Cuplikan Chapter ini
Perjalanan pulang kali ini berbedaTidak ada terburu-buruTidak ada pesan kantor yang masuk tanpa hentiTidak ada rasa dikejar sesuatu yang tidak pernah selesaiLaras duduk di kursi bus antarkota menyandarkan kepalanya ke jendelaKaca itu hangat terkena sinar matahariIa memejamkan mata sejenakMenarik napas dalamDan untuk pertama kalinyanapas itu terasa utuhBus melaju perlahan meninggalkan kota yang selama ini ia pikir adalah tempatnya bertahanGedung-gedung tinggi perlahan menghilang