAtau setidaknyaLaras berusaha keras membuatnya terlihat seperti ituDi dapur kecil yang mulai akrab kembali baginya Laras berdiri di depan kompor Wajan tipis berisi telur dadar berdesis pelan Aroma bawang dan cabai menyebar bercampur dengan uap nasi hangat yang baru saja matangGerakannya lebih luwes dibanding beberapa hari lalu Tidak lagi terlalu kaku Tapi tetap belum sepenuhnya tenangDi meja makan Nadya duduk diamTerlalu diamTangannya memegang sendok tap