Cuplikan Chapter ini
Malam itu 7 September 2017 aku dan Fariz masih terjaga berbincang pelan di ruang tamu yang remang Waktu mendekati tengah malam Kota mendadak sunyi seakan menahan napasTiba-tiba kursi ayun Alana bergerak Awalnya pelan nyaris tak terlihat Aku sempat mengira itu hanya hembusan angin atau pikiranku sendiri sampai gerakannya berubah lebih jelas lebih kuat lalu semakin kasarGempa teriakkuFariz tidak langsung bereaksi Ia berdiri terpaku di dekat jendela Aku mengikuti arah pa